Perkebunan lada mayoritas adalah perkebunan rakyat yang dikelola dengan cara tradisional dengan permodalaan lemah sehingga perkembangan teknologi dan pengembangan budidaya tanaman sangat lambat bahkan mengalami penurunan akibat turunnya harga lada ditingkat petani. Ada beberapa hasil olahan yang bisa kita peroleh dari buah lada seperti lada hitam, lada putih, ekstraksi Minyak Lada, Balsem Lada. Teknik pengolahan buah lada untuk menghasilkan produk seperti diatas antara lain 1. Lada hitam : Tahap pengolahan lada hitam antara lain Perontokan buah : buah hasil panen ditumpuk kemudian ditutup terpal selama 2-3 hari kemudian lada dirontokkan dari dompolan dengan cara diinjak pada alas dari anyaman bambu agar buah terpisah dari tangkainya Pengeringan : buah yang sudah dirontokkan kemudian dijemur selama 3-7 hari tergantung dari cuaca dan kadar air buah, Pengemasan : lada yang telah kering dibersihkan dari kotoran kemudian dimasukkan dalam karung, Karung disimpan diruangan penyimpanan yang kering dan tidak lembab dengan diberi alas dari bambu atau kayu sehingga bagian bawah karung tidak berhubungan langsung dengan lantai. 100 kg lada basah yang masih bergagang bisa diperoleh lada basah tanpa gagang sebanyak 70 - 80 kg jika dikeringkan akan diperoleh lada hitam kering sebanyak 25-30 kg. 2. Lada Putih : Tahap pengolahan lada putih antara lain Perendaman buah lada masak yang baru dipetik, dimasukkan dalam karung lalu direndam selama 7 - 10 hari atau rata-rata 8 hari untuk melunakkan kulit buah supaya mudah terlepas dari biji. Air rendaman harus bersih dan mengalir agar dihasilkan lada yang baik (putih bersih), jikan perendaman yang dilakukan dalam bak sebaiknya dilakukan penggantian air 2 hari sekali. Perendaman dengan air kotor akan menghasilkan lada putih yang kurang baik (kotor, warna abu-abu atau kecoklatan). Pembersihan atau Pencucian Lada hasil rendaman dilakukan dalam ember atau saringan dengan menggunakan tangan sambil diremas agar kulitnya terpisah dengan biji lada. Pengeringan : buah yang telah dipisahkan dari kulitnya kemudian dijemur selama 3-7 hari dan digaja kebersihannya agar tidak bercampur dengan kotoran yang akan merusak kualitas lada. Pengemasan : lada yang telah kering dan bersih dari kotoran kemudian dimasukkan dalam karung, Karung disimpan diruangan penyimpanan yang kering dan tidak lembab dengan diberi alas dari bambu atau kayu sehingga bagian bawah karung tidak berhubungan langsung dengan lantai. Pada pengolahan lada putih, dari 100 kg lada basah yang masih bergagang bisa diperoleh lada putih sekitar 30 - 40 kg lada putih, Rendemen pengolahan buah lada basah menjadi lada putih tergantung pada jenis tanaman dan tua mudanya buah saat dipanen disamping cara pengolahan hasil itu sendiri. 3. Ekstraksi Minyak Lada Minyak lada diperoleh dari penyulingan buah lada, minyak lada digunakan sebagai pemberi aroma dan rasa pada berbagai macam industri makanan dan juga dipakai dalam industri kosmetika dan farmasi. Bahan baku yang digunakan untuk peyulingan minyak lada antara lain : Lada enteng/hampa hasil sortasi, Lada muda yang ikut terpanen dan Tangkai buah lada. Penyulingan dilakukan dengan uap air bersuhu 100 oC dengan tekanan 1 Atm selama 4 jam akan menghasilkan minyak lada sebesar 2,15%. Pemisahan minyak dengan air didasarkan pada perbedaan berat jenisnya. Oleh karena berat jenis minyak lada lebih rendah dari air, maka minyak lada akan mengapung diatas permukaan air. Minyak yang sudah dipisahkan dari air disimpan dalam botol yang kedap udara karena minyak lada memiliki sifat sama dengan minyak atsiri lainnya yang mudah menguap. 4. Balsem Lada Salah satu produk olahan alami dan bisa dibuat dari lada adalah balsem lada yang terbuat dari minyak lada atau bubuk lada. Balsem lada alami berbentuk krim dapat dibentuk dari campuran minyak kelapa/minyak zaitun + lilin lebah(beewax) untuk mengentalkan larutan + bubuk lada/minyak lada untuk memberikan rasa hangat jika ingin terasa lebih panas dapat ditambahkan bubuk cabe + minyak kayu putih agar aromanya yang lebih segar. Proses Pembuatannya dengan cara memanaskan lilin lebah hingga cair lalu seluruh bahan dimasukkan dan diaduk hingga rata kemudian didinginkan hingga terbentuk krim yang siap digunakan. Pengolahan lada harus dilakukan sebaik mungkin agar hasil yang kita peroleh memenuhi standarisasi mutu hasil perkebunan seperti ISO 9000, ISO 14000, HACCP dan SPS, sehingga lada kita mampu bersaing di pasar negara maju. Untuk mencapai tingkat standarisasi mutu yang baik harus didukung dengan memperbaiki pengelolaan sumberdaya alam, pembinaan petani dan kelompok tani yang penekanannya pada penanganan pasca panen, pengolahan, sortasi/grading, pengepakan sampai pemasaran hasil. (penulis : Dedy Kurniawan, Penyuluh Pertanian Desa Sri Jaya BPP Sungkai Jaya) Sumber referensi : Nurdjanah,1992,Pengolahan Lada Hijau dan Penyulingan Minyak Lada.