Loading...

TEHNOLOGI PRODUKSI SORGUM

TEHNOLOGI PRODUKSI SORGUM
Tanaman sorgum merupakan tanaman serealia yang potensial untuk diangkat menjadi komoditas agroindustri.Hal ini dimungkinkan, karena tanaman sorgum mempunyai ragam manfaat yang tinggi. Biji sorgum dapat dipakai untuk : (1) makanan pengganti beras, bahan baku roti, industri makanan ringan/snack; (2) bahan baku industri lem dan industri minuman (bir); (3) bahan baku industri pakan ternak; (4) bahan baku untuk media jamur merang (Mushroom) dan jamur kayu; (5) bahan baku untuk monosodium glutamate (MSG). Sedangkan batang dan daun sorgum dapat dipakai untuk hijauan makanan ternak. Sorgum manis dapat diproses menjadi gula atau bahan baku industri alkohol, dan industri minyak. 1. Klassifikasi Tanaman Sorgum; Sorgum yang dikenal di berbagai daerah Indonesia mempunyai istilah yang berbeda-beda, seperi; "cantel" diberbagai desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur, jagung "centrik" di daerah Jawa Barat, "batara tojeng" di berbagai desa di Sulawesi Selatan. Tanaman sorgum termasuk famili Gramineae, dengan klasifikasi sebagai berikut :Kelas Monocotyledon, FamiliGramineae, genus Sorghum, SpeciesSorghum bicolor (L) 2. Lingkungan Tumbuh; Tanaman sorgum mempunyai keistimewaan yang sangat jarang dimiliki oleh tanaman lain, yaitu dua sifat yang berlawanan, tahan kering dan tahan basah (tergenang). Karena tanaman sorgum mempunyai sifat tahan kering, tanaman ini sering disebut sebagai "tanaman unta" (camel palm).Suhu optimum yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman sorgum antara 23 – 30 ? C dengan kelembaban relative 20–40%, sedangkan suhu tanah yang baik untuk pertumbuhannya adalah ? 25 ? C. Pada daerah-darah yang tingginya lebih dari 800 m dpl dengan suhu udaranya kurang dari 25 ? C, pertumbuhan tanaman akan terhambat dan umurnya lebih panjang.Daerah dengan jumlah curah hujan dan kelembaban yang rendah sangat cocok untuk tanaman sorgum. Curah hujan 50 - 100 mm per bulan pada 2 – 2,5 bulan sejak tanam, diikuti dengan periode kering merupakan curah hujan yang ideal untuk keberhasilan produksi sorgum. Tanaman sorgum banyak memerlukan air saat tanam sampai tanaman berumur 4 – 5 minggu, walaupun demikian tanaman sorgum dapat tumbuh dan menghasilkan dengan baik pada daerah yang mempunyai curah hujan cukup dan lahan yang cukup subur. 3. Teknik Budidaya; (1). Pemilihan Benih Sumber; Pada daerah-daerah yang ketersediaan airnya terbatas lebih cocok apabila menggunakan varietas yang berumur genjah, karena pada keadaan ini tanaman hanya mempergunakan sisa air yang ada (tanpa pengairan). Sehingga apabila mnggunakan varietas yang berumur panjang dikhawatirkan akan kehabisan air pada waktu pengisian biji. Periode kritis tanaman sorgum adalah pada masa perkecambahan, waktu berbunga, dan periode pengisian biji. Untuk daerah-daerah yang ketersediaan airnya cukup, pemilihan varietas dapat lebih leluasa.(2). Penanaman dan Pemeliharaan; (a). Penyiapan LahanTanah bisa dibajak 2 kali, digaru dan diratakan, sekeliling petakan dibuatkan drainase, dilakukan 2 – 4 minggu sebelum tanam serta bersihkan dari sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu.(b).Penanaman; a.Waktu tanam sebaiknya pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau b.Penamanan secara sebar benih disebar di dalam barisan, jarak antara barisan tanaman anatara 50 – 75 cm dengan 15 – 16 biji per meter. c. Penanaman secara tugal, buat lubang tanam dengan tugal sedalam 3 – 5 cm dengan jarak antara lubang tugal dalam barisan 10 – 25 cm, jumlah benih per lubang 2 – 3 biji. Setelah biji dimasukkan lalu lubang tugal ditutup dengan tanah. Pembuatan lubang jangan terlalu dalam karena akan mengurangi kemampuan/kecepatan berkecambah dari benih.d.Untuk memproduksi calon benih sorgum cara penanaman yang dianjurkan adalah secara tugal karena memudahkan pelaksanakan seleksi dan rouging.(3).Pemupukan;Takaran pupuk diantaranya yaitu 300 kg urea/ha + 200 kg SP36/ha + 100 KCI/ha.Pemupukan 2 kali, pertama bersamaan waktu tanam (150 kg urea/ha + 200 kg/ha + 100 kg KCL/ha) dan kedua 30 hatri setelah tanam (150 kg urea/ha).Pupuk diberikan dalam lubang ± 15 cm disamping tanaman dan ditutup dengan tanah.(4).Penyiangan;Penyiangan pertama dilakukan pada umur 21 hari setelah tanam dan penyiangan kedua pada umur 45 hari bersamaan dengan pembumbungan.(5). Pengendalian Hama dan Penyakit; (a). Pengendalian lalat bibit dengan pemberian insektisida 20 kg/ha Furadan 3G melalui pucuk tanaman saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam, (b). Pengendalian ulat tanah dengan pemberian insektisida 20 kg/ha 3G melalui pucuk tanaman dilakukan bersamaan saat tanam. (c). Penyakit karat daun dikendalikan dengan memangkas daun yang terinfeksi atau dengan rotasi tanaman. (d).Penyakit bercak daun dikendalikan dengan menggunakan fungisida Dithane M45 sesuai dosis yang dianjurkan sedangkan penyakit kapang jelaga pengendaliannya dengan memyemprotkan kapur atau menghembuskan belerang.(6). Pemberian Air; (a).Pada saat sebelum tanam sampai fase pengisian biji membutuhkan air cukup banyak, pengairan dilakukan secara rutin sekali dalam seminggu, (b).Pengairan dilakukan dengan digenangi hingga tanah cukup basah. Keadaan air tanah harus kondisi lembah.(7).Panen; (a).Sorgum siap dipanen jika biji sudah bernas dan keras, tidak dapat ditekan dengan kuku, daun serta malai menguning. (b).Fisik tanaman tidak rusak, seperti banyak yang tumbuh di pohon;(c).Waktu panen cuaca tidak hujan dan tanaman sudah bebas dari kerumunan embun; (d).Alat-alat panen memenuhi persyarat dan bersih;(e).Untuk menghindari penurunan mutu calon benih, hasil panen harus segera diangkut dari lapangan ke tempat pengolahan dan segera dilakukan pengolahan. Cara panen yang dapat dilaksanakan, diantaranya dengan menggunakan pisau, sabit (tradisional). Saat panen yang baik untuk dilakukan, yaitu pada kadar air biji sekitar 20 – 30 %. Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : Ali.bosarharahap@yahoo.co.idSumber : Direktorat Perbenihan, Direktoraral Jenderal Tanaman Pangan. 2012. Pedoman Tehnis Tehnologi produksi Benih Sorgum. Kementerian Pertanian. Jakarta.