Pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya dari tumbuhan merupakan bahan yang terjadi secara alami dapat mengendalikan hama dengan mekanisme non toksik. Jenis- jenis tumbuhan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pestisida nabati antara lain: Akar hijau, akar tuba, akasia, balik angin, bawang putih, belimbing wuluh, brotowali,, maja, kencur, cengkeh, cupa, duku, durian, gullasar, gadung, jarak, jarak pagar, jejer, jeruk purut, dlingo, kacang panjang, kapas, kapuk, karet, kecubung, keluwih, kelapa, kenikir, kayu manis, kemiri, lada, lempuyang, mengkudu, pacar cina, papaya, petai, serai wangi, sirsak, tembakauKeuntungan yang didapat dari penggunaan pestisida nabati antara lain a. Mempunyai cara kerja unik yaitu tidak meracuni (non toksik).b. Mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan secara relatif aman bagi manusia dan hewan peliharaan karena residunya mudah hilang.c. Penggunaan dalam jumlah (dosis) kecil / rendah.d. Mudah diperoleh di alam.e. Cara pembuatan relatif mudah dan secara sosial ekonomi penggunaannya menguntungkan bagi petani kecil di negara berkembang. Teknik Pembuatan Pestisida NabatiPembuatan pestisida nabati dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :• Penggerusan, penumbukan, pembakaran, dan pengepresan untuk menghasilkan produk berupa tepung, abu atau pasta.Prinsip Kerja Pestisida NabatiDalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman, pestisida nabati menjalankan prinsip kerja yang unik dan spesifik. Prinsip kerja pestisida nabati ada tiga yaitu menghambat, merusak dan menolak. Hal ini akan tampak pada cara kerja pestisida nabati dalam melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit. Cara kerja pengendaliannya bisa melalui perpaduan beberapa cara ataupun cara tunggal. Penggunaan pestisida nabati yang dapat dipadukan dengan musuh alami bila bahan pestisida nabati tersebut tidak beracun bagi musuh alami. Diharapkan dengan adanya informasi mengenai jenis- jenis tanaman yang berpotensi sebagai bahan penghasil pestisida nabati dan pemanfaatannya dapat membantu masyarakat dalam mengenal dan memanfaatkan jenis- jenis tersebut dalam pengendalian PHT.