Gula aren atau lebih dikenal dengan Gula Merah merupakan pemanis yang dibuat dari Nira. Gula aren dihasilkan dari pemekatan nira aren dengan pemanasan sampai kadar air yang sangat rendah (< 6%) sehingga ketika dingin produk mengeras. Nira berasal dari tandan bunga jantan pohon enau. Proses pengambilan nira diawali dengan pengetokan atau pemukulan tangkai tandan bunga dari pangkal pohon kearah tandan bunga. Proses pemukulan ini dilanjutkan untuk melemaskan pori-pori atau jalur air nira yang akan keluar. Setiap melakukan pengetokan diakhiri dengan mengayunkan tandan yang bertujuan untuk meratakan pelemasan jalur dari air nira. Setelah terlihat tanda gugurnya bunga tandan maka tandan tersebut siap untuk dipotong. Setelah dipotong tangkai dari tandan ditutup menggunakan ijuk dan diikat,serta dibiarkan selama satu hari. Tujuan dibiarkan satu hari untuk membuang nira yang ada ditangkai sebagai hasil dari pemukulan sebelumnya yang kurang baik diolah menjadi gula. Untuk menghindari nira menjadi asam, salah satunya dengan cara nira ditampung dalam wajan dan diberi api kecil. Gula Nira atau Gula merah mengandung kalsium, zat besi, vitamin A, B12, C, E, float, garam mineral dan protein kasar. Salah satu poktan yang bergerak dipengolahan gula aren yaitu Poktan Mulya Tani Desa Buanajaya Kecamatan Tanjungsari. Berikut langkah langkah pembuatan gula aren : Menyiapkan nira yang telah dipanen , kemudian masukkan ke dalam panci atau wajan yang sebelumnya telah disaring. Masak nira dengan menggunakan suhu yang konstan dan stabil. 15 menit gula masak, berikan tambahan 100 cc santan yang dicampur dengam satu sendok makan minyak goreng. Tujuan penambahan ini agar proses pengentalan gula menjadi lebih Gula merah diaduk sebelum terjadi pengentalan. Pengadukan dilakukan dengan cepat dan arahnya memutar.Jika gula telah mengental dan warnanya telah berubah menjadi kemerahan maka gula tersebut telah siap dituangkan ke dalam cetakan. Setelah gula mengeras maka segera keluarkan dari cetakan. Gunakan alas berupa daun pisang yang telah tua atau mengering agar gula tidak lengket antara satu dengan yang lainnya. Daftar Pustaka Rosidah R Radam & Arfa Agustina Rezekiah. 2015. Pengolahan Gula Aren (Arrenga Pinnata Merr) Di Desa Banua Hanyar Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jurnal Hutan Tropis Valume 3 No.3. https://id.wikipedia.org/w/ www.infoagribisnis.com Penulis : Dian Herdiani, SP UPT / BPP Wilayah XII Cariu Distanhorbun Kab. Bogor