Tanaman kedelai merupakan tanaman unggulan dan mejadi tanaman strategis di Indonesia. Petani masih banyak belom memahami teknik budidaya kedelai secara baik dan benar. Pemerintah telah banyak malakukan program dalam meningkatkan produksi tanaman kedelai salah satunya program Sekolah Lapang yang bertujuan memberikan pembelajaran kepada petani tentang tanman kedelai. Sekolah Lapang yang dilakukan di Desa Peunaron Baru/WKPP Peunaron Baru dalam kegiatan kursus tentang cara budidaya tanaman kedelai yang baik dan benar menjadi suatu hal yang sangat diharapkan oleh petani dikarenakan keadaan wilayah di BPP Peunaron memiliki potensi dalam budidaya tanaman kedelai, dengan adanya pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan budidaya dan produksi tanaman Kedelai yang merupakan Tanaman Strategis Nasional. Kegiatan kursus dilaksanakan oleh Mahdi, SP tanggal 5 September 2017 dan dibantu (Kepala BBP Peunaron, BABINSA, penyuluh PNS, dan Penyuluh THLTB). Tanaman kedelai sangat cocok ditanam di lahan terbuka di daerah berhawa panas. Di Indonesia, tanaman kedelai dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 1.200 m dpl. Curah hujan berkisar antara 150 mm– 200 mm/bulan dengan lama penyinaran matahari 12 jam/hari, dan kelembapan rata-rata (RH) 65%. pH bagi pertumbuhan kedelai dan bakteri Rhizobium adalah 6,0 – 6,8. Jika pH tanah kurang dari 6,0, Untuk menaikkan pH, dilakukan pengapuran misalnya dengan Kalsit, Dolomit, atau kapur bakar. Pemberian kapur dilakukan sekitar 2 hingga 4 minggu sebelum tanam bersamaan dengan pengolahan lahan. Tehapan budidaya tanaman kedelai antara lain:Pemilihan BenihKualitas benih sangat menentukan kualitas kedelai pula. Oleh karena itu, agar dapat memberikan hasil yang memuaskan, harus dipilih varietas kedelai yang sesuai dengan kebutuhan, mampu beradaptasi dengan kondisi lahan tanam, dan memenuhi standar mutu benih yang baik. Hal yang perlu diperhatikan secara khusus untuk mendapatkan benih bermutu tinggi adalah sortasi dan penyimpanan benih. Biji terpilih adalah yang sehat, utuh/ bernas dan memiliki daya tumbuh tinggi. Syarat-syarat benih bermutu, yaitu:a. Murni dan diketahui nama varietasnya.b. Berdaya kecambah tinggi, yaitu 80 % atau lebih.c. Memiliki vigor yang baik : tumbuh cepat dan serempak, kecambahnya sehat.d. Bersih, tidak tercampur dengan biji rumput, kotoran dan biji tanaman lainnya.e. Sehat, tidak menularkan penyakit, serta tidak terinfeksi cendawan yang menyebabkan busuk.f. Bernas, tidak keriput dan utuh serta kering. Keperluan benih per hektarberkisar antara 30 - 50 kg, tergantung pada :a. Jarak tanam yang digunakan.b. Ukuran biji ( berat 100 biji)c. Daya tumbuh benih.PemupukanSebelum dilakukan kegiatan penanaman, terlebih dulu diberi pupuk dasar. Pupuk yang digunakan berupa TSP sebanyak 75 kg – 200 kg/hektar, KCl 50 kg – 100 kg/hektar, dan Urea 50 kg/hektar. Dosis pupuk disesuaikan dengan anjuran. Pupuk disebarkan secara merata di lahan, atau dimasukkan ke dalam lubang di sisi kanan dan kiri lubang tanam sedalam 5 cm.Waktu dan cara pemupukan, pupuk diberikan tiga kali, yaitu :a. Pupuk dasar : diberikan pada saat tugal, dengan cara ditugalkan disamping tugalan biji, dengan dosis sepertiga dari total dosis.b.Pupuk susulan I : umur 25 hari setelah tanam, dosis sepertiganya dengan cara dienclo