Loading...

Teknik Pengendaliaan Hama Keong Mas Pada Tanaman Padi Sawah

Teknik Pengendaliaan Hama Keong Mas Pada Tanaman Padi Sawah
Pada umumnya keong mas (Pomacea caniculata. L) merupakan salah satu hama utama yang sangat rakus menyerang tanaman padi sawah terutama tanaman padi yang masih muda. Cara merusak hama ini dengan memarut jaringan tanaman lalu memakannnya. Bekas potongan daun dan batang yang tersisa akan terlihat mengambang diatas air. Serangan berat akan mengakibatkan tanaman padi yang baru tanam menjadi habis total. Berikut ini adalah beberapa teknik untuk pengendalian hama keong mas pada tanaman padi sawah secara PHT (Pengendalian Hama Terpadu), yaitu : Pemungutan telur keong mas Telur keong mas biasanya diletakkan di atas permukaan air, pada pangkal batang tanaman, tembok-tembok irigasi. Cara yang lebih efektif untuk memungutnya secara manual, dengan cara membuat pancang-pacang kayu kemudian diletakkan di sekitar areal pertanaman padi, keong mas akan meletakkan telurnya pada pancang kayu tesebut, sehingga kita mudah memungutnya. Pengelolaan air Dengan melakukan pengeringan sawah, kemudian membuat parit-parit disekitar areal tanaman dengan lebar lebih kurang lebih 15-25 cm dan kedalamannya 5 cm, ketika dikeringkan maka keong mas akan berkumpul diparit tersebut lalu kita pungut. Membuat Perangkap Perangkap dibuat dari dedaunan yang dapat menarik keong mas ini, seperti daun papaya, tekniknya dengan cara membuat kubangan kemudian diatasnya ditutup dengan daun pepaya, lalu keong akan tertarik dan berdatangan lalu kita pungut. Pestisida Nabati Ada beberapa jenis tanaman yang mengandung senyawa yang mampu membunuh keong mas dan setelah dilakukan pengujian ekstrak tanaman seperti akar tuba, daun mimba, daun sembung dan umbi gadung, dan hasil pengujian Laboratorium Pestisida Nabati, Balai Besar Peramalan OPT, keempat jenis ekstrak tanaman tersebut semuanya memiliki suatu senyawa yang punya pengaruh pada jenis molusca sampai mengakibatkan kematian. Hasilnya semakin tinggi konsentrasi ekstrak pestisida nabati semakin tinggi angka kematian keong mas ini. Pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) Teknik pengendalian lainnya yang dapat digunakan sebagai alternatif pemanfaatan keong mas yaitu dengan membuat MOL (Mikro Organisme Lokal), sehingga populasi keong mas dapat berkurang. Adapun langkah-langkah pembuatannya adalah mengambil Keong Mas yang masih hidup sebanyak 5 kg, gula merah 1 kg, 10 liter air kelapa. Keong mas dicincang halus, ditambahkan air kelapa dan gula merah kemudian dimasukkan dalam wadah dan difermentasi/dibiarkan selama 14 hari. MOL keong mas yang berhasil ditandai ketika tercium aroma “tape” dan MOL yang tidak jadi akan berbau busuk. MOL keong mas merupakan larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. MOL keong mas ini mengandung protein dan sebagai media hidup dan berkembangnya mikroorganisme seperti azotobacter, azosspirilium, mikroba pelarut phospat, staphylococcus, pseudomonas, auksin dan enzim yang sangat berguna bagi tanaman. Seperti halnya MOL dari bahan lainnya, MOL keong mas ini juga dapat digunakan sebagai dekomposer untuk dicampur pada pupuk kandang atau untuk pembuatan kompos. Moluskisida Racun Keong Mas atau moluskisida sintesis tidak dianjurkan digunakan untuk sebelum tanam atau pra tanam karena berspektrum luas, dapat membunuh ikan, cacing, bahkan itik yang memakan keong mas yang mati akibat racun kimia ini, sehingga penggunaannya harus secara hati-hati dan selalu diawasi. Bahan aktif moluskisida yang sering digunakan yaitu metaldehyde 5 %, methiocarb, dll Keberhasilan teknik pengendalian keong mas ini, bila dilakukan secara bersama-sama dan bersifat gerakan dengan melibatkan berbagai pihak baik dari pemerintahan maupun masyarakat, serta memperhatikan faktor lingkungan yang ada disekitarnya.