Tata Cara Penyemaian Benih Padi Untuk Mesin Rice Transplanter
Rice transplater, alat mesin pertanian hadir sebagai teknologi yang dapat mempercepat tanam padi, dengan hadirnya rice transplater diharapkan dapat mempercepat proses tanam, meningkatkan indeks tanam dan mengurangi output dari pemakaian tenaga tanam. Para petani kota Payakumbuh sudah mulai diperkenalkan sejak tahun 2017, namun masih terdapat beberapa masalah dalam perkembangannya, salah satunya adalah tidak berhasilnya penyemaian, padahal kunci sukses dalam menggunakan rice transplater terletak pada penyemaian. Penyemaian yang dilakukan berbeda dengan penyemaian biasa, karena penyemaian harus dilakukan sesuai standar yang bisa disesuaikan dengan Mesin Rice Transplanter. Penyemaian harus beralas plastik atau bisa menggunakan media Dapok. Tata caranya dengan menggunakan plastik yaitu : Buat tempat persemaian sesuai dengan persemaian biasa yang dilakukan petani. Bentangkan plastik diatas tempat persemaian Beri talangan di pinggiran persemaian, tujuannya agar lumpur tidak turun dan terlihat rapi. Letakkan lumpur diatas plastik dengan ketebalan ± 3 cm / sekitar 1 ruas jari Sebar benih yang telah diseleksi dan direndam anginkan selama 2 hari. Sebar secara merata dan rapat. Benih yang telah tersebar ditutup dengan karung bekas atau terpal selama ± 10 hari. Jika keadaan persemaian kering, lakukan penyiraman. Pada umur 17 s/d 25 hari bibit siap tanam. Tata cara dengan menggunakan media dapok sama dengan plastic, tanah/lumpur diisi penuh pada dapok, setelah itu benih disebar dengan rata dan rapat, Selanjutnya perlakuan sama dengan tata cara penyemaian diatas plastic. Oleh : Eko Suwanto Penyuluh Pertanian BPP Payakumbuh Utara