Loading...

TEHNIK BUDIDAYA DURIAN AGAR BERBUAH LEBAT.

TEHNIK BUDIDAYA DURIAN AGAR BERBUAH LEBAT.
TEHNIK BUDIDAYA DURIAN AGAR BERBUAH LEBAT.( Oleh : I Made Carma)Kabupaten Buleleng memiliki Luas 136.558 Hektar atau 24,25% dari luas Provinsi Bali. Sebagian besar wilayah Kabupaten Buleleng merupakan daerah berbukit yang membentang di bagian selatan, sedangkan di bagian utara yakni merupakan dataran rendah. Kabupaten Buleleng memiliki iklim laut tropis yang dipengaruhi oleh angin musim dan terdapat musim kemarau dan penghujan. Curah hujan terendah di di daerah pantai dan tertinggi di daerah pegunungan. Dari luas tersebut dibagi menjadi 3 Zone yaitu : 1) Zone dataran rendah (ketinggian 0 – 400 M dpl) diperuntukkan untuk komodite padi,jagung,kedelai dan kacang-kacangan. 2) Zone dataran medium (≥ 400 – 800 M dpl) untuk tanaman hortikultura dan perkebunan. 3) Zone dataran tinggi (≥ 800 – 1200 M dpl) untuk tanaman hortikultura,sayuran dan perkebunan. Untuk zone dataran rendah sampai zone medium sangat cocok untuk budidaya buah buahan salah satunya adalah Durian. Syarat tumbuh tanaman Durian adalah : ketinggian 50 – 800 m dpl,Intensitas cahaya 40 – 50%,suhu optimal 22- 30°c,curah hujan 1.500 – 2.500 mm/tahun,jenis tanah : hampir semua jenis tanah cocok untuk tanaman durian yang penting gembur dan subur,pH tanah :6 – 7 .Durian termasuk tanaman buah musiman yang berbuah pada musim-musim tertentu saja.Buah durian memiliki bau dan rasa yang sangat khas sehingga tersohor di seluruh dunia dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Berikut ini tehnik budidaya tanaman durian sbb :1.Pemilihan Bibit DurianPemilihan bibit durian merupakan paktor penentu keberhasilan dalam budidaya durian yang meliputi : a) Pemilihan jenis/varietas yang akan di tanam. Pemilihan Jenis durian yang akan ditanam sebaiknya berdasarkan permintaan pasar,misalnya jenis otong/kane atau jenis musangking.b) Bibit yang dipilih harus sehat,batangnya kokoh,daun cukup rimbun, sudah memiliki beberapa cabang dan terbebas dari OPT. c) Sebaiknya bibit berasal dari hasil okulasi atau tempelan hasil [perbanyakan vegetatif2.Persiapan Lahan Lahan yang akan ditanami durian sebaiknya disiapkan pada akhir musim kemarau berupa pembuatan Lobang Lobang Tanam dengan ukuran 60 x 60 cm dengan jarak tanam 10 x 10 m atau 8 x 12 m. Lobang diisi pupuk organic/pupuk kandang sebanyak ± 20 kg dan dicampur dengan bagian top soil tanah.Sebaiknya di dekat lobang tanam durian ditanami pohon pisang sebagai pohon pelindung sementara. Pelindung dari tanaman pisang pada tanaman durian yang baru ditanam bermanfaat untuk : a) melindungi tanaman durian dari sengatan matahari langsung,b) menyediakan air bagi tanaman durian karena tanaman pisang mampu mengisap air dan menyimpan air dalam tubuhnya,jadi tanaman pisang dapat menyusui tanaman durian yang baru ditanam, namun rumpun pohon pisang harus tetap dijaga agar tidak boleh lebih dari 2 pohon per rumpun.3) menyediakan unsur kalium bagi tanaman durian,4) menjaga kelembaban sehingga kehidupan mikroba tanah pada musim kemarau tetap terjaga. Pohon pisang dapat dihilangka/dibersihkan pada saat tanaman durian sudah berumur 2 tahun. 3.PenanamanPenanaman tanaman durian yang baik dilakukan pada awal musim hujan. Tanam pada lobang yang sudah disiapkan dengan membuka plastik polibag menggunakan pisau yang tajam. Robek dan buka secara hati hati jangan sampai merusak akar dari tanaman. Timbun dengan tanah yang sudah disiapkan hingga pangkal batang. Yang perlu diperhatikan dalam menimbun jangan sampai menimbun terlalu dalam,mata tempel tidak boleh tertimbun tanah.Kemudian siramlah secara perlahan,dan apabila setelah disiram terjadi local erosi maka timbun lagi dengan tanah hingga pangkal batang dan akar tanaman tidak kelihatan. Pasang ajir dengan posisi miring atau posisi 60-75 ° dan diikat agar tidak tergoyahkan .4.Pemeliharaana) Penyiraman : Pada musim kemarau perlu tanaman disiram terutama pada tahun pertama apa lagi kalo di lahan kering penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari,namun