Loading...

TEHNIK BUDIDAYA PADI HIBRIDA

TEHNIK BUDIDAYA  PADI HIBRIDA
Benih Benih padi hibrida hanya dapat digunakan untuk satu kali musim pertanaman. Karena benih dari hasil pertanaman padi hibrida tidak dapat ditanam kembali, maka setiap kali menanam harus menggunakan benih baru. Untuk 1 hektar areal pertanaman membutuhkan antara 10 – 20 kg benih. Sebelum disebar, benih direndam selama 24 jam kemudian ditiriskan dan diperam selama 24 jam ditempat yang aman. 2. Pesemaian - Areal untuk lahan pesemaian diusahakan bukan bekas tanaman padi atau bero untuk menghindari benih tercampur dengan padi varietas lain. - Tanah diolah, dicangkul atau dibajak, dibiarkan dalam kondisi macak-macak selama minimal 7 hari agar gabah yang ada dalam tanah tumbuh sehingga bisa dibersihkan sebelum benih disebar. - Buat bedengan dengan tinggi 5-10 cm, lebar 110 cm dan panjang disesuaikan dengan ukuran petak dan kebutuhan. - Pupuk pesemaian dengan urea, TSP dan KCl masing-masing sebanyak 5 gr/m2. - Sebar benih yang telah diperam dengan merata. 3. Persiapan Lahan. - Tanah diolah secara sempurna yaitu dibajak I, dibiarkan selama 5-7 hari dalam keadaan macak-macak kemudian dibajak II dan digaru untuk melumpurkan dan meratakan tanah. Untuk menekan pertumbuhan gulma, lahan yang telah diratakan disemprot dengan herbisida pratumbuh dan dibiarkan selama 7-10 hari. 4. Penanaman. - Penanaman dilakukan saat bibit berumur 21 hari. - Jarak tanam 20 x 20 cm, satu tanaman per rumpun. - Biasanya pada umur 21 hari ada sebagian bibit yang telah mempunyai anakan karena populasi bibit dipesemaian lebih jarang dari yang biasa dipraktekan petani. Bibit yang telah mempunyai anakan tidak boleh dipisahkan pada saat menanam. 5. Pemupukan. a. Musim kemarau - Takaran pupuk : 300 kg urea, 100 kg SP 36 dan 150 kg KCl/ha. - Waktu pemberian : 1. Saat tanam : 60 kg urea + 100 kg SP 36 + 100 kg KCl/ha. 2. 4 MST : 90 kg urea /ha. 3. 7 MST : 75 kg urea + 50 kg KCl/ha. 4. 5% berbunga : 75 kg urea/ha. b. Musim hujan - Takaran pupuk : 250 kg urea, 100 kg SP 36 dan 150 kg KCl/ha. - Waktu pemberian : 1. Saat tanam : 50 kg urea + 100 kg SP 36 + 100 kg KCl/ha. 2. 4 MST : 75 kg urea /ha. 3. 7 MST : 75 kg urea + 50 kg KCl/ha. 4. 5% berbunga : 50 kg urea/ha. 6. Pemeliharaan Tanaman - Penyiangan dilakukan secara intensif paling sedikit 2 kali menjelang pemupukan 2 dan 3 - Padi hibrida peka terhadap penyakit tungro dan hama wereng coklat, oleh karena itu hindari pengembangan di daerah endemis hama dan penyakit, terapkan PHP dengan monitoring keberadaan tungro dan populasi wereng coklat. Perhatikan juga serangan hama tikus dan penerbangan ngengat penggerek batang. - Insektisida yang manjur mengendalikan hama wereng coklat dan wereng punggung putih diantaranya fipronil dan imidakloprid. Insektisida buprofezin juga dapat digunakan untuk mengendalikan. Untuk mengendalikan penyakit tungro dapat digunakan insektisida imidakloprid, tiametoksan, etofenproks dan karbofuran. 7. Panen - Saat panen yang tepat adalah pada waktu biji telah masak fisiologis, atau sekitar 90 % malai telah menguning. - Setelah dipanen, gabah harus segera dikeringkan agar diperoleh rendemen dan mutu beras yang baik. - Pada prinsipnya cara panen dan pengolahan hasil padi hibrida tidak berbeda dengan padi biasa (padi inbrida).