TEKNIK PENGENDALIAN HAMA KEONG MAS  Tanaman padi merupakan salah satu komoditas pangan yang harus terpenuhi kecukupannya untuk menunjang kelangsungan hidup sebahagian besar penduduk Indonesia. Salah satu upaya untuk mempertahankan kecukupan pangan adalah melalui pengendalian faktor-faktor pembatas. Salah satu faktor pembatas yang penting adalah serangan hama penyakit. Keongmas atau pomacea canaliculata merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman padi. Di Provinsi Aceh misalnya, keongmas telah menjadi hama utama, terutama pada areal sawah beririgasi. Tingkat serangan hama tersebut pun tergolong cukup tinggi. Serangan berat umumnya terjadi di persemaian sampai tanaman berumur di bawah 4 MST. Pada tanaman dewasa, gangguan keongmas hanya terjadi pada anakan sehingga jumlah anakan produktif menjadi berkurang. Perkembangan hama ini sangat cepat, dari telur hingga menetas hanya butuh waktu 7-4 hari. Di samping itu, satu ekor keongmas betina mampu menghasilkan 15 kelompok lelur selama satu siklus hidup (60-80 hari), dan masing-masing kelompok telur berisi 300-500 butir (Anonymous, 1993). Seekor keongmas dewasa mampu menghasilkan 1000-1200 telur per bulan (Anonymous, 1995). Kerugian yang ditimbulkan oleh hama ini cukup besar. Tahun 1989 di Filipina misalnya, kerusakan tanaman padi mencapai 400.000 ha. Di Indonesia gangguan hama keongmas juga cukup signifikan. Di Kabupaten Aceh Singkil, keongmas menyerang tanaman padi hampir disetiap lahan sawah baik irigasi maupun non irigasi . Hal yang sama juga terjadi di kabupaten lainnya yang ada di provinsi Aceh sehingga banyak tanaman padi gagal panen. Untuk mengatasi perkembangan hama ini secara luas perlu dicari teknologi pengendalian yang tepat serta efektif, sehingga perkembangan keongmas dapat ditekan berada di bawah ambang ekonomi. Berikut ini cara alami untuk pengendalian Hama Keong Mas : pemasangan perangkap telur dan pemungutan keong mas secara berkala Perangkap telur terdiri dari kayu bambu, pelepah rumbia, rantingranting kayu. Panjang kayu perangkap 1-1,5 m. Besar kayu perangkap (diameter) 1-3 cm. Pemasangan tiang perangkap didalam petakan sawah, 1-3 meter jarak dari pematang sawah . Jarak masing-masing tiang 2-3 meter atau lebih. Jumlah tiang perangkap 200 batang/ha. Pemasangan tiang perangkap pada umur tanaman padi 1 minggu setelah tanam ampai dengan 4 minggu setelah tanam. Pemungutan/pembuangan kelompok telur yang menempel pada tiang: seminggu 1 atau 2 kali. Pemungutan keong mas 3 kali seminggu. Tinggi air dalam petakan 5-10 cm.  Pemberian umpan perangkap dan pemungutan keong mas secara berkala Umpan perangkap terdiri dari daun, batang, tangkai pepaya dan daun kuda-kuda. Peletakan umpan perangkap diletakkan dalam petakan sawah secara berjejer. Jarak peletakan umpan antara satu dengan yang lain 1-2 meter. Jumlah umpan yang digunakan 40 kg/ha. Waktu mulai peletakan umpan sebelum tanam sampai dengan 5 minggu setelah tanam. Tinggi air dalam petakan 5-10 cm. Pemungutan keong mas 3 kali seminggu. Pelepasan itik di areal sawah Waktu pelepasan 1 minggu setelah tanam sampai dengan umur 45 hari setelah tanam. Jumlah itik yang dilepaskan 25 ekor/ha. Waktu pelepasan pagi dan sore hari. Pemberian Saponin fermentasi bungkil teh di masukan dalam kain disimpan dan ditempatkan di  masuknya air ke sawah kita. Saponin merupakan ampas dari pembuatan minyak biji teh yang banyak dipakai oleh pengelola tambak untuk membunuh ikan liar.  Oleh : Siti Khalijah, SP