tanaman tidak boleh tergenang air terlalu lama. Apabila tanaman sudah memasuki tahun ke dua penyiraman boleh dilakukan 3 kali dalam seminggu demikian selanjutnya sampai tanaman berumur 10 tahun. Pada musim hujan tanaman tidak usah disiram.b) Penyiangan : Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma dari zone perakaran. Tegak lurus dengan tajuk daun ke dalam sampai pangkal batang tidfak boleh ada gulma. Penyiangan dilaksanakan dengan mencabut rumput atau dengan mengerus dengan cangkul,namun perlu diperhatikan agar tidak sampai merusak akar tanaman durian. Penyiangan sebaiknya dengan mencabut rumput/gulma disekitar pangkal batang.c) Pemupukan Tanaman Yang Belum Berbuah : Pemupukan dengan pupuk organic dapat diberikan dengan membuat parit melingkar tegaklurus dengan tajuk daun dapat dilakukan pada awal musim hujan. Dosis untuk pupuk organic 20 -30 kg/pohon . Sedangkan untuk pupuk kimia dapat dilakukan sesuai umur tanaman durian sbb : 1) Pupuk NPK (15:15:15) dilakukan 2 x dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim penghujan dengan dosis 40 – 80 gram/pohon/tahun pada tanaman umur 1 tahun. 2)Tanaman durian umur 2 Tahun dosis NPK 150 – 300 gram/pohon/tahun.3) Tanaman durian umur 3-4 tahun dosis pupuk NPK 400 – 600 gram/pohon/tahun. Pemupukan untuk tanaman durian yang sudah berbuah dapat dilakukan sebagai berikut :o Setelah pemangkasan setelah habis berbuah kira kira awal januari : Pupuk organic 50-75 kg/pohon dan NPK (16:16:16) 250 – 500 grm/pohon,dengan cara menebar di bawah tajuk pohon melingkar secara merata kemudian ditutup dengan tanah secara tipis.o Pada akhir musim hujan April – Mei saat pucuk mulai menua NPK (16:16:16) dengan dosis 250 – 500 gram/pohon, dengan cara menebar dibawah tajuk pohon secara merata kemudian ditutup dengan tanah secara tipis.d) Pemangkasan : Pemangkasan bentuk dilakukan pada saat tanaman durian berumur 1 tahun. Peliharalah satu batang utama,potong calon cabang primer yang tidak diinginkan (cabang sakit,bentuknya tidak normal,cabang yang terlalu panjang dll),pertumbuhan cabang diarahkan mendatar. Cabang terendah dipertahankan 0,7 – 1 m dari permukaan tanah. Selain pangkasan cabang/ranting perlu juga dilakukan pangkasan akar,Pangkasan/pemotongan akar bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan vegetative, mempercepat pembuahan dan meningkatkan kualitas buah. Waktu pangkasan/pemotongan akar dilakukan saat tanaman mulai berbunga dan paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Cara memangkas/pemotongan akar yaitu pada dua sisi barisan pangkal batang. Umur tanaman durian baru boleh dilakukan pemotongan/pangkasan akar pada saat tanaman telah berumur 4 tahun. Pangkasan Pemeliharaan : Pangkasan pemeliharaan dilakukan saat tanaman mulai berbuah pertama dengan cara memangkas cabang/ranting yang sakit,pertumbuhan tidak normal,tunas liar yang tumbuhnya tidak pada tempatnya. Setelah memangkas oleskan meni/cat/pestisida pada bekas pangkasan.e.) Penyerbukan buatan. Terkadang bunga durian gagal menjadi buah atau bunga rontok tanpa terjadi pembuahan,untuk itu perlu di bantu dengan penyerbukan buatan. Cara penyerbukan buatan adalah sbb : Kumpulkanlah serbuksari dalam kantong plastic yang bersih dengan cara menggoyang goyangkan bunga durian yang sedang mekar atau disapu dengan kuas yang halus kemudian oleskanlah serbuk sari ke kepala putik dengan kuas halus. Penyerbukan buatan ini dilakukan hanya boleh pada malam hari jam 19.00 – 21.00.f) Penjarangan buah : Penjarangan buah sebaiknya dilakukan pada saat buah durian sebesar bola tenis. Caranya yaitu buanglah buah yang bentuknya tidak normal dengan menyisakan 2-3 buah setiap dompolan.g)Pengendalian Hama dan Penyakit : Hama yang menyerang buah Durian diantaranya : a) Penggerek buah,dikendalikan dengan kultur teknis yaitu dengan membungkus buah,pengasapan untuk mengusir imagonya.b) Lalat buah durian dapat dikendalikan dengan antraktan seperti petrogenol (perangkap lalat buah).c) Kutu putih : dapat dikendalikan dengan membiarkan semut hitam berkembang di pohon durian.