Loading...

TEKNIK PENYATUAN DUA BATANG POHON UNTUK MEMPERCEPAT PEMBESARAN DAN MEMPERKOKOH POSTUR BATANG SERTA WAKTU BERBUAH YANG LEBIH AWAL PADA TANAMAN DURIAN

TEKNIK PENYATUAN DUA BATANG POHON UNTUK MEMPERCEPAT PEMBESARAN DAN MEMPERKOKOH POSTUR BATANG SERTA WAKTU BERBUAH YANG LEBIH AWAL PADA TANAMAN DURIAN
TEKNIK PENYATUAN DUA BATANG POHON UNTUK MEMPERCEPAT PEMBESARAN DAN MEMPERKOKOH POSTUR BATANG SERTA WAKTU BERBUAH YANG LEBIH AWAL PADA TANAMAN DURIAN Durian merupakan buah yang banyak penggemarnya bahkan tidak sedikit yang berusaha menanam pohonnya baik di kebun maupun di pekarangan rumah dengan harapan suatu saat ketika pohon ini berbuah akan dapat menikmatinya. Batang pohon durian dapat tumbuh mencapai tinggi 25—50 meter tergantung spesiesnya, untuk tumbuh mencapai tinggi tersebut perlu waktu yang cukup lama, bisa belasan atau puluhan tahun. Durian dikembangbiakkan dari bijinya walaupun ada juga yang menggunakan cara pencangkokan dan okulasi. Kelebihan perbanyakan pohon dengan biji akan diperoleh pohon yang lebih kokoh karena memiliki akar tunjang, sedangkan kelebihan perbanyakan pohon dengan pencangkokan dan okulasi akan lebih cepat berbuah. Untuk mendapatkan dua keuntungan tersebut, Sarkoni, A.Md. yang merupakan salah seorang PPL di WKPP Bukitkemuning menggunakan teknik penyatuan dua batang pohon durian yaitu yang ditanam berasal dari biji dan yang satunya lagi yang berasal dari pencangkokan. Pohon durian yang akan disatukan adalah pohon durian yang masih kecil berumur sekitar 1—2 tahun yang ditanam berdekatan dengan jarak sekitar 40 cm. Untuk melakukan teknik ini perlu disiapkan alat berupa; (1) pisau berukuran kecil yang tajam dan bersih, (2) plastik transparan, (3) “tiang” pancang kecil, dan (4) kawat gulung 1—2 meter, serta (5) tali rafia. Caranya yaitu; (1) batang pertama adalah batang yang berasal dari pencangkokan, batang kedua adalah batang yang berasal dari biji, (2) batang pertama dan kedua yang akan disatukan ditempelkan untuk menentukan bidang penyatuan/bidang tempel di ketinggian sekitar 50—70 cm diatas permukaan tanah, beri tanda dengan menekankan pisau tepat di 50 dan 70 cm lalu lepaskan, (3) potong batang kedua di ketinggian 70 cm, buat sayatan memanjang diagonal mulai dari jarak 50—70 cm, (4) pada batang pertama buat sayatan dangkal di sisi bidang temple dengan jarak sama dengan batang kedua yaitu di jarak 50—70 cm, (5) satukan dan tempelkan bidang sayatan batang pertama dan kedua, (6) ikat dengan plastik transparan dengan cara melilitkannya melingkar dari bawah ke atas di bidang tempel, (7) tancapkan tiang pancang kecil di sekeliling batang pertama dan kedua yang disatukan, (8) lilitkan kawat untuk melindungi kedua batang yang telah disatukan, buat melingkar dengan kerapatan 5 jari, (9) biarkan selama 3 minggu. Setelah 3 minggu buka plastik yang dililitkan di bidang penyatuan/penempelan, tanda penempelan berhasil adalah menyatunya batang pertama dan kedua di bidang tempel tadi, yang perlu diperhatikan adalah pada saat pekerjaan ini dilakukan cuaca dalam keadaan cerah dan sebaiknya dikerjakan di akhir musim hujan. Diharapkan dari penyatuan ini akan diperoleh postur batang pohon durian yang kokoh dan waktu mulai berbuah yang lebih singkat (Sayidil Amin, S.P. PPL BPP Bukitkemuning).