Selain Daun Sop juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tentu membuat kekurangan pasokan pada tanaman ini. Untuk itu, perlu usaha mandiri pembudidayaan tanaman Daun Sop itu sendiri. Baik berupa syarat tanaman, teknik merawat tanaman, hingga langkah yang harus dilakukan ketika memanen Daun Sop Materi ini disampaikan dalam pertemuan dengan kelompok tani Sidodadi 1 Kecamatan Basarang Kabupaten Kauas Berikut akan dikemukakan penjelasan bagaimana cara menanam daun Sop agar berkembang biak dengan baik: Pemlilihan Bibit Cara pertama adalah dengan memilih bibit Daun Sop yang baik. Siapkan biji Daun Sop yang akan ditanam. lakukan proses perendaman pada biji tersebut dengan menggunakan air yang bersuhu hangat. Suhunya berkisar 50-60 oC, dalam interval waktu sekitar 1 jam. Dapat menggunakan ember atau tempat lainnya untuk langkah perendaman biji ini. Pemillihan Media Tanam Buatlah bedengan sebagai tempat penanaman dan penyemaian tanaman. Gunakanlah media semai yang telah tercampur dengan kompos dan tanah yang sudah diaduk dengan perbandingan tanah:kompos (2:1) Penggemburan Tanah Untuk bedengan yang sudah dibuat, berilah naungan berupa alat pelindung berbahan dasar plastik berwarna bening. Agar terhindar dari air hujan dan sengatan sinar matahari yang secara langsung mengenainya. Jangan lupa menggemburkan tanah terlebih dahulu. Hal ini bermanfaat untuk perputaran oksigen serta membuang racun yang mengendap di dalam tanah. Setelah itu diamkan tanah selama beberapa saat. Penanaman Bibit Cara menanam daun Sop selanjutnya adalah menanam bibit. Bermula dengan menebarkan biji-biji Daun Sop hasil dari rendaman saat proses penyemaian tadi. Tutuplah bagian atas biji-biji yang sudah ditanam menggunakan tanah pada pot atau media tanah yang berada di bedengan. Siramilah tanah atau media tanam dalam pot supaya membuat tanah itu menjadi lembab. Pembuatan Jalur Garitan Dengan kedalaman sekitar 0,5 cm buatlah jalur garitan dahulu dari permukaan bendengan. Beri jarak antar garitan sekitar 10-20 cm. Lalu tebarlah benih-benih Daun Sop pada jalur garitan yang sudah dibuat itu. Seperti pada langkah yang sudah dikerjakan sebelumnya, tutuplah sekali lagi bibit-bibit tersebut dengan menggunakan media tanam. Sirami kembali menggunakan air agar kelembapan tetap terjaga. Perawatan Sebaiknya kita selalu memperhatikan perawatan dan penanaman daun Sop ini agar biji tanaman Daun Sop yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Periode ini sebaiknya dalam menyiram tanaman ini harus dalam jadwal yang rutin. Yaitu pagi hari dan sore hari. Tunas dari tanaman Daun Sop biasanya akan muncul setelah 30 hari. Daunya akan muncul sekitar 3 sampai 4 helai perpohon. Sehingga tanaman ini akan siap untuk dpindahkan ke media tanam pot. Proses Pengecekan Rutin ada proses ini, tidak ada batasan terhadap pengaruh kesuksesan dalam menanam daun Sop. Fokuslah untuk mengerjakan pengecekan tanaman secara rutin. Biasanya dalam proses pengecekan awal akan ada tanda seranga hama dan penyakit. Seperti penyakit fusarium, busuk akar, busuk lunak bakteri, lalat penggorok daun, penyakit mawar sekospora, dan berbagai virus lainnya. Cara menanganinya adalah dengan menyemprotkan pestisida kepada tanaman Daun Sop yang ditanam. Adapun dosis pestisida yang aman adalah Sekitar 30% sampai 50%. Pemupukan Untuk mempercepat pertumbuha tanaman daun Sop . Maka perlu memberikan pupuk daun, serta menggunakan pupuk jenis NPK dengan takaran 10 gram/ 10 liter. Adapun umur dalam pemberian pupuk adalah jika tanaman sudah memasuki hari ke 20 atau 25 penanaman. Namun kedepannya juga akan menemui untuk penyakit khas tanaman Daun Sop adalah virus aster yellow, cercospora, dan bercak septoria. Jadi langkah untuk mencegah serangan dari bakteri tersebut adalah mulai dari awal yaitu dengan pemilihan bibit yang unggul dan berkualitas baik. Kemudian proses pemupukan yang baik, dan selalu menjaga sanitasi dalam lahan atau media tanam. Namun yang tidak kalah penting adalah munculnya gulma dan parasit, khususnya jika tanaman Daun Sop memasuki dalam masa pertumbuhan. Hama Tanaman Bisa dibilang pertumbuhan tanaman Daun Sop ini tergolong cukup lambat. Jadi biasanya gulma dan parasir yang tumbuh di sekitar tanaman ini akan tumbuh begitu cepat. Dan akan mengalahkan tanaman Daun Sop itu sendiri. Lebih parahnya lagi jika parasit ini tumbuh secara membabi buta. Maka tanaman Daun Sop akan tumbuh ceking bahkan akan mati. Untuk itu, lakukanlah penyemprotan pada Daun Sop dengan memberikan takaran yang tepat yaitu pestisida organik. Jika takaran melebihi dari dosis yang disarankan maka akan berdampak negaif bagi tanaman dan dapat menimbulkan kematian. Panen Sampai juga pada tahap yang ditunggu-ditunggu dari cara menanam daun Daun Sop yaitu tahap pemanenan. Perlu diketahui tanaman Daun Sop ini jika ditanam tanpa melakukan pembibitan dan teknik lain. Biasanya dapat dipanen bila sudah memasuki hari ke 160 dan hari ke 180. Namun jika dapat memberikan perawatan yang teratur dan ekstra. Bisa dipastikan dapat memanen dalam kurun waktu hari ke 90 dan 125. Ciri-ciri tanaman Daun Sop yang yang dapat dipanen adalah jika pada bagian daun sudah layak untuk dijual meskipun berbeda ukuran daun yang variatif. Cara memanen adalah dengan memotong pada bagian pangkal batang tanaman Daun Sop secara periodik. Untuk fase ini, proses panen dapat dilakukan dalam kurun waktu 1 sampai 2 minggu sekali. Ketika tanaman ini sudah tidak produktif maka dapat diakhiri masa tananamnya. Yang mana dalam fase ini tanaman Daun Sop dapat dicabut dan membuangnya ke tempat yang aman. Pasca Panen Jika menahan untuk tidak segera melakukan tahap panen maka secara berangsur-angsur tanaman ini akan menggabus. Namun jika menanen terlalu dini akan berakibat pada tangkai daun yang membesar. Maka sebaiknya penanenan selanjutnya dilakukan jika Daun Sop yang dipanen memiliki rentang waktu pertumbuhan yang sebentar. Apabila melakukan cara ini tahap pemanenan berikutnya akan dapat dilakukan dengan cepat. Oleh: Emi Sutatik,S.Pt (Penyuluh Pertanian BPP Selat)