Cengkih (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum), dalam bahasa Inggris disebut cloves, adalah tangkai bunga kering beraroma khas dari keluarga pohon Myrtaceae. Cengkih adalah tanaman asli Indonesia, Tanaman ini telah digunakan secara global sebagai bumbu umum untuk makanan.pedas di negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama pembuatan rokok kretek khas Indonesia. A. Iklim dan Tanah Tanaman cengkeh tumbuh dengan baik di tanah liat, kaya tropis lembab dan dapat tumbuh dengan baik di tanah merah Kerala, sebuah iklim yang lebih dingin dengan curah hujan terdistribusi dengan baik sangat ideal untuk situs pembungaan. karena tanaman cengkeh tidak tahan dengan kekeringan, sebab bila terjadi kekeringan pada pohon cengkeh dapat mengakibatkan kematian pada pohon yang masih berusia 1 – 2 tahun, dan beakibat mati ranting bila kekeringan pada pohon yang sudah tua/dewasa,juga mengakibatkan hasilnya kurang produktif .Baik itu drainase karena tanaman tidak dapat menahan kondisi masuk air. Yang berlebihan ,jadi tanaman cengkeh ini dapat tumbuh subur dengan baik di daerah yang curah hujan tahunan mencapai 150-300 mm dan tanaman cengkeh ini dapat tumbuh di ketinggian 1500m di atas permukaan laut B. Bahan Tanam Untuk memperoleh pohon cengkeh yang produktif dan berkualitas, sebaiknya para petani harus bisa memproduksi biji yang berkualitas untuk keperluan pembibitan di antaranya yaitu: Benih harus dikumpulkan dari buah yang sudah masak untuk meningkatkan kualitas benih Buah-buahan untuk budidaya sebagai benih, dikenal sangat populer sebagai “ibu dari cengkeh” cengkeh yang telah terpilih untuk diambil bijinya buat pembenihan atau pembibitan,di rekomendasikan biarkan matang di pohon Pohonnya sehat,Percabangannya rapat mulai dari bawah dan atas Daunnya rimbun dan Umurnya 10 tahun ke atas C. Persemaian dan Pembibitan Proses budidaya cengkeh biasanya dimulai dari kerja pembibitan dan persemaian. Agar bisa memperoleh dan menghasilkan pohon cengkeh yang produktif dan berkualitas, maka kerja pembibitan dan persemaian harus dilakukan secara baik, cermat dan teliti. Dalam memilih tempat persemaian, ada beberapa factor yang diperhatikan : Tanah harus subur dan mudah diairi (terutama pada musim kemarau) Tempat persemaian harus terlindung dari angin kencang Tempat strategis (misalnya mudah mengangkut benih dan dekat dengan areal tanam Tahap-tahap kerja yang harus dilakukan dalam persemaian : Membuat patok atau tanda pada tanah yang akan dicangkul. Lebarnya maksimal175 cm dan panjangnya maksimal 5 meter, atau ditentukan secara kondisional dengan cara melihat lahan atau medan. Di antara bedengan persemaian diberi parit air kira-kira 50 cm. Pencangkulan tanah yang akan dibuat bedengan sedalam kira-kira 30 cm. Membersihkan rerumputan dan tanaman pengganggu lainnya hingga ke akar-akarnya. Pencangkulan diulangi 3 kali untuk menggemburkan tanah, kemudian digulut kira-kira 20 cm di atas permukaan parit. Sekeliling tiap gulutan/bedengan persemaian diberi penahan (amping) supaya tanah persemaian tidak larut kena air Tanah dicampur dengan pupuk kandang yang telah masak rata-rata 1 blek tiap 3m² atau kondisional, melihat intensitas kesuburan tanah. Memasang peneduh setinggi rata-rata 2 meter dengan atap alang-alang, daun kelapa atau jerami. Tiap-tiap gukutan/bedengan disemprot dengan insektisida atau dicampur bubuk incex untuk membunuh ulat tanah, gangsir, rayap, dan lain-lain, yang senang memakan bibit cengkeh. Setelah semuanya siap, biji mulai ditanam. Pilihlah biji kualitas terbaik atau unggul. Biji bisa disediakan sendiri jika mempunyai induk tanaman cengkeh yang bagus. Jika tidak punya benih yang bagus, sebaiknya mencari di toko-toko pertanian atau lembaga-lembaga pertanian dan tanaman yang terpercaya Jika benih dari biji akan dipindahkan pada umur 1 tahun, maka jarak tanamnya 20 x 20 cm. jika benih dari biji akan dipindahkan pada umur 2 tahun, maka jarak tanamnya 30 x 30 cm Sebaiknya biji dikecambahkan dulu, kurang lebih selama 5 hari