Loading...

Teknik Penyimpanan Bawang Merah

Teknik Penyimpanan Bawang Merah
Bawang merah merupakan produk hidup berbentuk umbi lapis yang memiliki sifat mudah mengalami kerusakan. Jenis kerusakan yang terjadi berupa pelunakan umbi, keriput, keropos, busuk, pertunasan, pertumbuhan akar dan tumbuhnya jamur. Kerusakan-kerusakan semacam itu pada proses penyimpanan akan menyebabkan turunnya kualitas umbi bawang merah di samping kehilangan berat. Teknik penyimpanan bawang merah ada berbagai macam tergantung berbentuk apa bawang merah yang akan disimpan. Menyimpan Bawang Merah Utuh Bawang Merah yang dijual di pasar umumnya dalam keadaan utuh, belum mengalami perubahan bentuk. Untuk menghindari kebusukan maka bawang utuh harus disimpan dalam suhu ruangan kering atau terbuka dengan sirkulasi udara yang lancar. Menyimpannya pada wadah terbuka yang memiliki pori-pori, misalnya berbentuk keranjang kecil. Cara menyimpan seperti ini akan membuat bawang merah bertahan lama selama kurang lebih 1 bulan. Jangan menyimpan dalam kulkas, sebab bawang akan jadi bertunas dan cepat busuk. Usahakan tidak menumpuknya terlalu banyak dalam satu tempat agar sirkulasi udara tetap terjaga. Setiap sayuran akan mengeluarkan gas tersendiri saat disimpan, begitu pula bawang. Karenanya hindari menyimpan bawang secara bersamaan dengan sayuran lain untuk mengurangi efek penguapan gas yang akan menyebabkan bawang cepat busuk. Menyimpan Bawang Merah yang Sudah Dikupas Demi menghemat waktu ketika memasak, biasanya ibu-ibu mengupas bawang merah terlebih dahulu dalam jumlah yang banyak agar ketika memasak tidak harus mengupas lagi. Bawang merah yang sudah dikupas tersebut biasanya akan lebih mudah busuk. Oleh karena itu, harus benar-benar diperhatikan cara penyimpanannya, selain agar tidak mudah busuk juga untuk menjaga kualitasnya. Ada beberapa metode untuk menyimpan bawang merah yang sudah di kupas : * Menyimpan pada wadah tertutup dalam lemari es Dengan cara ini, bawang merah tahan lama dan kualitasnya tetap terjaga. Menyimpan bawang merah dengan cara ini dapat membuat bawang tahan lama selama kurang lebih 1-2 minggu. * Menyimpan pada wadah terbuka dalam lemari es. Menyimpan bawang merah dengan cara ini akan membuat bawang tahan lama selama 2-3 minggu. Namun, dengan cara ini kualitas bawang yang dihasilkan akan berbeda dengan cara penyimpanan yang pertama. Meskipun begitu, kondisinya akan tetap baik dan masih bisa digunakan. Akan lebih baik jika bawang yang disimpan dengan cara ini tidak dalam jumlah yang banyak. Menyimpan Bawang Merah yang Sudah Dihaluskan atau Dicincang Bawang merah yang sudah dicincang dan dihaluskan juga bisa disimpan dengan baik agar tahan lama dan kualitasnya terjaga. * Menyimpan bawang merah dalam lemari es caranya bawang merah cincang atau iris dimasukkan dalam wadah tertutup, lalu simpan di bagian bawah kulkas. Cara ini akan membuat bawang tahan disimpan selama 1 bulan. * Bawang merah cincang dan halus juga bisa disimpan pada freezer. Dengan cara ini bawang merah akan bertahan sampai 3 bulan. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa penyimpanan pada suhu rendah dapat memperlambat proses metabolisme sehingga akan memperpanjang masa simpan. Penyimpanan pada suhu rendah dapat mengurangi kehilangan air, kerusakan karena aktivitas mikroba dan pertumbuhan yang tidak dikehendaki. Bawang merah yang disimpan pada suhu 10°C, 20°C dengan RH 65-75?pat menekan laju respirasi yang tinggi, dan mampu mempertahankan kekerasan serta kadar air, sehingga bawang merah dapat disimpan selama 2 bulan. Kerusakan pada bawang merah berupa pertunasan dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu kandungan air dan suhu penyimpanan. Kadar air memiliki peranan yang penting dalam penyimpanan bawang merah. Kadar air yang terlalu tinggi pada awal penyimpanan dapat menyebabkan mudahnya terjadi kebusukan dan kerusakan seperti munculnya akar. Namun jika kadar air terlalu rendah dapat menyebabkan terjadinya susut bobot pada bawang merah, Penyimpanan bawang merah pada suhu 28-33°C dengan kadar air awal 87,1% membuat bawang dapat bertahan selama 8 minggu dan memiliki mutu akhir yaitu susut bobot sebesar 23,93%. Penulis : Rizal, SP (PPL Kec. Ajangale)