Loading...

TEKNIK BUDIDAYA JAGUNG MANIS

TEKNIK BUDIDAYA JAGUNG MANIS
Jagung manis termasuk kedalam keluarga (famili) rumput-rumputan (Gramineae). Dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan kedudukan jagung diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdon : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisio : Speunatophyta (tumbuhan berbiji) Sub L)ivisio : Angiospeunae (berbiji tertutup) Kelas : Monocotyledore (berkeping satu) Ordo : Graminae (rumput-rumputan) Famili : Graminaceae Genus : Zea Species : Zea mays saccharata Linn. Syarat tumbuh tanaman jagung Keadaan iklim a).Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40 derajat LS. B) b).Sebaiknya jagung ditanam diawal musim hujan, dan menjelang musim kemarau. c).Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari, sinar matahari yang baik mencapai 100% (tempat terbuka). Tanah Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus. Agar supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur, subur dan kaya humus. Keasamaan tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung adalah pH antara 5,6 – 7,5 Tanaman jagung membutuhkan tanah dengan areasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Pedoman Teknis Budidaya Persyaratan Benih Benih yang digunakan sebaiknya bermutu tinggi, baik mutu genetik, fisik maupun fisiologinya dan berasal dari varietas unggul. Beberapa varietas unggul jagung untuk dipilih sebagai benih adalah : Hibrida C 1, Hibrida C 2, Hibrida Pioneer 1, Pioneer 2, IPB 4, CPI-1, Kaliangga, Wiyasa, Arjuna Baster. Penyiapan Benih Benih dapat diperoleh dari penanaman sendiri yang dipilih dari beberapa tanaman yang sehat pertumbuhannya. Dari tanaman terpilih diambil tongkolnya yang besar, barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh kolobot dan tidak terserang oleh hama penyakit. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-30 Kg untuk setiap hektar. Pengolahan Media Tanam Persiapan Lahan Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak. Pembukaan Lahan Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya. Bila perlu sisa tanaman yang cukup banyak dibakar dan abunya dikembalikan ke tanah, kemudian dilanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak. Teknik Penanaman Penentuan Pola Tanaman, Pola tanam yang biasa diterapkan adalah Tumpang sari (intercroping) melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman. Cara Penanaman, Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanami satu tanaman. Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm setiap lubang ditanami dua tanaman. Pemeliharaan, Penjarangan dan penyulaman Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dikurangi dengan cara dipotong dengan pisau (tidak boleh dicabut). Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari setelah tanam. Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam. Penyiangan, Penyiangan dilakukan dua minggu sekali, setelah tanaman berumur 15 hari. Pemupukan, Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk urea sebanyak 200-300 kg, pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg, dan pupuk KCl sebanyak 50-100 kg. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama (pupuk dasar) diberikan bersamaan dengan waktu tanam. Tahap kedua (pupuk susulan I) diberikan setelah jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. Tahap ketiga (pupuk susulan II) diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah mulai keluar malai. Panen Umur panen 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm) jagung dipanen ketika malang susu dan jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah malang fisiologis. Jagung siap dipanen jika klobot sudah mengering dan berwarna coklat muda, biji mengkilap, dan bila ditekan dengan kuku tidak membekas. Disusun Oleh : Admin SMIPP BPP Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis