Loading...

TEKNIK PEMILIHAN BIBIT SALAK

TEKNIK PEMILIHAN BIBIT SALAK
PembibitanPembibitan salak dapat berasal dari biji (generatif) atau dari anakan (vegetatif). Pembibitan secara generatif adalah pembibitan dengan menggunakan biji yg baik diperoleh dari pohon induk yg mempunyai sifat-sifat baik, yaitu: cepat berbuah, berbuah sepanjang tahun, hasil buah banyak & seragam, pertumbuhan tanaman baik, tahan terhadap serangan hama & penyakit serta pengaruh lingkungan yg kurang menguntungkan. Keuntungan perbanyakan bibit secara generatif:• dapat dikerjakan dengan mudah & murah• diperoleh bibit yg banyak• tanaman yg dihasilkan tumbuh lebih sehat & hidup lebih lama• untuk transportasi biji & penyimpanan benih lebih mudah• tanaman yg dihasilkan mempunyai perakaran kuat sehingga tahan rebah & kekeringan• memungkinkan diadakan perbaikan sifat dlm bentuk persilangan. Kekurangan perbanyakan secara generatif:1. kualitas buah yg dihasilkan tidak persis sama dengan pohon induk karena mungkin terjadi penyerbukan silang2. agak sulit diketahui apakah bibit yg dihasilkan jantan atau betina. Persyaratan Bibit : Untuk mendapatkan bibit yg baik harus dilakukan seleksi terhadap biji yg akan dijadikan benih. Syarat-syarat biji yg akan dijadikan benih : ? Biji berasal dari pohon induk yg memenuhi syarat.? Buah yg akan diambil bijinya harus di petik pada waktu cukup umur.? Mempunyai daya tumbuh minimal 85 %.? Besar ukuran biji seragam & tidak cacat.? Biji sehat tidak terserang hama & penyakit.? Benih murni & tidak tercampur dengan kotoran lain.Teknik Penyemaian Bibit 1. Bibit dari Biji: a. Biji salak yg telah direndam & dicuci, masukkan kedalam kantong plastik yg sudah dilubangi (karung goni basah), lalu diletakkan di tempat teduh & lembab sampai kecambah berumur 20-30 harib. Satu bulan kemudian diberi pupuk Urea, TSP & KCl, masing-masing 5 gram, tiap 2-3 minggu sekalic. Agar kelembabannya terjaga, lakukan penyiraman setiap hari 3. Bibit dari Anakan dengan pesemaian bak kayu: a. Buat bak kayu dengan ukuran tinggi 25 cm, lebar & panjang disesuaikan dengan kebutuhanb. Diisi dengan tanah subur & gembur setebal 15-20 cmc. Diatas tanah diiisi pasir setebal 5-10 cmd. Arah pesemaian Utara Selatan & diberi naungan menghadap ke Timure. Benih direndam dlm larutan hormon seperti Atonik selama 1 jam, konsentrasi larutan 0,01-0,02 cc/liter airf. Tanam biji pada bak pesemaian dengan jarak 10 x 10 cmg. Arah biji dibenamkan dengan posisi tegak, miring/rebah dengan mata tunas berada dibawahPemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Untuk pembibitan dari biji, media pembibitan adalah polybag dengan ukuran 20 x 25 cm yg diisi dengan tanah campur pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Setelah bibit atau kecambah berumur 20-30 hari baru bibit dipindahkan ke polibag. Pembibitan dengan sistem anakan, bambu diletakkan tepat di bawah anakan salak, kemudian disiram setiap hari. Setelah 1 bulan akar telah tumbuh & anakan dipisahkan dari induknya, kemudian ditanam dlm polybag. Pupuk Urea, TSP, KCl diberikan 1 bulan sekali sebanyak 1 sendok teh.Pemindahan Bibit : Untuk bibit dari biji, setelah bibit salak berumur 4 bulan baru dipindahkan ke lahan pertanian. Untuk persemaian dari anakan, setelah 6 bulan bibit baru bisa dipindahkan ke lapangan. Sumber :1. Pedoman Budidaya Buah Salak. Tim Karya Mandiri. CV. Nusa Mulia. 20022. Harwimuka.2010. Budidaya Salak Pondoh. Insan Cendekia3. Tim Penulis Penebar Swadaya. (1998). 18 Varietas Salak: Budidaya, Prospek4. http://budidaya-petani.blogspot.co.id/2013/03/salak.html. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id