Penyakit bulai merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman jagung. Penyakit bulai di sebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis dan peronosclerospora philippinesesis yang sebarannya cukup luas. Serangan penyakit Bulai pada tanaman jagung , biasa menyerang pada umr 0-70 HST. Sumber inoculum penyakit ini adalah tanaman jagung yang terinfeksi dan tumbuh selama musim kemarau, bila biji tanaman, jamur akan ikut berkembang dan menginfeksi bibit, selanjutnya dapat menjadi sumber inoculum (penyakit)untuk tanaman jangung lain. Jamur ini dalam pembentukannya menghendaki air bebas, gelap dan berada pada suhu tertentu. PAtogen akan berkembang dengan baik apabila kelembaban lebih dari 90% dan pada suhu sekitar23°C serta dalam keadaan gelap. Jamur dapat bertahan dalam bentuk miselium di dalam biji, namun tidak terlalu begitu penting sebagai sumber inoculum. Infeksi dari konidia yang tumbuh di permukaan daun akan masuk ke jaringan tanaman melalui stomata tanaman muda dan lision local berkembang ke titik tumbuh yang menyebabkan infeksi sintetik. Konidiofor dan konidia terbentuk keluar dari stomata daun terutama pada malam hari yang lembeb, apabila bijinya yang terinfeksi, maka daun kotiledone selalu terinfeksi, akan tetapi jika inokulu berasal dari spora, daun kotiledone tetap sehat. Gejala serangan penyakit Bulai pada tanaman jagung ini terjadi pada permukaan daun jagung, berwarna putih sampai kekuningan di ikuti garis-garis sampai kekuningan di ikuti dengan garis-garis kloritik. Ciri yang lainnya pada gejala serangan penyakit ini adalah pada pagi hari jika dilihat disisi bawah daun jagung terdapat lapisan beledu putih yang terdiri dari konidifor dan konidium jamur. Penyakit bulai pada tanaman jagung menyebabkan gejala sistemik yang meluas ke seluruh bagian tanaman yang menimbulkan gejala local/setempat. Infeksi sistemik terjadi apabila infeksi cendawan penyakit ini mencapai titik tumbuh sehingga semua daun yang dibentuk terinfeksi. Tanaman jagung yang terinfeksipenyakit bulai pada umur yang masih muda biasanya tidak membentuk buah, tetapi apabila yang terserang penyakit ini adalah tanaman jagung yang berumur tua masih terbentuk buah tapi umumnya pertumbuhannya kecil. Ada beberapa teknik Pengendalian penyakit bulai pada tanaman jangung yang dapat di lakukan di antaranya : Kultur teknis / Pengendalian secara pola tanam Menanam jagung dengan varietas tahan Bulai (Varietas Sukmanagara, lagaligo, Srikandi, Lamuru, dan Gumarang). Melakukan periode waktu, bebas tanam jangung minimal 2 minggu sampai dengan 1 bulan. Tidak menanam benih jagung yang berasal dari tanaman yang sakit. Penanaman di lakukan secara serentak yaitu pada awal sampai akhir musim kemarau, dan melakukan pengaturan waktu tanam. Pengendalian Fisik dan Mekanik Sanitasi lingkungan. eradikasi tanaman yang terinfeksi, dengan cara mencabut dan membakar tanaman yang terserang. Perlakuan Benih Perlakuan benih dengan fungisida sistemik dengan bahan aktif metalaksil, demetomorf, propineb, propikonazol, tebukonazol, tembaga oksida, simoksanil, metilmetalaksil dan lain sebagainya. Disusun oleh: Ani Maryani, SP. Admin SMIIP BPP Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis