TEHNIK PEMBUATAN TERASERING OLEH : RUSLAN,SP KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI Ketika bepergian ke daerah dataran tinggi atau pegunungan, kita sering melihat pemandangan indah berupa hamparan sawah yang bertingkat- tingkat. Masyarakat biasa menyebut sawah bertingkat tersebut dengan nama sengkedan. Bercocok tanam dengan teknik sengkedan ini lebih dikenal dengan istilah terasering. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan terasering? Menurut Sukartaatmadja (2004), pengertian terasering adalah bangunan konservasi tanah dan air yang secara mekanis dibuat untuk memperkecil kemiringan lereng atau mengurangi panjang lereng dengan cara menggali dan mengurug tanah melintang lereng. Definisi lain dari terasering adalah suatu pola atau teknik bercocok tanam dengan sistem bertingkat (berteras- teras) sebagai upaya pencegahan erosi tanah Fungsi Terasering Pembuatan terasering bermanfaat untuk meningkatkan peresapan air ke dalam tanah dan mengurangi jumlah aliran permukaan sehingga memperkecil resiko pengikisan oleh air. Selain memiliki manfaat, pembuatan terasering juga mempunyai fungsi tertentu. Berikut adalah beberapa fungsi dari terasering. Menjaga dan meningkatkan kestabilan lereng. Memperbanyak resapan air hujan ke dalam tanah (baca : Manfaat Sumur Resapan). Mengurangi run off atau kecepatan aliran air di permukaan tanah (baca : Ciri Ciri Air Tanah Permukaan). Mempermudah perawatan atau konservasi lereng (baca : Konservasi air Tanah). Mengurangi panjang lereng atau memperkecil tingkat kemiringan lereng. Mengendalikan arah aliran air menuju ke daerah yang lebih rendah sehingga tidak terkonsentrasi pada satu tempat. Menampung dan menahan air pada lahan miring Jenis- Jenis Terasering Terasering dapat dikelompokkan dengan berbagai macam cara. Menurut bentuknya, terasering dikategorikan ke dalam 8 bentuk yaitu teras kredit, teras individu, teras datar, teras guludan, teras bangku, teras batu, teras saluran dan teras kebun. TEKNIS PEMBUATAN TERAS Teras individu / Tapak kuda Yaitu meratakan tanah di sekitar/piringan K.S. pada areal dengan kemiringan lahan 8 - 15 derajat Tapak kuda idealnya dibuat setelah pancang/ajir Ajir gunakan ajir segitiga sama sisi / mata lima. Pembuatan juga masih dapat dilakukan setelah tanam, bahkan di TM sekalipun jika diperlukan. Ukuran Tapak Kuda idealnya 4 x 4 m, tapi mempertimbangkan mahalnya pembuatan tapak kuda bisa di buat bertahap, sebelum tanam 1 × 1 m selanjutnya dilebarkan sesuai kondisi pokok hingga lebar 4 × 4 m di saat TM. Dasar 4 x 4 yaitu didasarkan jari2 piringan 2 m, dengan lebar ini cukup membantu kegiatan panen dan sebaran brondolan jatuh. Pembuatan diawali mencangkul tanah sisi atas ditimbunkan ke sisi bawah, Alat untuk meratakan tanah bisa gunakan cangkul dan skop. Pembuatan dengan alat berat gunakan excavator kerjakan sebelum tanam, jika dikerjakan setelah tanam dikhawatirkan pergerakan alat mengganggu tanaman, Excavator digunakan PC 50 atau 100 supaya lebih lincah pergerakannya dilapangan, Permukaan tapak kuda di buat dengan kemiringan ke arah dalam 10 derajat.. Siring tapak kuda dibuat dari karung isi tanah, Siring juga bisa memanfaatkan kayu-kayuan di lapangan ex tebangan, dengan kayu keras tahan cuaca, Lakukan pemadatan / penggeblekan, Buat tanggul di sisi luar/bawah tapak kuda sebagai penahan air.