Dalam berbudidaya tanaman selain penggunaan benih yang berkualitas dan pemupukan yang berimbang, kondisi tanah atau media tanam juga sangat menentukan hasil produksi tanaman. Tingkat kesuburan tanah yang baik sebagai penyedia unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman perlu dipersiapkan semenjak awal salah satunya melalui proses pengolahan tanah yang baik. Tanah yang subur adalah tanah yang mengandung semua komponen penyusun tanah baik fisika, kimia, maupun biologi secara seimbang sehingga digunakan sebagai media tumbuh tanaman akan menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil yang maksimal. Tanah yang subur adalah tanah yang apabila ditanami tanaman bisa memberikan hasil yang banyak berupa produksi daun, batang, buah atau umbi. Secara umum teknik menyuburkan tanah adalah :1. Memberikan bahan organik baik berupa kompos, bokhasi atau bahan lainnya adalah hal mutlak2. Menjaga ekosistem kehidupan dalam tanah untuk memberi ruang hidup bagi organisme tanah3. Penambahan mikroorganisme tanah yang menguntungkan pada tanah 4. Pemberian kapur untuk tanah masam atau ber pH rendah dan penambahan belerang (sulfur) pada tanah yang ber pH tinggi5. Mengatur tata udara dan air untuk membantu menggemburkan tanah dengan cara pengolahan tanah6. Sasaran perbaikan biasanya ditujukan untuk peningkatan kualitas sifat fisik, kimia dan biologi tanah.Mengatasi permasalahan tanah akan lebih baik jika kita mengetahui kondisi tanah terlebih dahulu, sehingga perlakuan terhadap tanah menjadi ideal bagi pertumbuhan tanaman. Berikut beberapa cara menyuburkan tanah sesuai jenis permasalahan. 1. Tanah liatJenis tanah ini banyak mengandung unsur hara tapi tidak mudah diserap oleh tanaman karena kekurangan aerasi atau udara. Untuk mengatasi dengan memberikan kompos, bokhasi, pupuk kandang, arang sekam atau bahan organik lainnya sehingga tanah menjadi gembur. Selain itu perlu mokroorganisme tanah untuk mempercepat proses penguraian bahan organik tersebut.2. Tanah berpasir Jenis tanah yang sulit mengikat air dan cepat kering. Untuk mengatasinya selain pemberian bahan organik dan mikroorganisme pengurai, juga perlu diberikan penambahan tanah yang agak liat.3. Tanah gambutTanah ini kaya bahan organik namun belum bisa dijadikan makanan oleh tanaman karena belum terurai dan pH nya rendah. Sirkulasi udara kurang baik sehingga mikroorganisme (bakteri menguntungkan) tidak bekerja secara maksimal. Caranya dengan pemberian bahan organik, pembuatan parit, memberikan kultur campuran mikroorganisme menguntungkan dan memberikan bakteri yang berasal dari limbah protein.4. Tanah podsolik merah kuningJenis tanah ini sangat minim bahan organik. Caranya dengan pemberian bahan organik, menutup tanah misal dengan mulsa sehingga lapisan atas tanah terlindungi dari erosi ketika hujan.5. Tanah berkapurJenis tanah ini merupakan tanah dengan pH tinggi, mudah longsor, unsur hara mikro kurang. Sehingga perlu pemberian kompos dan tanaman kacang-kacangan. Untuk meningkatkan pH perlu pemberian pupuk yang mengandung sulfur.6. Tanah asamTanda tanah asam bila air kuning berkarat dan ditumbuhi alang-alang. Selain pemberian bahan organik dan mikroorganisme tanah, juga perlu diberikan kapur pertanian untuk emningkatkan pH tanah. Secara teori dibutuhkan 1 ton kapur pertanian untuk meningkatkan 1 pH tanah dengan luas 1 hektar.(Eris Wulandari, S.TP, BPP Proppo)