Loading...

TEHNIK MENGECAMBAHKAN DAN PESEMAIAN PADI HIBRIDA

TEHNIK MENGECAMBAHKAN  DAN PESEMAIAN PADI HIBRIDA
TEHIK MENGECAHKAN BENIH PADI HIBRIDA (Peluang dan Permasalahan PADI HIBRIDA) widi riswanto BP Kec Maos PENDAHULUANSering dijumpai petani mengeluh benih padi hibrida harganya sangat mahal, tidak tumbuh dan / busuk bulir banyak yang hampa dan tidak tahan hama/penyakit. hal ini bukan semata mata varietas yang jelek atau benih yang tidak berkwalitas. Tetapi karena sosialisasi dan pengetahuan yang masih kurang baik petani maupun penyuluh. Sehingga wajar apabila banyak petani yang gagal dalam berbudidaya padi hybrida. Banyak orang /petugas/pejabat beranggapan bahwa varietas apapun (hybrida/Inbrida) asal dibudidayakan dengan tehnologi yang baik akan berproduksi tinggi. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar terbukti setiap ada program bantuan benih hybrida banyak petani kecewa dan tidak ditindak lanjuti oleh petani dengan berswadaya membeli benih sendiri, tetapi kembali menanam padi inbrida. Dari pengalaman dilapangan dijumpai permasalahan al:1. Benih padi hibrida mahal2. Benih diperam tidak tumbuh3. Bulir hampanya tinggi Benih padi hybrida sepintas sama dengan benih padi inbrida, namun bila dicermati sebenarnya ada perbedaan dalam bentuk fisik benih.Beberapa hal yg membedakan benih Hybrid dengan inbrid antara lain:1. Benih inbrid dihasilkan dari penyerbukan sendiri sehingga bentuk gabah lebih seragam dan lebih bernas. Sementara benih padi hybrida dihasilkan dari penyerbukan 2 galur ( R X GMJ ) sehingga benih ada yang bernas dan ada yang kurang bernas, warna gabah tidak seragam (kadang banyak yang berwarna hitam seperti bekas terserang hama walang sangit) dan apabila direndam banyak yang mengapung.2. Benih hibrida memiliki kulit (SEKAM) yang gampang pecah, kadang juga sering dijumpai benih yang kulitnya (sekam) tidak menutup sempurna.3. Benih hybrida rata-rata berukuran lebih kecil dibanding benih inbrid. PERENDAMAN DAN PEMERAMANUntuk menumbuhkan benih padi hybrida ada cara tertentu dan tidak bisa diperlakukan sama dengan benih padi inbrida. 1. Sebelum direndam benih padi hybrida harus dicuci dulu untuk menghilangkan jamur dan zat pewarna dari fungisida yg biasa ditambahkan oleh perusahaan produsen benih. Sementara untuk benih inbrid bisa langsung direndam.2. Benih yang mengapung dipisahkan tetapi jangan dibuang. Benih yang mengapung tetap direndam dan di peram karena masih bisa tumbuh.3. Perendaman benih Hybrida tidak boleh terlalu lama (6-12 jam) sementara untuk benih inbrid biasanya petani merendam 24 jam s/d 48 jam. Benih padi hybrida yang direndam terlalu lama akan mennyebabkan banyak benih yang kulitnya pecah, berasnya keluar dan busuk.4. Air yang digunakan harus air bersih (air PAM atau Air sumur).5. Setelah ditiriskan sebaiknya benih hybrida direndam dalam air hangat sekitar 5 menit dengan tujuan untuk membilas sisa air rendaman yg kadang berbau busuk dan mempercepat pematahan dormansi.6. Pemeraman benih Hybrida tidak boleh terlalu tebal. Pemeraman dilakukan dengan cara: ? Tempat untuk memeram benih yang sudah ditiriskan sebaiknya berongga sehingga panas yang timbul dari proses peperaman dapat keluar dan ada sirkulasi udara. Contoh: karung goni atau karung bekas kemasan pupuk.? Lokasi untuk memeram tidak terkena sinar matahari langsung.? Pemeraman diberi alas kain bekas 2/3 lapis agar sisa air rendaman bisa meresap. ? Benih diratakan dengan ketebalan 1 s/d 3 cm dengan tujuan agar panas yang timbul akibat pemeraman dapat keluar sehingga benih tidak busuk. ? Bagian atas ditutup dengan kain bekas yg sudah di dibasahi agar kelembaban tetap terjaga.? Sebaiknya kain/kaos jangan hanya satu lembar tetapi juga jangan terlalu tebal (2-3 lembar kain bekas) dapat juga menggunakan spon bekas jok/kursi? Benih dikontrol setiap 12 jam.? Apabila daya kecambah (DK) benih baik, benih bisa disemai setelah pemeraman 24 jam, apabila benih DKnya kurang baik pemeraman bisa sampai 3 hari. PESEMAIANAturan pembuatan pesemaian sama dengan pembuatan pesemaian pada umumnya, yang membedakan hanya benih yang dipakai lebih sedikit. Luas pesemaian 3% dari luas lahan ( 300 M2 /Ha) dan Jumlah benih yang dibutuhkan 10 kg/Ha dengan demikian maka pesemaian menjadi jarang, benih tidak bertumpuk.Keuntungan dari pesemaian jarang adalah:1. Jumlah benih lebih sedikit, ada pengurangan >15 kg/ha.2. Ada ruang untuk tumbuh bibit, sehingga bibit lebih kokoh dan besar.3. Tunas anakan sudah tumbuh sejak di pesemaiaan sehingga pembentukan anakan sudah dimulai sejak dipesemaian.4. Pertumbuhan lebih cepat sehingga pindah tanam dapat dilakukan lebih cepat (+ umur pesemaian 15 hari). Edisi selanjutnya: Tehnis budidaya