TEKNIS PEREMAJAAN PADA TANAMAN LADA Peremajaan adalah penggantian tanaman tidak produktif (tua/rusak) dengan tanaman baru secara keseluruhan atau bertahap, teknisnya dengan menggunakan bahan tanaman unggul yang berasal dari perbanyakan. Peremajaan dilakukan pada tanaman yang berumur > 15 tahun, terserang OPT utama ( PBK, helopeltis, VSD, dan busuk daun), dan tanaman dengan produktivitas rendah. Pengajiran diperlukan untuk menentukan keteraturan pertanaman untuk mempermudah pemeliharaan. Ajir dibuat dari bambu atau kayu dengan panjang 50 cm dengan ujung runcing. Secara umum ada 3 tahap pengajiran yaitu air untuk lubang tanam, ajir untuk tanaman lada, dan ajir untuk penyulaman pohon pelindung. Kebun lada yang diremajakan dapat dimanfaatkan dengan menanam tanaman sela semusim sebelum tanaman baru menghasilkan. Jenis tanaman sela/ musiman berasal dari suku Leguminoceae, misalnya kedelai dan kacang tanah. Tanaman sela / musiman perlu dipelihara, dipupuk, dan disiangi, hama, dan penyakitnya dikendalikan. Limbah tanaman sela/ musiman disarankan dikembalikan ke kebun sebagai pupuk hijau. Secara garis besar tanaman pelindung dibedakan menjadi dua yaitu: a.Penaung.SementaraPenaung sementara seperti dipangkas pada jarak 10 cm diatas permukaan tanah selama musim hujan. Hasil pangkasan digunakan untuk mulsa lada. Tanaman ini akan mati dengan senirinya setealh tertutup oleh tajuk tanaman lada. Penaung sementara, jumlah anakan diatur sehingga setiap rumpun maksimum hanya berisi 2- 3 batang. Umur anakan agar diatur supaya periode panennya dapat teratur. Anakan yang tidak dikehendaki dipotong, ditugal, dan disiram minyak tanah 2,5 ml/anakan. Penaung sementara dimusnahkan apabila tanaman lada sudah mulai berbuah yaitu setelah berumur 4 tahun. b.Penaung.TetapLamtoro dan gamal semula sebagai penaung tanaman lada dengan jarak 3 x 3 m atau 4 x 4 m. Populasi dikurangi secara bertahap dan sistematis. Pada saat tanaman lada berumur 4 tahunTanaman lada muda memerlukan perawatan yang lebih intensif dibanding tanaman dewasa. Penyediaan nutrisi dan unsur hara yang cukup menjadi hal yang sangat penting. Pemupukan organik dilakukan pada saat cukup air yaitu awal dan akhir musim hujan. Pemberian pupuk pada peremajaan atau penanaman kembali perlu dilakukan sejak persiapan tanam. Pada saat pembuatan lubang tanam dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang atau humus sejumlah 1/4 sampai 1/3 dari volume tanam, dengan tujuan untuk memberikan lingkungan tumbuh perakaran yang.baik. Bogor, 04 – 11 - 2014Sumber artikel dan gambar : Pedoman Umum Budidaya Lada, BBP2TPDitulis kembali oleh : Kukuh Wahyu W (R) - BBP2TPe-mail : widjajantokukuh@yahoo.com