disamping tanaman.c. Pupuk susulan II : umur 40 - 45 hari setelah tanam, dosis sepertiganya dengan cara dienclo disamping tanaman.PenanamanPada penanaman kedelai, biji atau benih ditanam secara langsung. Lubang tanam dibuat dengan tugal sedalam 3 cm hingga 4 cm dengan jarak tanam sesuai dengan kondisi lahan. Dalam tiap lubang tanam dimasukkan 2 hingga 3 butir benih, kemudian ditutup dengan tanah tipis.Perawatan Atau PemeliharaanPenyulamanPenyulaman perlu dilakukan yaitu pada 1 minggu setelah penanaman, tujuan penyulaman yaitu untuk mengganti benih kedelai yang mati atau tidak tumbuh. Penyulaman dilakukan jangan sampai terlambat karena dapat mengakibatkan tingkat pertumbuhan tanaman jauh berbeda.PengairanPengairan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Tanaman kedelai sangat memerlukan air saat perkecambahan (0 hingga 5 hari setelah tanam), stadium awal vegetatif (15 hingga 20 hari), masa pembungaan dan pembentukan biji (35 -hingga 65 hari). Pengairan dilakukan jangan sampai tanah terlalu becek atau bahkan kekeringan.Penyiangan Dan PenggemburanPenyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur sekitar 20 – 30 hari setelah tanam. Penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan. Penyiangan kedua dilakukan setelah tanaman selesai berbunga. Selain itu, lakukan pula penggemburan tanah. Penggemburan dilakukan secara hati-hati agar tidak mernsak akaran tanaman.Pemupukan SusulanPemberian pupuk susulan dilakukan saat tanaman berumur 20 hingga 30 hari setelah tanam. Pemberian pupuk susulan hanya dilakukan pada tanah yang kurang subur saja. Pupuk yang digunakan berupa Urea dengan dosis 50 kg/hektar, selanjutnya ditutup dengan tanah dan meningkatkan hasil produksi kedelai, dapat digunakan pula ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) dan PPC (Pupuk Pelengkap Cair), dosis yang digunakan sesuaikan dengan dosis anjuran.Hama Dan PenyakitHama yang sering menyerang tanaman kedelai adalah Ulat jengkal, Ulat polong, Ulat grayak, Ulat penggulung daun, Kepik hijau, Kepik polong, Lalat kacang, lalat pucuk, Kumbang tanah merah dan kuning, serta Hama gudang. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai adalah penyait sapu, kerdil, karat daun, serta busuk rhizoctonia.Panen KedelaiPemanenan kedelai ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu varietas dan ketinggian tempat penanaman. Pada daerah dataran tinggi, kedelai siap panen sekitar 10-20 hari dibandingkan di daerah dataran rendah. Ciri-ciri umum tanaman kedelai siap panen adalah sebagai berikut.• Polong berwarna kuning kecokelatan secara merata• Daun sudah banyak yang kering dan rontok.• Batang sudah mengering.Setelah dilakukan pemanenan, dilakukan pengumpulan hasil dan pemilihan polong berdasarkan tingkat kemasakannya. Selanjutnya, polong diangkut ke tempat pengeringan. Proses pengeringan dapat dilakukan dengan bantuan panas matahari.Sekolah lapang yang dilakukan di Desa Peunaron Baru diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman kedelai. Kegiatan kursus di Desa Ketibung berjalan lancar, hal ini tidak telepas dari peran Banjar, SP (Kepala BPP Peunaron) dalam memonitoring dan mengevaluasi kegiatan Sekolah Lapang (SL) dan koordinasi antara penyuluh dengan patani pada kegiatan kursus dilapangan. Penulis: Mahdi, SP, Admin Cyber Extantion.