Kopi adalah tanaman komoditi dengan nilai ekonomi yang tinggi. Setiap tahunnya permintaan biji kopi di dunia semakin meningkat. Hal ini tentu merupakan kabar baik khususnya bagi para petani kopi. Namun produksi kopi cenderung semakin menurun tiap tahunnya. Berbagai cara dilakukan guna meningkatkan produksi kopi antara lain melakukan perbanyakan populasi tanaman kopi seperti yang telah dilakukan pada kelompok tani Fa Masa, Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa pada tahun 2017. Sambung pucuk merupakan salah satu teknik perbanyakan benih kopi secara vegetatif. Sambung pucuk diniliai sangat sesuai untuk dikembangkan diwilayah Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada yang memiliki karakteristik iklim yang cukup ekstrim pada waktu tertentu. Sambung pucuk dilakukan dengan menggabungkan dua klon kopi yang berbeda dengan keunggulan spesifik dari masing-masing klon tersebut. Pemilihan mata entris (batang atas) harus memiliki kriteria yaitu, produktifitasnya tinggi, cita rasa khas AFB (Arabika Flores Bajawa). Klon kopi untuk entris yang cocok adalah, yellow captura dan comastik, dan S795. Sedangkan batang bawah berasal dari klon kopi yang memiliki karakteristik; tahan rebah, dan dapat beradaptasi pada kondisi iklim ekstrim contohnya klon Arabika, S795, Robusta, dan jenis arabika lainnya yang sudah terdapat pada lahan petani. Pada prinsipnya, sambung pucuk dilakukan dengan menyambungkan batang tanaman kopi dengan pucuk kopi yang sejenis atau berjenis lain. Keberhasilan teknik sambung pucuk ini dipengaruhi oleh ketepatan pertemuan kambium, keberhasilan alat dan ketrampilan pembuatnya. TUJUAN Adapun tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan ini yaitu: Tersedianya kualitas pohon kopi yang sesuai dengan SOP kopi AFB Meningkatkan produktifitas dan produksi kopi Meningkatkan kapasitas penyuluh dan petani kopi LANGKAH-LANGKAH SAMBUNG PUCUK KOPI Alat dan Bahan : Pisau Gunting Tali Plastik Sungkup Entres Langkah-langkah Pilih tanaman kopi yang akan dijadikan sebagai batang bawah.Batang yang bermutu baik berasal dari tumbuhan yang mempunyai sistem perakaran yang kuat,tahan terhadap hama dan penyakit,bersifat bandel dengan kondisi tanah apapun.Batang bawah berusia antara 6-9 bulan dengan diameter kurang lebih dari 1 cm. Idealnya batang bawah yang dipakai memiliki ketinggian 10-15 cm.Gunakan pisau yang tajam untuk membentuk celah cekungan pada batang bawah dengan ukuran sesuai diameter batang atas dan kedalaman 3-4 cm.Kemudian ambil entres lalu mengiris secara menyerong kedua pangkal batang atas sehingga berbentuk lancip menyerupai anak panah sepanjang 3-4 cm.Usahakan cekungan batang bawah dan pangkal batang atas yang lancip yang mempunyai permukaan yang rata dan tidak bergelombang sehingga kedua kambium sambung pucuk ini bisa tepat bertemu. Tancapkan batang atas tepat sambung dan batang bawah,kencangkan sambungan menggunakan tali rafia sehingga posisinya stabil dan tidak mudah goyah. Menutup bekas sambung pucuk menggunakan plastik.Tujuannya adalah mempertahankan tingkat kelembannya sehingga antara batang bawah dan batang atas bisa tersambung secara alami. Oleh: Herman Yoseph Gisi