Loading...

TEKNIK PRODUKSI BENIH JAGUNG HIBRIDA

TEKNIK PRODUKSI BENIH JAGUNG HIBRIDA
Teknik Produksi BenihTeknik produksi benih berbeda dengan produksi non benih yang terletak pada prinsip genetiknya, dimana aspek ekmurnian genetiknya menentukan kelulusan dalam sertifikasi. Teknik budidaya secara internal dilakkukan oleh penangkar benih dalam bentuk roguing dan secara eksternal dilaksanakan oleh balai pengawas dan sertifikasi benih (BPSB) dalam bentuk pengawasan di lapang. Jagung merupakan tanaman menyerbuk silang, oleh karena itu isolasi jarak atau pun waktu merupakan hal yang sangat penting dalam memproduksi benih jagung bersertifikat. Teknik budidaya produksi jagung hibrida sehingga menghasilkan benih hibrida adalah: 1. Persiapan lahanPersiapan lahan meliputi pemilihan lahan tanam dan pengolahan lahan tanam, serta penentuan jarak tanam. Lahan yang akan ditanami harus memenuhi isolasi jarak dan waktu. Hal ini dimaksudkan agar antar tanaman jagung tidak terjadi penyerbukan silang. Jarak tanam antara antan adalah 15 cm dan jarak tanam antara betina adalah 20 cm. pengolahan lahan dilakukan supaya lahan yang akan ditanami menjadi gembur. 2. Persiapan benih sumberPersiapan benih sumber ini meliputi pemilihan benih dan menghitung kebutuhan benih. Benih yang dipakai pada praktikum adalah berasal dari perusahaan penangkar benih Sang Hyang Sri yang tidak perlu dipertanyakan lagi kualitasnya. 3. Penanaman dan perawatanSebelum dilakukan penanaman, tanah dilubangi sedalam 2-5 cm terlebih dahulu. Masing-masing lubang di tanami 2-3 benih. Dalam pembuatan benih hibrida ini, di gunakan 3 (tiga) tetua, 2 (dua) betina dan 1 (satu) jantan. Waktu tanam antara benih jantan dan betina berbeda dikarenakan benih betina lebih cepat tumbuh daripada benih jantan. Jarak antara jantan dan betina adalah 30 cm. hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penyerbukan silang . 4. Pengamanan kemurnian genetisUntuk menjaga kemurnian genetis, produksi benih hibrida dilakukan dengan cara : a. KastrasiKastrasi adalah teknik yang digunakan oleh para pemulia (orang yang berusaha untuk memperbanyak tanaman "dalam lingkup pemuliaan tanaman" ) untuk meningkatkan produktifitas dari tanaman yang dimuliakan, kastrasi ini adalah proses untuk menghilangkan kelamin jantan dari suatu bunga.. b. Penataan letak tanaman indukTata letak pertanaman induk disesuaikan dengan jenis hibrida yang akan dihasilkan. Untuk menghasilkan hibrida jagung persilangan tunggal, tat letakl pertanaman mengikuti pola 2:1, yaitu setiap dua baris tanaman tetua betina jagung berselang dengan 1 tetua jantan jagung. c. RoughingRoughing dilakukan dengan cara membuang tanaman yang diragukan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyerbukan tanaman tetua betina oleh tanaman yang tidak dikehendaki, dalam pembentukan benih bukan dari tanaman tetua yang diinginkan. d. Emaskulasi/DetaselingYaitu pembuangan bunga jantan dari tanaman tetua betina yang belum dewasa. Bunga betina tanaman tetua ditutup agar tidak diserbuki oleh serbuk sari lain yang tidak dikehendaki. Detaseling seharusnya dilakukan ketika bunga jantan baru muncul sebagian supaya tidak terjadi penyerbukan yang tidak diinginkan. Pada saat detaseling praktikan harus teliti memeriksa perbaris tanaman agar tidak ada satu pun bunga jantan yang terlewati. Selain itu, pada saat musim muncul bunga jantan, praktikan harus mengecek tiap saat, karena pemunculan bunga jantan tidak serentak. Detaseling bisa dilakukan dalam kurun waktu 5-10 hari. Sumber :1. Syukur, M., S. Sujiprihati, dan R. Yunianti. 2009. Teknik pemuliaan tanaman. Bagian Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Departemen Agronomi dan Hotikultura IPB. Bogor. 284 hal .2. Suwardi. 2009. Teknologi Produksi Panen dan Pasca Panen Benih Jagung Varietas Sukmarga di Kalimantan Selatan. Prosding seminar Naional Serealia: 307-312.3. SuwarnoB.W. (Tanpa tahun). Perakitan Varietas Hibrida. Institut Pertanian Bogor. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id