sehingga pertumbuhan akarnya lurus dan baik. Caranya, biji ditempatkan pada keranjang-keranjang pipih yang diberi tanah secukupnya. Biji cengkeh ditaruh berjajar rata pada tempat tersebut. Jika sudah berkecambah, maka biji dibawa ke persemaian, dicabuti satu-satu dan ditanam persis pada leher akarnya. Dengan cara ini, batang dan akar cengkeh akan tumbuh lurus sehingga memudahkan penanaman di areal tanam kelak. Jika tidak ada hujan hingga 2 – 3 hari berturut-turut, maka benih harus ceepat disiram dengan alat penyiram yang lubangnya halus, agar biji-biji tidak terpelanting. Pada umur tiga bulan, tanah-tanah sekitar bibit-bibit tadi digemburkan dengan solet (bamboo selebar 2 jari yang ditipiskan). Selain itu, rerumputan dan tanaman pengganggu harus dicabuti agar tidak merampas gizi-gizi dalam tanah yang menjadi jatah makanan benih cengkeh Penggemburan tanah sekaligus disertai pemberian pupuk urea dengan dosis ± 30 gram per m². penggemburan tanah dan pemupukan dengan cara yang sama dilakukan tiap satu bulan sekali. Jika benih telah berumur empat bulan maka peneduh mulai dijarangkan, sehingga pada umur satu tahun peneduh buatan sudah bisa dibuka, supaya benih mendapat sinar matahari yang banyak. Karena semakin banyak sinar matahari akan berpengaruh pada percabangan menjadi baik dan sehat.Bibit bisa sipelihara di persemaian hingga berumur 1 – 2 tahun, dan penggunaan bibit yang berumur 2 tahun akan lebih baik pada pertumbuhannya. Pengambilan bibit harus hati-hati jangan sampai akarnya rusak Cara pengambilan benih harus hati-hati, usahakan pengambilan benih dengan tanahnya supaya akar tidak rusak, kemudian tanah yang didalamnya akar dapat dibungkus dengan plastic dan gedebog pisang yang telah dikeringkan, atau dengan pembungkus lain, yang paling penting tanah dan akar tidak pecah Setelah benih dibungkus, taro benih ditempat yang teduh selama 1 – 2 minggu, selama bibit disimpan sebaiknya disemprot dengan K.O.C 1 – 2% untu menahan pertumbuhan jamur pada daun. Akan lebih baik lagi kalau disemprot dengan insektisida Setelah disimpan 1 – 2 minggu, bibit yang tidak layu bisa ditanam di areal tanam. Kematian selama pemutaran bibit kira-kira terjadi sebanyak 1% saja. Bibit yang layu biasanya bisa tumbuh segar kembali. Pucuk/pupus yang kering sebaiknya dipotong untuk mempercepat pertumbuhan D. Persiapan Lahan dan Penanaman Lahan yang dipilih untuk meningkatkan perkebunan cengkeh harus dicangkul,digemburkan dan dibersihkan dari pertumbuhan rumput-rumput liar. Kemudidan buat lubang dengan ukuran dari 75x75x75,cm digali dengan jarak 6-7 mts. kemudian jarak yang harus disesuaikan dengan jarak tanaman utama. Penutupan lubang dilakukan dengan mencampur dengan kompos, pupuk kandang sapi, dan dicampur dengan TSP juga tanah galian pada tiap lubang tanam. yang ditransplantasikan di bidang utama selama awal musim hujan, di Juni-Juli, dan di dataran rendah menjelang akhir bulan, September -October. E. Pemupukan Tujuan pemupukan pada tanaman cengkeh adalah untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman cengkeh serta meningkatnya produksi buah cengkeh.Pemupukan yang tidak tepat dosis, waktu, dan caranya menyebabkan tanaman tidak tumbuh baik dan optimal. Tanaman akan kekurangan unsur hara maupun kelebihan pupuk. Demikian juga sebaliknya, pemupukan yang kelebihan dosis bisa menimbulkan ketidak seimbangan unsur hara dalam tanah, merusak sifat tanah, dan pencemaran lingkungan. dan pemberian pupuk yang baik dan tepat harus mengetahui kondisi lahan dan tanaman di antaranya yaitu: Untuk pertamakali bilamana belum pernah diberikan DSP, dosis per pohonnya 5 kg. Selanjutnya setiap pemupukan 4 kg / pohon (sesuai dosis). Khusus tanah marginal, umumnya tanah berwarna terang atau daerah berbukit (podsolik merah kuning) penambahan pupuk kandang secara rutin sangat diperlukan.Pupuk ternak kandang atau kompos 50 kg Bila menggunakan NPK 15-15-15, dosis perpohonnya adalah 4 kg NPK dan 4 kg DSP. Pemupukan dilakukan 2 kali pertahun yaitu awal dan akhir musim hujan.