TEKNIK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BOKHASI Oleh : Masrun, STPBPP Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah Pupuk bokashi merupakan pupuk kompos yang dibuat dengan cara fermentasi. Bahan baku pupuk bokashi terdiri dari sisa tanaman, kotoran ternak, sampah dapur atau campuran material organik lainnya. Pupuk bokashi dibuat dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme efektif (EM4) sebagai dekomposernya.Bokashi dipopulerkan pertamakali di Jepang sebagai pupuk organik yang bisa dibuat dengan cepat dan efektif. Terminologi bokashi diambil dari istilah bahasa Jepang yang artinya perubahan secara bertahap. Sedangkan EM4 merupakan jenis mikroorganisme dekomposer untuk membuat pupuk bokashi. EM4 dipopulerkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Jepang. ALAT1. Alat pencacah rumput2. Ember3. Drum4. Plastik / terpal penutup5. Parang6. Sekop7. Pacul/cangkul BAHAN1. Feses sapi 300 kg2. Dedak atau bekatul 10 kg3. Sekam 10 kg4. EM-4 20 sendok makan5. Tetes 10 sendok6. Air secukupnya CARA PEMBUATAN PUPUK BOKASHI 1. Siapkan pupuk kandang 2. Campurkan kotoran sapi + dedak atau bekatul + sekam hingga merata.3. Larutkan EM-4 + tetes ke dalam 200 liter air4. Siramkan larutan secara perlahan-lahan secara merata ke dalam campuran pupuk kandang, dedak, sekam lakukan hinggga kandungan air di adonan mencapai 30—40 %. Tandanya bila campuran dikepal air tidak keluar dan bila kepalan dibuka adonan tidak buyar.5. Hamparkan adonan di atas lantai kering dengan ketebalan 15-20 cm lalu tutup dengan terpal selama 5-7 hari6. Agar suhu adonan tidak terlalu panas akibat fermentasi yang terjadi, adonan diaduk setiap hari hingga suhu dapat dipertahankan hingga kisaran 5 derajat Celsius7. Setelah satu minggu pupuk bokashi siap digunakan CARA APLIKASI Untuk tanaman sayuran diberikan pada saat pengolahan tanah, dan untuk tanaman palawija diberikan 1 (satu) kilogram per tanaman.Untuk tanaman tahunan diberikan 2 kg pertanaman, kesemuanya ini diberikan dengan cara dibenamkan dalam tanah. Cara ini sangat efektif agar pupuk bokashi dapat menyatu dengan tanah di sekitar areal tanam agar, dapat memperbaiki struktur tanah serta mengurangi erosi apabila terjadi banjir. Sumber :Margono. 2013. Modul Mata Kuliah Pengelolaan Limbah Ternak. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. Magelang