Loading...

Teknik Mendengarkan

Teknik Mendengarkan
Mendengarkan adalah sebuah seni, keterampilan dan disiplin. Mendengarkan juga membutuhkan kontrol diri. Seseorang harus faham apa saja yang terkandung dalam sebuah proses mendengarkan dan mengembangkan peran diri agar mampu berdiam diri dan mendengarkan, menahan kepentingan diri sendiri dan konsentrasi pada memperhatikan orang lain, dalam semangat kerendahan hati. Mendengarkan adalah dasar bagi menyimak dan memahami apa yang dikatakan orang lain kepada kita. Kegiatan mendengar akan bisa menjadi menyimak apabila kita memperhatikan apa yang dikatakan dan mengikuti pembicaraan dengan jelas. Hambatan dalam mendengarkanBanyak kebiasaan buruk yang sering dilakukan seseorang pada saat mendengarkan. Kebiasaan buruk tertsebut diantaranya adalah:1) Pendengar memikirkan kejadian , urusan dan kesulitannya sendiri sebagai pengganti menyimak, mengkait-kaitkan dan menyimpulkan apa yang disampaikan pembicara; 2) Berhenti mendengar apabila mendengar kata-kata tertentu, dan beralih perhatian dari pembicara. Dengan demikian kita akan kehilangan kontak dengannya dan gagal berusaha memahaminya. Sebagai contoh, setiap kita mendengar kata "uang" maka kita akan beralih perhatian dari pembicara. Langkah pertama untuk mengatasi masalah ini adalah menemukan kata-kata mana yang dapat menghentikan kita untuk memikirkan hal tersbut dan mencoba mendengarkan seseorang dengan lebih memperhatikan masalah ini; 3) Terlalu cepet memutuskan bahwa si pembicara dan topiknya menjemukan, dan apa yang dikatakan sama sekali tidak punya arti. Biasanya kita langsung menyimpulkan bahwa kita bisa menduga apa yang dia ketahui dan apa yang akan dikatakan. Oleh karenanya maka kita berkesimpulan bahwa tidak ada gunanya mendengarkannya, karena kita meyakini tidak akan ada hal baru yang disampaikan. Untuk mengatasi masalah ini maka kita harus terus saja mendengar dan membuktikan apakah dugaan kita itu benar atau salah; 4) Menatap si pembicara dengan tatapan kosong. Kadang kita menatap si pembicara dengan serius, dan tampak mendengarkan, padahal sebenarnya pikiran kita sedang melayang entah kemana. Kita asik dengan pikiran sendiri, sehingga pandangan kita jadi kosong dan sering tampak seperti melamun. Untuk itu maka kita harus menunda khalayan pada pada kesempatan lain; 5) Terlalu memaksakan diri untuk mengikuti apa yang disampaikan, padahal pembicaraan tersebut sebenarnya terlalu rumit dan saling kait-mengkait. Apabila demikian maka ada baiknya minta penjelasan atau contoh, kalau memungkinkan; 6) Tidak suka berbalik dari gagasan, prasangka dan sudut pandangannya, bahkan banyak yang tidak mau merubah pendapat dan kesimpulannya. Bila seseorang berbicara mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang kita pikir dan percayai, kita mungkin tidak sadar berhenti mendengar atau bahkan membela diri dan merancang serangan balasan. Kendati kita ingin melakukan ini, sebaiknya kita dengarkan dulu, ketahui apa yang dipikirkannya, pahami apa maksudnya, dengan demikian maka kita bisa berhasil melakukan pemahaman dan memberikan tanggapan yang membangun. Tujuan mendengarkan dalam hubungan bantu-menbantuTujuan mendengarkan orang lain, yang sangat mendasar dan sederhana adalah: 1) Kita ingin orang berbicara bebas dan bersahabat; 2) Kita ingin orang mengatasi masalah yang penting bagi mereka; 3) Kita ingin orang mengumpulkan dan membalas informasi sebanyak mungkin; 4) Kita ingin mereka mendapat pemahaman yang lebih dalam tentang masalah yang mereka hadapi, sesuai dengan apa yang mereka ungkapkan; 5) Kita ingin mereka mencoba melihat sebab dan alasan atas masalah yang mereka hadapi dan merumuskan apa yang bisa mereka lakukan untuk mengatasiinta. Hal-hal yang sebaiknya dilakukan dalam mendengarkan Hal-hal yang sebaiknya dilakukan dalam mendengarkan adalah: 1) Menunjukkan minat; 2) Berusaha memahami orang lain; 3) Menunjukkan empathi; 4) Mengatasi masalah bila muncul; 5) Mendengarkan apa yang menyebabkan munculnya masalah; 6) Membantu pembicara mencontohkan masalahnya lewat kasus; 7) Mendorong pembicara untuk mengembangkan pentingnya dan memotivasi untuk mendapatkan jalan keluar masalah yang mereka hadapi; 8) Menumbuhkan kemampuan untuk diam bila saatnya harus diam.Hal-hal yang dilarang dalam mendengarkanDalam mendengarkan jangan lakukan hal-hal sebagi berikut: 1) Mendebat; 2) Menyela pembicaraan; 3) Memberikan penilaian terlalu cepat atau terlalu jauh; 4) Memberikan saran bila tidak diminta; 5) Langsung melompat pada kesimpulan; 6) Membiarkan emosi pembicara beraksi langsung pada anda. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusluhtan). Sumber: AGRIBISNIS SERI III. BADAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN PERTANIAN, DEPARTEMEAN PERTANIAN. 1993.