Teknik Pemangkasan dan Pemupukan pada Tanaman Jambu Mete Jambu mete merupakan salah satu komoditi unggulan Pertanian yang mengalami penurunan produksi dibeberapa daerah. Penurunan produksi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya kondisi iklim yang tidak menentu, terutama curah hujan yang tinggi saat Tanaman Jambu Mete lagi berbunga, sehingga bunga gugur dan gagal menjadi buah. Untuk perkembangan terakhir, kondisi perkebunan rakyat khususnya Jambu Mete di WKPP Desa Waturumbe, cukup lumayan sebagai salah satu Desa yang Pelaku Utamanya masih beraktifitas guna pemeliharaan dan perawatan dalam keberadaan Populasi tanaman Jambu Mete mereka. Luas tanaman Jambu Mete di Kec. Mawasangka Tengah Kab. Buton Tengah, sekitar 2.154 Ha dengan hasil produksi sebanyak 43,08 Ton (Buton Tengah Dalam Angka, 2017 dan Data Monografi PPL Desa,diolah).Desa Waturumbe, sebagai salah satu desa di Kec. Mawasangka Tengah adalah memiliki Luas Taman sekitar 360 Ha Tanaman Jambu Mete. Kondisi Iklim dan Cuaca terakhir yang sangat tidak menentu, tingkat kepanasan suhu udara khususnya pada siang hari yang meningkat hingga kisaran 39 sd 41 derajat Celsius, akhirnya dapat berdampak, salah satunya pada produksi Tanaman Jambu Mete. Namun, bila kembali menilik beberapa pengaruh akan rendahnya produktifitas tanaman Jambu Mete di WKPP ini adalah salah satunya di sebabkan oleh rendahnya kesadaran rutinitas pelaksanaan kegiatan pemangkasan dan pemupukan pada setiap pohon tanaman Jambu Mete, di lahan warga masyarakat. Pada topik ini, kami selaku Penyuluh Pertanian yang dalam setiap kesempatan senantiasa selalu bersama Pelaku Utama, bercurah pendapat tentang produksi tanaman Mete, pada pertemuan kami, Senin, 25 November 2019, kembali menjadikan Teknik Pemangkasan dan Pemupukan pada Tanaman Jambu Mete, sebagai materi yang dibahas, yang merupakan hasil amatan dua bulan terakhir. Pemangkasan Sesuai keadaan dan kondisi tanaman jambu mete di WKPP Desa Waturumbe Kec. Mawasangka Tengah, yang diperkirakan populasinya telah berusia diatas 30 tahunan, langkah melakukan pemangkasan dapat dilaksakan sebagai berikut: - Pangkas Tunas air dan cabang mati, jangan dibiarkan masih berada pada batang pokok. - Pangkas cabang balik arah (yang posisi dahannya melengkung memutar). - Cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok, idealnya tiga cabang saja, maksimal. - Pemangkasan ini dilakukan setelah periode tanaman berbuah selesai, dan menghadapi musim hujan agar batang pokok dengan 2 atau 3 cabang yang dipertahankan tadi dapat kembali tunas baru dan merimbun. Pemupukan Kemajuan teknologi melejit, termasuk tenologi pemupukan. Pemupukan Tanaman jambu mete dapat dilakukan melalui dua media, yakni media tanah dan media daun. Pemupukan harus tepat jenis, waktu dan dosis (epetani.com). Lebih lanjut dikatakan didalamnya bahwa pada beberapa kondisi tanah, pemupukan melalui tanah dikatakan kurang efektif, mengingat sebagian besar tanaman jambu mete tumbuh pada tanah bergamping, dengan kondisi permukaannya berbatuan hingga 80 % keatas. Pada kesempatan ini, kami menyajikan yana mana penggunaan pupuknya dengan Pupuk Organik, seperti berupa pupuk kandang, kompos, atau pupuk percampuran buatan lainnya. Pemberian pupuk kandang/ kompos dilakukan lebih sering juga makin baik. Pemberian pupuk kandang/organic dengan cara menggali parit melingkar, di luar tajuk, atau ± sekitar 1,5-2 meter dari batang pokok, sebanyak ± 1 karung isi 50 kg). Pupuk dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah. Pemupukan berikutnya kembali dilakukan dengan pengamatan kesuburan setiap pohon, termasuk pengamatan sementara berbuah hingga setelah produksi, pada setiap pohon dalam satu lajur tanaman. Apabila keadaan daun kembali bersentuhan, setelah perlakuan pemangkasan, dalam tahun kedepannya, dapat ditindak lanjuti dengan penjarangan sebagaimana idealnya, jarak antar pohon dalam satu areal perkebunan Jambu Mete. Penjarangan dilakukan bertahap pada saat tajuk tanaman saling menutupi. Sekian, salam gembira panen. Bahan bacaan ; epetani.com Liptan. (1990). Budidaya Jambu Mete. Lembar Informasi Pertanian Kalteng. Penulis : PPL WKPP Waturumbe, Kec. Mawasangka Tengah, Kab. Buton Tengah LA RASA, S.ST.