TEKNIS BERTANAM UBI KAYUI.Latar BelakangUbi kayu (Manihot esculenta crantz) termasuk tanaman tropis, tetapi dapat pula beradaptasi dan tumbuh dengan baik di daerah sub tropis. Secara umum tanaman ini tidak menuntut iklim yang spesifik untuk pertumbuhannya. Namun demikian ubi kayu akan tumbuh dengan baik pada curah hujan antara 750-1.000 mm/thn sedangkan tinggi tempat yang baik adalah berkisar 0 – 1.500 m dpl, suhu yang edial untuk tanaman ubi kayu ini adalah 25 -28 derajad Celsius Tanah yang dikehendaki oleh tanaman ubi kayu adalah keadaan tanah yang bertekstur berpasir hingga liat, tumbuh baik pada tanah lempung berpasir dan berstruktur gembur yang cukup hara, sedangkan pH tanah yang ideal antara 4,5- 8, optimalnya adalah 5,8 II. BIBITBibit ubi kayu yang baik, berasal dari tanaman induk yang mempunyai persyaratan : 1. Produksi Tinggi2. Kadar tepung tinggi3. Umur genjah ( 7 - 9 bulan )4. Rasa enak5. Tahan terhadap Hama dan Penyakit Ubi kayu ditanam dari stek batang, syarat stek batang ubi kayu yang siap ditanam adalah ubu kayu telah mencapai umur 7-12 bulan dengan diameter 2,5-3 cm telah berkayu, lurus dan masih dalam keadaan segar. Panjang stek yang baik antara 20-25 cm, bagian pangkal sebaiknya diruncing agar memudahkan untuk menanamnya.Waktu penanaman diusahakan kulit stek tidak terkelupas, terutama pada bakal tunas Bagian batang ubi kayu yang tidak dapat di gunakan untuk ditanam adalah 15-20cm pada bagian pangkal batang dan 20 - 25 cm pada bagian ujung atau pucuk tanaman BAB II TEKNSIS BUDIDAYA 1. Pengolahan Tanah Waktu mengerjakan tanah sebaiknya pada saat tanah tidak dalam keadaan becek atau berair, agar struktur tanah tidak rusak. Tujuan pengolahan tanah adalah: agar tanah menjadi gembur sehingga pertumbuhan akar dan umbi berkembang dengan baik. Cara pengolahan tanah ringan/gembur : tanah dibajak atau di cangkul 1-2 kali sedalam kuranglebih 20 cm, diratakan langsung ditanami, sedangkan bagi tanah yang berat dan berair tanah dibajak atau di cangkul 1 - 2 kali sedalam kurang lebih 20cm, dibuat bedengan-bedengan atau guludan juga dibuat saluran drainase, baru dapat ditanam 2. Penanaman Penanaman ubi kayu dapat dilakukan setelah bibit/stek dan tanah disiapkan. Waktu yang baik untuk penanaman adalah permulaan musim hujan. Hal ini disebabkan ubi kayu memerlukan air terutama pada pertumbuhan vegetatif yaitu umur 4-5 bulan selanjutnya kebutuhan akan air relatif lebih sedikit. Jarak tanam tanaman ubi kayu secara monokultur: 100 x 100 ; 100 x 60 ; 100 x 40.Jarak tanam tanaman ubi kayu secara tumpang sari dilaksanakan ubi kayu dengan kacang tanah 200 x 60 cm. dan Ubi kayu dengan jagung 100 x 60 cm.Cara menanam ubi kayu dianjurkan stek tegak lurus atau minimal membentuk sudut 60 derajat dengan tanah dan kedalaman stek 10 - 15 cm. 3. PemupukanUntuk mencapai hasil yang tinggi perlu diberikan pupuk organik ( pupuk kandang,kompos dan pupuk hijau ) dan pupuk an organik ( Urea, TSP, KCL ). Pupuk organic sebaiknya diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah. Tujuan utama pemberian pupuk ini adalah untuk memperbaiki struktur tanah. Pupuk