KEUNTUNGAN SISITEM LEGOWOBila dibandingkan antara penggunaan cara tanam pindah biasa dengan cara tanam legowo, maka cara tanam legowo akan memberikan sejumlah keuntungan antara lain :1. Terdapat ruang terbuka (lorong kosong) diantara barisan tanman padi sampai umur dua minggu menjelang panen, sehingga apabila dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan, waktu yang tersedia menjadi lebih panjang.2. Adanya ruang yang lebih terbuka antara barisan tanaman akan memudahkan dalam operasional pengelolaan pertanaman sehingga lebih efektif dan efisien, misalnya pembenaman pupuk urea tablet lebih cepat dan mudah.3. Mempermudah pengendalian hama tikus.4. Memberikan kesempatan untuk menanam Azolla dan mempermudah pembenamannya. PENERAPAN SISTIM LEGOWOBENIH :1. Benih menggunakan varietas unggul seperti Membramo, Maros dan lainya yang disiapkan oleh penangkar terpercaya.2. Kebutuhan benih 25-30 kg/ha dengan daya tumbuh minimal 90%PENYIAPAN LAHAN :1. Tanah dibajak dua kali, bila mungkin arah bajak membentuk garis silang tegak lurus dengan kedalman bajak sekitar 20 cm.2. Untuk melumpurkan dan meratakan tanah dirotari atau di "glebeg" satu adau dua kali, kemudian dilakukan penggaruan sampai rata.3. Gulma dan sisa tanaman diambil dari petakan dan di singkirkan.PEMBUATAN PERSEMAIAN:1. Benih direndam selama 24 jam dan di peram selama 24 jam.2. Benih disebar agak jarang, sehingga bibit yang tumbuh lebih sehat dan besar.3. Persemaian dipupuk 200 gr Urea + 100 gr Ponska tiap 10 m2.4. Bibit dipindahkan pada umur 20 hari, saat bibit terdaun 4 atau 5.TANAM :1. Pada saat tanam, kondisi air dipetakan macak-macak.2. Tanam dalam satu hamparan diupayakan serempak.3. Jarak tanam 40 cm x (20 cm x 10 cm), 2 – 3 bibit/rumpun. Artinya jarak antar barisan berselang-seling 40 cm dan 20 cm, sedang jarak dalam barisan 10 cm.PEMUPUKAN :1. Pupuk diberikan lengkap. N berupa Urea, P berupa SP-36 dan K berupa KCL (Ponska).2. Pupuk dasar diberikan 0-7 hari : Urea 75 kg, Ponska 100 kg.3. Pupuk susulan I diberikan 15-20 hari : Urea 125 kg, Ponska 100 kg.4. Pupuk susulan II diberikan 35-40 hari : Urea 100 kg (sebelum premodia bunga)PENYIANGAN1. Penyiangan dilakukan secara manual atau mekanis (menggunakan landak) 2 kali atau menurut populasi dan pertumbuhan gulma:a. Penyiangan I : pada saat tanaman berumur 17 harib. Penyiangan II : pada saat tanaman berumur 25 hari 2. Untuk daerah yang kekurangan tenaga kerja, penyiangan dapat dilakukan dengan mengkombinasikan penggunaan herbisida dan secara manual, yakni :a. Penyemprotan herbisida purna tumbuh pada umur 15 hari.b. Penyiangan secara manual umur 25 hari atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.PENGAIRAN :1. Tinggi genangan air maksimal 5 cm.2. Hindarkan kekurangan air pada saat premordia bunga.3. Sepuluh hari sebelum panen, air harus dikeluarkan dari petakan sawah. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT Organisme pengganggu tanaman yang sering menimbulkan masalah terhadap tanaman padi adalah tikus, penggerek batang, wereng coklat, tungro, hawar daun dan kresek. Pengendsalian hama dan penyakit dilakukan dengan menerapkan kaidah pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT).PANEN1. Panen dilakukan bila 95% butir padi telah menguning.2. Diusahakan kehilangan hasil sekecil mungkin dengan cara pengangkutan dan penyimpanan yang baik .