TEKNIK PANEN DAN PENANGANAN PASCA PANEN BAWANG MERAH DI KELOMPOK TANI SAMATA KEL.URAHAN KARATUANG KEC.BANTAENG KAB.BANTAENG
Sumber Gambar : Mirna Mahmud, SP Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang telah diusahakan oleh Kelompok Tani Samata, Kelurahan Karatuang, Kecamatan Bantaeng. Komoditas sayuran ini termasuk ke dalam kelompok rempah yang berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional. Untuk mencegah terjadinya fluktuasi produksi dan fluktuasi harga yang sering merugikan petani, maka perlu diupayakan teknik penanganan panen dan pasca panen bawang merah yang baik sehingga kualitas dan kuantitas dapat terjaga. Dengan melakukan teknik penanganan panen dan pasca panen yang tepat, Sehingga diharapkan produksi dan harga bawang merah dipasar akan lebih stabil. Teknik Pemanenan dan penanganan pasca panen yang di lakukan di kelompok tani Samata dalam menjaga mutu dan kualitasnya Pemanenan Bawang merah sudah dapat dipanen saat telah berusia 60-70 hari sejak masa tanam. Atau tergantung varietas bawang merah yang di tanam. Bawang merah yang sudah cukup umur ditandai dengan daun yang merebah dan buahnya yang besar. Kerebahan harus mencapai lebih dari 50 % dari keseluruhan. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut tiap-tiap rumpun bawang merah harus sampai dengan akarnya kemudian diikat pada bagian daunnya dengan menggunakan rumput alang-alang atau kulit pohon pisang yang kering atau sejenisnya Pengangkutan Bawang merah yang telah dipanen kemudian diikat dan diangkut. Pengangkutan bawang merah dapat menggunakan alat apa saja, seperti motor, mobil pick up atau alat pengangkut lainnya. Pengangkutan hendaknya dilakukan secara langsung, agar pengeringan lebih cepat dilakukan. Pengeringan Setelah tanaman bawang merah telah dia angkut kemudian bawang merah masuk ke tahap penjemuran. Pada saat penjemuran telah berjalan kurang lebih dua hari, ikatan mulai dibalik,agar bagian dalam ikatan dapat kering juga. Penjemuran dapat dilakukan selama kurang lebih satu minggu atau tergantung pada panas terik matahari. Penjemuran dimaksudkan untuk mengurang kadar air yang terkandung dalam bawang merah, sehingga bawang merah tidak mudah membusuk. Setelah bawang merah kering sempurna, ikatan demi ikatan tadi diikat lagi menjadi satu ikatan yang lebih besar. Tahap berikutnya adalah membersihkan bawang merah dari kulit-kulit yang mengelupas dan dari kemungkinan adanya umbi bawang merah yang membusuk. Pada tahapan ini sekaligus memisahkan satu persatu atau siung-demi siung bawang merah yang awalnya saling berdempeten dalam satu rumpun. Penyimpanankhusus untuk bawang merah yang akan dijadikan sebagai bibit nantinya,bawang merah biasanya petani di kelompok tani samata menyimpannya di atas dapur. Hal ini dimaksudkan agar hawa bawang merah selalu hangat sehingga akan menghambat bakteri pembusuk, Kemudian setelah bawang merah disimpan selama 45 hari - 2 bulan bawang merah tersebut sudah siap untuk ditanam kembali sebagai benih. Jika usia benih bawang merah kurang dari 45 hari maka pertumbuhannya akan sangat lambat saat ditanam kembali.