Teknologi Salibu adalah salah satu inovasi teknologi untuk memacu produktifitas. Teknologi salibu merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen dipotong, tunas akan muncul dari buku yang ada didalam tanah. Tunas ini akan mengeluarkan akar baru sehingga suplay hara (aliran makanan) tidak lagi tergantung pada batanglama, inilah yang membuat pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih dibandingkan tanaman pertama Tahap Pekerjaan 1. Panen lebih awal biasanya 7-10 hari 2. Kondisi tanah sawah diusahakan lembab saat pemotongan 3. Pemotongan tunggul setinggi 3-5 cm dengan menggunakan alat yang tajam setelh 7-10 hari setelah panen 4. Setelah dipotong diusahakan kondisi air macak-macak 5. Pada umur 20-25 hari dilakukan penyiangan, penyisipan dan pemupukan sesuai dosis serta pembenaman jerami sisa 6. Bila MT 2 akan disalibukan sebaiknya MT1 ditanam dengan sistem jarwo Langkah selanjutnya sama seprti pemeliharaan padi yang lain Pada teknologi padi salibu pertumbuhan tunas setelah dipotong sangat dipengaruhi oleh 1. Tinggi pemotongan batang sisa panen 2. Varietas yg digunakan 3. Kondisi air tanah pada waktu panen 4. Pemupukan Pemeliharaan - Pada umur 20-25 hari setelah pemotongon dilakukan penyianyan dan pembenaman sisa-sisa jerami pemotongan - Jika ada rumpun yg kurang tunasnya maka dilakukan pembelahan tunas lain dan disisipkan ke trumpun yang kurang tunasnya Pemupukan Dalam upaya mengimbangi kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan anakan dan tunas salibu perlu dilakukan pemupukan yang cukup terutama Urea, dengan dosis 150 kg urea dan 150 kg phonska, waktu pemberian pupuk setelah pemotongan, penjarangan dan penyisipan II. MANFAAT Teknologi padi salibu dapat meningktkan produktifitas lahan, dengan meningkatkan indeks panen dari 2 menjadi , atau 4 kali panen dalam setahun Keuntungan teknologi salibu adalah umurnya relatif lebih pendek, kebutuhan air lebih sedikit, biaya produksi lebih rendah karena penghematan dalam pengolahan tanah, tanam dan pemakaian bibit serta dapat mempertahankan kemurnian benih