Loading...

TEKNIK PENANGANAN PASCA PANEN PADA JAGUNG

TEKNIK PENANGANAN PASCA PANEN PADA JAGUNG
Persyaratan mutu pada penanganan pasca panen jagung ditetapkan sebagai berikut :a) Kadar air, 14 %, b) Kadar kotoran, 3 %, c) kadar butir rusak, 5 %, d) kadar butir warna lain,10 %, e) kadar butir pecah, 0 %, f) bebas dari hama dan bau apekDalam penanganan pasca panen jagung ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yang meliputi kegiatan : 1) Pemanenan, 2) Pengupasan kelobot dan pengeringan ,3) Pemipilan, 4) Pengepakan, 5) Penyimpanan. Pemanenan Pemanenan jagung yang akan dimanfaatkan tidak dalam bentuk segar , harus dilakukan pada waktu dan cara yang tepat. Bila tidak dilakukan demikian, mutu jagung akan kurang memenuhi syarat. Waktu yang tepat untuk memanen jagung ialah bila buahnya sudah masak.Jagung dikatakan masak bila kadar air biji sudah mencapai 25 – 30 % (bila ditekan dengan kuku tidak berbekas). Pengupasan dan Pengeringan :Pengupasan jagung yang akan digunakan untuk jagung sayur biasanya tidak dikupas semua kulitnya. Berbeda dengan jagung yang akan digunakan sebagai biji kering jagung, biasanya jagung dikupas dari kulitnya dan dibuang rambutnya sampai bersih kemudian dijemur. Untuk memperoleh mutu jagung yang baik (mengkilap), harus dilakukan pengeringan dengan sinar matahari (+ 7 – 8 hari). Tetapi bila terjadi hujan terus menerus dapat digunakan mesin pengering (dryer) dengan suhu 38 - 43° C. Pengeringan tongkol dilakukan hingga mudah untuk dipipil, yaitu pada kadar air sekitar 18 %. Pemipilan pada tongkol yang masih basah (kadar air diatas 18 %), menghasilkan biji rusak karena kerusakan mekanis. Pemipilan :Ada beberapa cara pemipilan jagung, yang masing-masing mempunyai kebaikan dan keburukan seperti :a) Dengan tangan : Cara ini menghasilkan jagung yang baik, tidak pecah/luka, tetapi kapasitas per jam rendah (lebih kurang 10 kg per jam)b) Dengan dipukul : Tongkol jagung yang sudah kering ditempatkan dalam karung, lalu dipukul-pukul menggunakan suatu alat dari kayu. Cara ini cocok bagi jagung yang bertongkol pendek dan butirannya tidak melekat pada tongkol, tetapi persentase rusaknya cukup tinggi. Pegeringan :Pengeringan jagung dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dikeringkan secara alami dan dikeringkan secara buatan. Pengeringan jagung secara alami dilakukan dengan menggunakan panas dari sinar matahari atau perapian dapur. Pengeringan dengan cara ini biasanya berlangsung sekitar 50-60 jam pada cuaca yang cerah/terik sinar matahari yang maksimal, pada tahap pengeringan ini biasanya pada jagung yang sudah dipipil kanndungan airnya sekitar 12-14 %. Sedangkan pengeringan dengan cara buatan pengeringan dengan menggunakan mesin pengering atau grain dryer. Pengemasan/Pengepakan :Tujuan : Memudahkan penanganan (pemindahan dan penyimpanan), Perlindungan dari cuaca diharapkan pengemasan dapat melindungi biji jagung dari cuaca luar yang merugikan misalnya kelembaban udara yang tinggi, bocoran hujan, Perlindungan dari gangguan hama selama penyimpanan, dan Perlindungan dari gangguan cendawanBahan kemasan yang dapat digunakan : Kantung plastik, Kertas, Karung atau wadah yang kaku. Persyaratan Bahan: Mudah didutup, Relatif murah, Dapat digunakan berulang ulang, Dapat menghemat ruangan Penyimpanan :Penyimpanan jagung dapat dilakukan dengan dua cara, ialah dalam tempat tertutup dan dalam tempat terbuka. 1) Penyimpanan dalam tempat tertutup dapat menggunakan karung. Bila jagung pipilan sudah kering (kadar air 13 – 14 %), cara ini mempunyai daya simpan cukup lama. Penyimpanannya di dalam gudang yang sudah disanitasi. 2) Penyimpanan dalam tempat terbuka biasanya berbentuk curahan. Penyimpanan dengan cara ini tidak tahan lama, karena berhubungan langsung dengan udara. Sumber : 1. Anonymous, 2009. Petunujuk perbaikan teknik pasca panen jagung di tingkat petani. Departemen Pertanian RI, Jakarta.2. Mimbar Penyuluhan, No. 3373 tahun XLI 2010. Berbagai Pilihan varietas unggul jagung Produk Badan Litbang Pertanian.3. https://guncitorvum.wordpress.com/2011/10/23/budidaya-jagung Penulis : Iman Priyadi, SP (Penyuluh Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id