an-organik diberikan tergantung tingkat kesuburan tanah. Pada umumnya dosis pupuk anjuran untuk tanaman ubi kayu adalah:- Urea : 60 - 120 kg hl/ ha- TSP : 30 kg P205/ ha- KCL : 50 kg K20/ ha Cara pemberian pupuk adalah: a. Pupuk dasar : 1/3 bagian dosis Urea, KCL., dan seluruh dosis P (TSP)diberikan pada saat tanam b. Pupuk susulan : 2/3 bagian dari dosis Urea dan KCL diberikan padasaat tanaman berumur 3 - 4 bulan 4. Pemeliharaan Pemeliharaan tanaman perlu dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang sehat, baik, seragam dan memperoleh hasil yang tinggi. Pemeliharaan ubi kayu meliputi: a. Penyulaman Apabila ada tanaman ubi kayu yang mati atau tumbuh sangat merana harus segera dilakukan penyulaman. Waktu untuk penyulaman paling lambat 5 minggu setelah tanam. b. Penyiangan dan PembumbunanPenyiangan dilakukan apabila sudah mulai tampak adanya gulma (tanaman pengganggu). Penyiangan kedua dilakukan pada saat ubi kayu berumur 2-3 bulan sekaligus dengan melakukan pembumbunan. Pembumbunan dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah sehingga ubi kayu dapat tumbuh dengan sempurna,memperkokoh tanaman supaya tidak rebah. c.Pembuangan tunas Pembuangan tunas dilakukan pada saat tanaman berumur 1-1,5 bulan, apabila dalam satu tanaman tumbuh lebih dari dua tunas. BAB III HAMA DAN PENYAKIT Hama penting bagi tanaman ubi kayu adalah: Tungau daun merah dan Kumbang ,Sedangkan penyakit yang sering menyerang ubi kayu adalah Layu bakteri dan Bercak daun Untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman ubi kayu adalah : - Sanitasi lapang setelah panen ( sisa tanaman dibakar )- Menggunakan bibit yang sehat dari varietas tahan penyakit- Pengolahan tanah secara sempurna- Pergiliran tanaman dengan palawija/tanaman lainnya BAB IV PANEN Kriteria ubi kayu yang optimal adalah pada saaat kadar pati optimal. Yakni ketika tanaman itu berumur 6-9 bulan apabila untuk konsumsi. Untuk pembuatan produk seperti tepung sebaiknya ubi kayu dipanen pada umur lebih dari 10 bulan, dan itu juga tergantung akan varietas yang ditanam. Ciri saat panen adalah warna daun menguning dan banya yang rontok. Cara pemanenan dilakukan dengan membuat atau memangkas batang ubi kayu terlebih dahulu dengan tetap meninggalkan batang sekitar 15 cm untuk mempermudah pencabutan. Batang dicabut dengan tangan atau alat pengungkit dari batang kayu atau linggis. Hindari pemakaian cangkul, karena permukaannya yang lebar yang tanpa disadari dapat memotong ubi.Umbi yang baik setelah panen hanya berumu 1-3 hari tergantung penyimpanan. Setelah itu umbi sudah melakukan banyak perombakan kalori. Bahkan, kadang umbi berwarna kebiruan apabila kandungan HCNnya tinggi. Dan munculnya warna ini sangat mempengaruhi kualitas tepung. Admin BPP Kampar kiri TengahDAFTAR PUSTAKA Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. 150/95Diterbitkan oleh: Balai Informasi Pertanian Irian Jaya Anom, 1988. Usahatani Ubi Kayu, Departemen Pertanian Anom, 1989. Ubi Kayu, Departemen Pertanian Anom, 1989. Gema Penyuluhan Pertanian. Departemen Pertanian Anom, 1989. Gema Penyuluhan Pertanian. Departemen Pertanian