Total areal kelapa dalam di Kecamtan Suwawa Selatan seluas 669,61 hektare lebih kurang 75 ha areal pengembangan baru berada di lahan bekas banjir yang dipenuhi kerikil dan pasir. Untuk itu materi ini dibuat agar dapat membatu para petani kelapa di lahan kritis tersebut. Pada dasarnya teknik penanaman kelapa dalam disemua jenis lahan adalah sama namun untuk lahan kritis perlu diperbanyak organik berupa pupuk kandang, granul atau yang lainnya. Lebih rinci penjelasan teknik tersebut dapat dijelaskan sebagaimana berikut ini. 1.PEMBUATAN LUBANG TANAM a) Buat rangka/bingkai dengan ukuran 60 cm x 60 cm dan titik ajir penanaman kelapa di tengah. b) Lakukan penggalian, tanah bagian atas atau top soil ditempatkan di sebelah kiri/kanan, dan lapisan tanah di bawahnya di sisi yang berlawanan. c) Khusus untuk tanah dengan tekstur berat, seperti dominan liat atau bercadas atau berbatu, sebaiknya ukuran lobang diperbesar hingga 80 cm x 80 cm atau lebih. d) Buatlah teras individu, dengan diameter 2 m atau lebih. Pusat teras adalah tiang ajir yang telah ditentukan sebelumnya. Sebaiknya permukaan teras miring ke arah dinding teras (ke arah bagian belakang), untuk memperkecil aliran air hujan. Hal ini juga dapat berfungsi untuk konservasi air.e) Selanjutnya, buat lubang seperti pembuatan lubang di lahan datar. 2. PENYIAPAN BIBIT YANG MENGGUNAKAN POLIBAG Bibit siap tanam setelah berumur 6-8 bulan. Beberapa hari sebelum pemindahan bibit ke lapang, hal-hal yang perlu dilakukan, yaitu : a) Dua minggu sebelum penanaman, akar yang menembus polibag dipotong, usahakan dasar kantong tidak robek. b) Berikan tanda di batang semu (girth) bibit dengan cat putih pada ketinggian 6 cm di atas permukaan tanah. c) Pengangkutan atau distribusi bibit ke lapang/kebun menggunakan gerobak atau kendaraan. 3. PENANAMAN KELAPA DALAM POLIBAG a) Bibit, pupuk dan penakar pupuk di letakkan di samping lobang tanam. Dengan menggunakan penakar yang terbuat dari bekas botol aqua kapasitas 200 g campurkan pupuk dengan tanah lapisan atas. Dapat juga gunakan pupuk komposit atau organik. b) Ukur kedalaman penanaman dari dasar polibag hingga tanda putih pada bibit. Selanjutnya ukur kedalaman lobang berdasarkan hasil 4. PENYIAPAN BIBIT TANPA POLIBAG a) Beri tanda kedalaman penanaman pada pangkal bibit dengan cat putih pada ketinggian 6 cm di atas permukaan sabut. beberapa hari sebelum dicabut. b) Pada saat penanaman, bibit segera dicabut dan akar dipotong sampai batas 5 cm dari permukaan sabut bagian bawah. c) Distribusi/pembagian bibit di kebun dapat menggunakan berbagai alat angkut. Apabila lokasi penanaman tidak dapat dijangkau dengan gerobak atau kendaraan, maka pengangkutan bibit dilanjutkan dengan cara memikul. d) Ukur kedalaman penanaman dari dasar bibit hingga tanda cat putih pada bibit. Selanjutnya ukur lobang tanam berdasarkan hasil tadi. Pada saat penanaman usahakan tanda pada bibit berada di atas permukaan tanah timbunan. e) Aturlah posisi bibit agar berdiri tegak dan tampak lurus dari segala arah sesuai jarak dan sistem tanam. f) Tutuplah lobang dan padatkan tanah sekitar bibit. Usahakan permukaan tanah sekitar bibit agak cembung agar tidak mudah tergenang air. Demikian Tulisan ini dibuat secara ringkas diramu dari berbagai sumber, semoga bermanfaat semua pembaca diseluruh nusantara lebih khusus di kecamatan Suwawa selatan. []YuDa-Admin