Loading...

Teknik Penampungan Semen Ala Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari

Teknik Penampungan Semen  Ala Balai Besar Inseminasi  Buatan (BBIB)  Singosari
Inseminasi buatan telah dilakukan sejak beberapa abad yang lampau. Kemudian perkembangan metode pengumpulan semen dilakukan dengan menggunakan vagina buatan. Metode ini ternyata sangat populer dan kini dipakai secara meluas pada pusat-pusat inseminasi buatan di seluruh penjuru dunia. Tidak terkecuali, Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari sebagai salah satu stasion inseminasi buatan nasional dari awal berdiri sampai sekarang masih mempertahankan metode penampungan sperma dengan menggunakan vagina buatan.Pada dasarnya jenis vagina buatan yang dimiliki oleh Balai adalah model double-walled type AV dan termasuk model yang sering dipakai di Indonesia. Metode ini tetap dipertahankan oleh Balai karena kelebihan yang dimilikinya sebagai sebuah simulasi yang sempurna terhadap perkawinan secara alam dan semen tertampung dalam kualitas yang jauh lebih baik dari pada metode-metode lainnya. Namun demikian, Balai sendiri tetap menggunakan metode elektroejakulasi khusus untuk pejantan unggul yang pincang, lumpuh, cedera, lamban atau impoten, dan tidak sanggup menaiki teaser. Kebersihan dan syarat-syarat higiene pejantan penting diperhatikan pada saat penampungan semen. Hal ini dilakukan agar kualitas sperma yang ditampung tidak terkontaminasi dengan kotoran dan kuman-kuman penyebab penyakit. Karenanya sebelum melakukan kegiatan penampungan semen, dilakukan persiapan pejantan yang akan ditampung sesuai dengan jadwal berikut catatan kesehatannya. Preputium dan daerah sekitarnya juga dilakukan pencucian dengan menggunakan alat preputium washing machine dalam larutan desinfektan ringan. Penampungan semen dilakukan di tempat khusus yakni service crate atau arena penampungan dengan konstruksi terbuat dari besi agar pada saat proses penampungan bahan tersebut cukup kuat menahan kaki depan pejantan. Untuk mensiasati agar lantai pada arena penampungan memiliki tempat berpijak yang tidak licin, maka perlu kiranya diberikan matras yang cukup tebal agar pejantan merasa nyaman pada saat memijakkan kakinya sehingga resiko terjadinya kecelakaan semakin kecil atau bila terdapat ternak yang jatuh maka resikonya tidak sedemikian parah. Teaser yang digunakan adalah pejantan yang berukuran lebih kecil atau sama serta dipilih pejantan teaser yang memiliki temperamen lebih tenang (pendiam). Selain melakukan persiapan pejantan yang akan ditampung, maka sudah semestinya perlu dilakukan persiapan peralatan penampungan. Petugas harus memastikan bahwa vagina buatan yang akan digunakan sudah steril dan terpasang dengan lengkap seluruh bagiannya berikut perlakuan yang harus diberikan (pengisian air hangat dan pemberian lubricating jelly di 1/3 bagian atas dari AV). Perlu diingat bahwasanya untuk menghindari semen agar tidak terjadi temperatur shock dan terkena sinar matahari langsung, maka pada bagian collection tube harus diberi selongsong yang berwarna hitam. Ini merupakan prosedur standar wajib yang selama ini telah dijalankan oleh Balai sebagai bagian upayanya untuk mendapatkan kualitas semen yang baik. Upaya lain guna meningkatkan kemampuan libido pada saat penampungan adalah dengan melakukan false mounting (pengekangan) terhadap pejantan. Prosedur false mounting yang dilakukan di Balai adalah sebanyak 2 - 3 kali (disesuaikan dengan kondisi pejantan) yaitu dengan cara menghandle penis agar tidak menyentuh bagian pemancing (teaser). Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebaiknya perlakuan false mounting pada pejantan tidak dilakukan lebih dari 5 kali, karena jika terlalu sering/banyak dilakukan, maka selain pejantan akan mudah lelah dan penis akan menjadi kotor juga ditengarai dalam jangka panjangnya pejantan yang bersangkutan justru akan menurunkan kemampuan libido. Pada saat penampungan, petugas collector berdiri di samping kanan pejantan dengan posisi memegang vagina buatan pada tangan kanan dan mengarahkannya kira-kira dengan sudut kemiringan 35º dengan lubang vagina buatan menghadap ke bawah. Pada saat pejantan melakukan ejakulasi, maka dengan segera tangan kiri menggenggam preputium dan mengarahkan ke vagina buatan. Yang perlu diperhatikan adalah pada saat penampungan tidak dilakukan gerakan mendorong vagina buatan ke arah penis, pejantan dibebaskan untuk memberikan dorongan penisnya sendiri memasuki vagina buatan. Setelah proses penampungan pejantan selesai, maka perlu dilakukan pengecekan kembali mengenai identifikasi pejantan yang meliputi nama, kode, dan data pre-collection. Hal ini wajib dilakukan agar dalam tahap prosesing nantinya tidak terjadi kekeliruan mengenai identifikasi produk akhir setelah menjadi semen beku. Jika tempat penampungan dan laboratorium dimana semen nantinya akan diproses mempunyai jarak yang cukup jauh, maka selama perjalanan collection tube harus diberi pelindung yang berupa kain hitam sebagai upaya untuk mencegah penurunan kualitas akibat kontak langsung dengan sinar matahari dan kemudian dengan segera semen yang telah tertampung dikirim ke laboratorium untuk selanjutnya dilakukan pemprosesan menjadi semen beku. Setelah digunakan penampungan, maka dengan segera vagina buatan di cuci, dibersihkan dan disterilkan kembali. Proses sterilisai alat AV yang dilakukan di Balai adalah dengan merebus didalam air panas. Langkah selanjutnya yaitu proses pengeringan didalam lemari sterilisasi yang didalamnya dilengkapi dengan sinar ultra violet. Setelah semuanya selesai baru ultra violet. (Suwarna/ Penyuluh Pertanian Pusat).Sumber : Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari