Istilah vertikultur berasal dari bahasa Inggris, verticulture. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu vertical dan culture. Di dalam dunia bercocok tanam, pengertian vertikultur adalah budidaya pertanian dengan cara bertingkat atau bersusun. Pada dasarnya jenis tani ini tidak jauh berbeda dengan mengolah tanah dikebun atau sawah. Perbedaan yang mencolok hanya terletak pada lahan yang digunakan dalam sistem pertanian konvensional misalnya, satu meter persegi mungkin hanya bisa menanam lima batang pohon. Dengan pola ini, mampu ditanami sampai 20 batang.Pertanian vertikultur sangat cocok sekali diterapkan dikota-kota besar seperti jakarta. Sanggup pula dibudidayakan di daerah rawan banjir. Kebun mini ini dapat dipindah-pindahkan dengan mudah. Vertikultur merupakan solusi pertanian masa depan. Hemat lahan dan aman bagi lingkungan. Adapun keunggulan dari teknik ini adalah :A. Murah dan MudahKarena pengertiannya pertanian bertingkat, sistem yang dipakai tidak ubahnya seperti sebuah tangga pada umumnya. Bersusun ke atas dan tentu saja tidak perlu mencangkul atau membajak tanah. Dalam pembuatan "tingkat" alat dan bahan banyak tersedia di sekitar kita.Tak perlu bingung untuk media tanam. tempat hidup pohon-pohon itu dapat dipakai bekas kaleng cat, biskuit atau wadah plastik menyak pelumas. Barang-barang tersebut aneka jenis pot-pot tanaman yang banyak dijual. Begitu pula dengan memanfaatkan gelas air minum mineral, ember bekas serta dapat memakai kantung plastik jenis polybag.B. MenyehatkanBanyak cara hidup sehat. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Tanpa banyak mengandung unsur kimiawi, zat pewarna atau pengawet. Begitu pula dengan tinggal di rumah yang sehat. Teknik veltikulture adalah upaya untuk menghasilkan tanaman yang lebih higienis dan ramah lingkungan. Di Indonesia dikenaldengan nama Pertanian Organik (PO). Yakni budidaya pertanian alami yang tidak menggunakan bahan kimia. Tanpa pemakaian pupuk kimia, pestisida kimia atau zat perangsang buatan lainnya.C. Berbagai KelebihanLahan yang meminimalis dapat menghasilkan hasil yang maksimal caranya yaitu dengan membuat sebuah rak untuk menaruh tanaman. Tanpa harus menanamnya langsung pada lahan yang ada. Rak tersebut dapat terbuat dari kayu, papan atau bambu. Bila ingin lebih kuat dapat menggunakan kerangka besi atau stainless steel. Tapi itu lebih mahal ongkos pembuatannya.Keuntungan yang kedua adalah anti banjir, karena mudah dipindahkan, kalau kerangka bangunannya dibuat tinggi dapat mencegah banjir. Keuntungan yang ketiga adalah, penanaman jenis verticultura dapat dipakai untuk menyalurkan kreatifitas dengan mengecat pot dan rak. Boleh juga bila ditambahkan pernak pernik pot, seperti wadah air dibawahnya atau pot-pot gantung.Vertikultur sangat cocok dipakai untuk budidaya tanaman semusim, misalnya sayur-sayuran. Selain menanamnya mudah, hasilnya langsung dinikmati. Aneka sayuran yang dapat ditanam antara lain seledri, selada, kangkung, bayam atau kemangi. Pohon cabai, tomat, atau terong juga mudah sekali tumbuh di dalam pot. Jenis poly bag atau kantung plastik tebal berwarna hitam, dapat menggantikan fungsi pot tanaman. dari artikel : http://lahanhidroponik.com/keunggulan-teknik-vertikultur-jenis-tanaman-yang-cocok-untuk-vertikultur/ Penulis : Isna Noviana, SP, M.Si (Penyuluh Pertanian Kabupaten Bone)