dewasa ini, kesadaran manusia akan pentingnya kesehatan semakin tinggi. betapa tidak, bermacam-macam penyakit yang aneh bermunculan semakin menyadarkan akan pentingnya makanan sehat tanpa campuran bahan berbahaya. maka dari itu kami dari penyuluh pertanian kecamatan tambakdahan kabupaten subang akan membahas terntang pentingnya aplikasi pestisida nabati dan cara pembuatanya yang kebetulan di wilayah kerja kami di desa gardumukti ada yang sudah mahir dalam pembuatan pestisida nabatinya yanng ber nama h aef sodikin ketua gapoktan desa gardumukti kecamatan tambakdahan kab subang berikut ulasanya……. produksi pertanian saat ini yang ditawarkan pada masyarakat, tanpa disadari terlalu tinggi bahan berbahaya yang terikutkan dalam produk, berakibat berbahaya yang mengancam dalam jangka panjang. untuk itu, penting kesadaran stakeholder (pengambil kebijakan) mengantisipasi teknologi produksi dengan muatan lokal yang lebih akrab lingkungan dan menjamin kesehatan jangka panjang bagi masyarakat. konsep pertanian ramah lingkungan adalah konsep pertanian yang mengedepankan keamanan seluruh komponen yang ada pada lingkungan ekosistem dimana pertanian ramah lingkungan mengutamakan tanaman maupun lingkungan serta dapat dilaksanakan dengan menggunakan bahan yang relatif murah dan peralatan yang relatif sederhana tanpa meninggalkan dampak yang negatif bagi lingkungan. pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. pestisida ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan serta dapat di buat dengan mudah menggunakan bahan yang murah dan peralatan yang sederhana. secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuhan. pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. pestisida ini juga relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. pestisida nabati bersifat “pukul dan lari” (hit and run), saat diaplikasikan, akan membunuh hama saat itu juga dan setelah hamanya mati, residunya akan hilang di alam. dengan demikian produk terbebas dari residu pestisda sehingga aman dikonsumsi manusia. pestisida nabati menjadi alternatif pengendalian hama yang aman dibanding pestisida sintetis. penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar. pestisida organik ini mampu mengatasi dan mengusir hama perusak tanaman pertanian dan perkebunan umumnya seperti kutu, ulat, belalang dan sebagainya beberapa manfaat dan keunggulan pestisida alami, antara lain: mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan). relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang. dapat membunuh hama/penyakit seperti ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni, dsb. dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman: tanaman orok-orok, kotoran ayam. bahan yang digunakan nilainya murah serta tidak sulit dijumpai dari sumberdaya yang ada di sekitar dan bisa dibuat sendiri. mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga obat-obatan pertanian khususnya pestisida sintetis/kimiawi. dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis. penggunaan dalam dosis tinggi sekalipun, tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati. tidak menimbulkan kekebalan pada serangga. pestisida nabati untuk mengendalikan hama belalang, wereng coklat, walang sangit, kutu, ulat, aplhid, dan trips pada sayuran dan tanaman lainnya. bahan untuk membuat pestisida nabati daun mimba 8 kg lengkuas 6 kg serai 6 kg lidah buaya 6 kg bawang putih 3 kg gula pasir 3 kg air cucian beras 10 l air kelapa 5 l air 10 l cara membuat: daun mimba, lengkuas, dan serai,bawang putih tidah buaya , gula pasir di tumbuk atau dihaluskan. seluruh bahan diaduk merata dalam 25 l air tediri dari air kelapa cucian beras dan air biasa lalu direndam sehari semalam (24 jam). keesokan harinya ramuan disaring menggunakan kain halus. larutan hasil penyaringan diencerkan kembali dengan 60 l air. larutan sebanyak itu dapat digunakan untuk lahan seluas 1 ha. penggunaan/aplikasi: semprotkan larutan pestisida nabati yang telah dibuat tersebut pada tanaman yang akan dilindungi dari serangan serangga/hama. sekian artikel cara membuat pestisida nabati dan aplikasinya semoga artikel ini bermanfaaat bagi kita semua salam kami dari tim penyuluh pertanian kecamatan tambakdahan kabupaten subang.