Loading...

TEKNIK PEMBUATAN MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL)

TEKNIK PEMBUATAN MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL)
Pemupukan adalah menyediakan unsur hara yang diperlukan tanaman untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Jenis pupuk berdasarkan bahan penyusunnya adalah pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati. Pupuk organik dapat dibagi menjadi 2 (dua) berdasarkan bentuknya yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Salah satu jenis pupuk organik cair adalah yang umumnya dikenal sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) yang merupakan larutan hasil fermentasi. Bahan dasar MOL berasal dari berbagai sumber yang mengandung unsur hara mikro, makro, bakteri perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan agen pengendali hama/penyakit tanaman. Oleh karena itu, MOL dapat dimanfaatkan sebagai (a) Pupuk organik cair, (b) Decomposer atau biang pembuatan kompos, (c) Pestisida nabati. SUMBER BAHAN MOL Karbohidrat (sumber C) : air cucian beras, singkong, kentang, nasi dllGlukosa (sumber C dan N) berasal dari air gula merah, gula pasir, molases dan urin sapi. Vitamin dan mineral: air kelapa dan susu bekas Keuntungan dari pemanfaatan MOL 1. Pembuatan MOL sederhana dan mudah dengan waktu yang relatif singkat. 2. Biaya pembuatan murah, karena menggunakan bahan-bahan yang kurang dimanfaatkan dan tersedia di sekitar. 3. Pupuk organik yang dihasilkan mengandung unsur kompleks baik makro maupun mikro serta mengandung mikroba yang bermanfaat. 4. Ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu. 5. Biota tanah terlindungi sehingga dapat memperbaiki/mempertahankan kualitas tanah. 6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produk hasil tanaman. BAHAN DAN PROSES PEMBUATAN MOL Bahan dasar pembuatan MOL berasal dari berbagai bahan yang tersedia dan belum termanfaatkan dilokasi/mudah didapat. Bahan dasar yang dapat digunakan antara lain akar bambu, rebung, bonggol pisang, daun-daunan dan sisa buah-buahan busuk yang tidak dikonsumsi. Berikut adalah contoh pembuatan mol Pembuatan MOL dengan Bahan Dasar Bonggol Pisang Penggunaan bonggol pisang sebagai bahan dasar pembuatan MOL didasarkan pada pertimbangan bahwa hormon pertumbuhan yaitu : giberelin dan sitokinin terkandung pada bonggol pisang. Selain itu, bonggol pisang juga mengandung mikro organisme yang berguna bagi tanaman diantaranya adalah pelarut phospat, aspergilus, azospirillium. Bahan : 1. Bonggol pisang 2. Air cucian beras/air kelapa 3. Gula /tetes. Alat- alat 1. Jerigen 2. Selang kecil 3. Botol Cara pembuatan : 1.Masukkan air cucian beras/air kelapa ke dalam jerigen 2.Masukkan juga gula /tetes ke jerigen 3.Halus kan bonggol pisang, kemudian masukkan ke jerigen yang telah berisi air kelapa/air cucian beras 4.Tutup rapat jerigen, tapi di tutupnya diberi selang kecil dan di hubungkan dengan botol yang diisi air, agar Mol tidak terkontaminasi dengan unsur-unsur dari luar. 5.Diamkan selama kurang lebih 15 hari....dan Mol siap digunakan. BPP Blega