Loading...

TASYAKURAN PASCA TANAM PADI SAWAH IP200

TASYAKURAN PASCA TANAM PADI SAWAH IP200
Diwarnai guyuran hujan 12 Agustus 2020 Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembang Kuning yang terdiri dari Koordinator, Penyuluh Pertanian Supervisor dan Penyuluh Pertanian Lapangan se Kecamatan Haruai dan Upau tidak menyurutkan semangat untuk memenuhi undangan Tasyakuran Pasca Tanam padi Sawah IP200 di Kelompok Tani Padaringan III Desa Lokbatu Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Kata tasyakur sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah hal bersyukur (kepada Allah), berterima kasih (kepada Allah). Sehingga Tasyakuran yang dimaksud ialah wujud syukur kepada sang pencipta (Alllah Subhahu wa ta’ala) atas lancarnya proses tanam padi dilahan persawahanan Kelompok Tani yang ada di Desa Lokbatu. Keberhasilan tanam padi IP200 juga tidak lepas dari rasa kebersamaan yang dimiliki oleh para anggota Kelompok Tani yang tahun ini lebih bersemangat dibandingkan dengan tahun sebelum-sebelumnya. Hal tersebut didukung oleh berbagai faktor, diantarannya : Infrastruktur sudah memadai Keadaan infrastrukur dibandingkan tahun sebelumnya, tahun ini pengairan/irigasi sawah sudah selesai direhabilitasi sepenuhnya. Anggota kelompok tani juga secara bergoyong-royong rutin secara berjadwal membersihkan saluran irigasi yang fungsinya agar pengairan kemasing-masing petak sawah petani menjadi lancar. Bantuan Saprodi dari Pemerintah Pemerintah pusat dan daerah selalu memberikan dukungan kepada petani yang bernaung dalam sebuah Kelompok tani, tujuannya ialah untuk memastikan petani tersebut memang legal dan dibina oleh petugas pertanian (penyuluh pertanian) serta tepat sasaran. Dukungan nyata dari pemerintah tersebut ialah berupa bantuan saprodi, dalam hal ini Kelompok Tani mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah (dana APBD I) berupa benih dan Pupuk. Pandemi Covid 19 Pandemi adalah penyakit yang menyebar secara global meliputi area geografis yang luas. Adanya pandemi Covid 19 menyebabkan kondisi ekonomi masyarakat terpuruk, tidak terkecuali para petani. Untuk memulihkan kondisi ekonomi tersebut, para petani lebih bersemangat dalam berusahatani yang biasanya menanam padi hanya sekali dalam setahun. Kini dengan adanya pandemi setahun menjadi dua kali tanam atau yang biasa disebut IP200. Bersemangatnya petani tersebut tidak terlepas dari motivasi yang diberikan oleh Penyuluh Pertanian yang tidak pernah berhenti mengobarkan semangatnya. Dalam acara tasyakuran tersebut Majidi selaku Ketua Kelompok Tani Padaringan III Desa Lokbatu menyambut baik kedatangan rombongan Penyuluh Pertanian BPP Kembang Kuning dan sangat berterima kasih. Karena dengan kedatangan para Penyuluh Pertanian membuat para petani menjadi semakin semangat dalam berusaha tani Padi khususnya IP200. Koordinator BPP Kembang Kuning Heri Lestiyawan, SP dalam sambutannya juga sangat mengapresiasi semangat dan kekompakan yang ditampilkan oleh Kelompok Tani Padaringan III buktinya kelompok tani bisa melaksanakan Tasyakuran dan mengundang BPP. Harapannya kedepan ditahun-tahun berikutnya keadaan atau pelaksanaan IP200 ini tidak putus, dan tugas dari Penyuluh Pertanian setempat ialah memotivasi para petani agar petani dapat berusaha tani lebih baik (better farming) menuju ke bisnis lebih baik (better business). Dalam acara tasyakuran tersebut juga Munardi, SP selaku Penyuluh Pertanian Supervisor BPP Kembang Kuning memberikan motivasi khusus kepada para Petani Milenial. Petani Milenial atau yang dahulu disebut Pemuda Tani cukup banyak yang menjadi anggota Kelompok Tani. Hal tersebut menjadi modal tongkat estafet sebagai keberlanjutan generasi petani yang akan datang. Harapan kedepan, demi regenerasi semoga petani senior bisa mengajak anak, saudara, keluarganya yang masih muda ikut berperan serta kesektor pertanian. Untuk petani Milenial teruslah berkarya dan mencari ilmu terbarukan yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan. Dan pesan terakhir dalam acara tasyakuran tersebut ialah jangan lupa bersyukur kepada sang Pencipta Allah Subhanahu wa ta’ala. Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Penulis : Rezki Setiadi Ramadhani, S.ST (Penyuluh Pertanian WKPP Mahe Pasar Kecamatan Haruai)