Loading...

Teknis Budidaya Tanaman Pekarangan

Teknis Budidaya Tanaman Pekarangan
Pemberdayaan masyarakat pedesaan untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga dikembangkan program pemanfaatan pekarangan melalui kegiatan kawasan rumah pangan lestari (KRPL). Jenis tanaman yang dapat ditanam di lahan pekarangan antara lain : Tanaman sayuran, pangan Lokal : Ganyong, Angkrik, Rempah dan Obat, dan Bumbu dapur.Teknis budidaya meliputi : Persiapan media tanam, Pembibitan, Penanaman, Pemeliharaan, Pemupukan, Penyiraman dan Panen.Budidaya tanaman pekarangan terdiri dari : Penanaman langsung pada lahan, Penanaman dalam pot/polybag, Penanaman pada media lain, seperti : - pada batang pisang, - pada media air/hidroponik, - pada media udara/aeroponik.Penanaman langsung pada lahan : Pastikan lahan tidak tergenang, karena lahan yang selalu tergenang menjadi masam sehingga tanaman sulit untuk tumbuh dan berkembang. Sebaiknya tingkat kemasaman tanah (pH) berkisar 6 – 7 (netral).Pengolahan lahan: - dibersihkan dari gulma baik pada lahan yang akan ditanami maupun lingkungan sekitarnya, - Tanah digemburkan dengan cara dicangkul, Tanah yang gembur memudahkan akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang, -Tambahkan bahan organik, misalnya : pupuk kandang, kompos, kascing, dll (yang telah matang).Buat bedengan untuk pertanaman dengan ukuran disesuaikan dengan jenis tanaman, misalnya : Untuk cabai : lebar bedengan 1 – 1.5 m, panjang bedengan menyesuaikan ukuran lahan, tinggi bedengan sekitar 30 - 50 cm, jarak antar bedengan 50 - 75 cm, jarak tanam cabai : 60 cm x 70 cm atau 70 cm x 70 cm.Pembibitan : - Ada yang perlu disemai terlebih dahulu dan Ada yang dapat langsung ditanam biji. Untuk yang perlu disemai terlebih dahulu misalnya cabai, terung, tomat, seledri, teknisnya sebagai berikut: a. Buat media persemaian (campur tanah yang halus : pupuk organik : arang sekam dengan perbandingan 2:1:1, artinya jika kita membuat media sebanyak 4 kg, maka jumlah tanahnya 2 kg, bahan organik 1 kg dan 1 kg arang sekam, atau tanah : pupuk organik dengan perbandingan 1 : 1).b. Siram media dengan air gembor/emrat supaya pancaran airnya halus sehingga media tidak muncrat kemana-mana dan air masuk ke dalam media dengan baik.c. Taburkan benih di permukaan media, namun jangan terlalu rapat d. Tutup persemaian dengan media semai sekitar 1 mm, bisa juga ditutup karung karung plastik 1-2 hari untuk melindungi benih pada persemaian, buka karung apabila tanaman telah tumbuh.e. Pemeliharaan persemaian dengan cara menyiram apabila media terlihat kering. Penyiraman menggunakan emrat, dan sebaiknya dilakukan pada sore hari setelah matahari tidak terik. f. Cabut bibit satu demi satu apabila sudah cukup tinggi (sekitar 5 cm untuk bibit yang akan dibumbun atau 15-20 cm untuk bibit yang akan dipindah langsung ke media tanam)g. Cara pembumbunan : - sobek daun pisang selebar sekitar 3 cm, - gulung sehingga membentuk lingkaran dengan diameter sekitar 3 cm, rapatkan tepi dengan lidi/hekter, - masukkan media ke dalamnya sekaligus bibit dari persemaian, - tata kembali secara teratur dalam media persemaian. Keuntungan pembumbunan : Bibit akan beradaptasi dengan baik pada saat dipindahkan ke media tanam.Penanaman : Penanaman pada lahan dapat dilakukan langsung. Buat lubang tanam pada bedengan, dengan kedalaman disesuaikan besarnya bibit. Tanam bibit (dalam bentuk bumbunan atau bibit langsung). Urug kembali lubang tanam dan padatkan secukupnya (tidak terlalu padat). Lakukan penyiraman dengan siraman yang halus.Penanaman pada pot/polybag :Persiapan media, Bahan yang diperlukan :1. Tanah (sebaiknya diambil dari lapisan atas 20-30 cm), karena pada lapisan atas tanah kaya bahan organik dan merupakan lapisan tempat berkembangnya akar tanaman 2. Pupuk organik 3. Bisa ditambah bahan lain misalnya arang sekam Cara membuat media tanam tanah : pupuk organik : arang sekam = 2 : 1 : 1 atau tanah : pupuk organik = 1 : 1 atau dapat diformulasikan sesuai hasil percobaan masing-masing.Penanaman : Siapkan pot/polybag dengan ukuran sesuai, dengan ukuran tanaman , Isikan media tanam ½ - ¾ pot/polybag, Tanam bibit dari bumbunan atau yang dicabut dan tambahkan lagi media tanamnya serta padatkan secukupnya sampai bibit dapat tumbuh tegak. Siram dengan air dengan siraman yang halus.Pemeliharaan :Buang gulma yang tumbuh pada pot/polybag, Apabila media terlihat sangat padat, digemburkan dengan hati-hati supaya akar tidak putus, Pot/polybag diletakkan di tempat yang cukup mendapat sinar matahari. Pemupukan : Yang perlu diperhatikan, tepat jenis, tepat dosis, dan tepat cara pemupukan.• Tepat jenis, sesuai dengan yang diperlukan tanaman, Untuk sayuran daun : pupuk N, Untuk sayuran buah dan bunga: pupuk N, P dan K.• Tepat dosis, sesuai dengan kebutuhan tanaman (umumnya sudah tertera dalam kemasan)• Tepat cara, untuk memastikan bahwa unsur hara dalam pupuk benar-benar dapat dimanfaatkan oleh tanaman • Cara pemupukan : Pupuk P dan K dalam bentuk granul sebaiknya dilarutkan terlebih dahulu dengan air. Pemupukan dengan cara di cor, TIDAK BOLEH langsung terkena tanaman, tetapi diberi jarak sekitar 5 – 10 cm. Pemupukan diberikan 7 – 10 hari sekali atau sesuai dosis anjuran.Pupuk daun : Umumnya pupuk daun diencerkan dengan air dengan dosis sesuai aturan dalam kemasan. Pupuk yang telah diencerkan dimasukkan ke dalam sprayer dan disemprotkan pada PERMUKAAN BAWAH daun. Dilakukan 7 – 10 hari sekali.Penyiraman : • Dilakukan pada saat media tanam terlihat kering atau tanaman terlihat mulai layu • Penyiraman dilakukan SORE HARI saat matahari tidak terik lagi • Penyiraman menggunakan butiran air yang halus supaya tidak merusak tanaman dan media• Prinsip penyiraman : air dapat masuk ke dalam media dengan baik, tidak hanya di permukaan Panen :• Umumnya cara panen sudah diketahui • Untuk sayuran Kailan, panen dapat dilakukan lebih dari satu kali dengan cara memotong batang, namun tidak sampai habis.• Batang yang tersisa akan bertunas kembali dan nantinya dapat dipotong kembali • Demikian seterusnya • Hasil panen dapat langsung dikonsumsi, diolah terlebih dahulu atau disimpan . Sumber : BPTP Jawa Barat (Bahan Pelatihan P2KP-KRPL)Penyunting : Hj. Tarminah, SP. (PP BPP Bangodua)Admin Kab. : Endang Kirno K.