Loading...

Teknis. Pemeliharaan Tanaman Pada Karet

Teknis. Pemeliharaan Tanaman Pada Karet
Teknis. Pemeliharaan Tanaman Pada Karet Karet merupakan sumber pendapatan, kesempatan kerja dan devisa negara yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sentra-sentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Indonesia sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia, namun masih menghadapi beberapa kendala, yaitu rendahnya produktivitas, terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas, didominasi oleh karet remah (crumb rubber). Teknis pemeliharaan tanaman karet pada intinya ada 3 bagian yaitu penyulaman, pemotongan tunas palsu, dan merangsang percabangan.Penyulaman :Bibit yang baru ditanam harus diperiksa setiap dua minggu sekali selama tiga bulan pertama setelah penanaman. Pemeriksaan ini penting khususnya bila bahan tanam yang digunakan adalah stum mata tidur. Bibit yang mati harus segera diganti atau disulam dengan bibit yang baru agar populasi tanaman dapat dipertahankan dan seragam. Penyulaman sebaiknya dilakukan dengan bahan tanam yang mempunya umur relatif sama atau lebih tua dari tanaman yang disulam. Untuk memperoleh bahan tanam yang seumur, haruslah disediakan bibit terlebih dahulu bahan tanam dalam bentuk polibag dan disulam pada tahun yang sama. Jika penyulaman masih harus dilakukan pada tahun ke-dua atau tahun ke-tiga penyulaman harus dilakukan dengan bahan tanam.berupa.stum.matatinggi.Pemotongan.Tunas.PalsuTunas palsu pada tanaman karet adalah tunas yang tumbuh bukan dari mata okulasi. Tunas ini banyak dijumpai pada bibit stum mata tidur, sedangkan pada bibit stum mini atau bibit polibag, tunas palsu relatif jarang ditemui. Tunas palsu dapat menghambat tumbuhnya mata okulasi bahkan dapat menyebabkan mata okulasi tidak tumbuh, karena pasokan fotosintat yang dihasilkan diserap seluruhnya untuk pertumbuhan tunas palsu. Oleh karena itu, tunas palsu harus dibuang agar pertumbuhan dan populasi tanaman tetap optimal. Pembuangan tunas sebaiknya dilakukan ketika tunas tersebut belum mengayu atau dilakukan pada awal-awal pertumbuhan bibit.Merangsang.percabangan :Pertumbuhan tanaman karet pada fase belum menghasilkan umumnya mengikuti sebuah siklus, artinya pada suatu saat tanaman karet akan tumbuh tinggi tanpa membentuk payung daun dan pada suatu saat pertumbuhan tinggi tanaman akan terhenti dan membentuk payung daun. Selama payung daun yang terbentuk belum benar-benar tua, tinggi tanaman tidak bertambah, dan apabila daun-daun pada payung daun tersebut sudah benar-benar tua tanaman akan tumbuh tinggi tanpa membentuk payung daun, begitu seterusnya. Pertumbuhan tanaman yang demikian apabila dibiarkan dapat menyebabkan batang tanaman mudah patah karena tiupan angin. Oleh karena itu, pertumbuhan tinggi batang haruslah dibatasi dengan cara merangsang percabangan tanaman pada ketinggian > 3 meter dari permukaan tanah. Dengan terbentuknya percabangan, tanaman akan lebih kuat menahan terpaan angin. Perangsangan percabangan bisa dilakukan dengan berbagai cara yang diantaranya adalah penyanggulan, pemangkasan daun, dan pemenggalan batang. Penyiraman Penyiraman dilakukan pada awal bibit ditanam selama + 1 minggu, pemulsaan dilakukan juga pada bibit yang baru ditanam, karena bibit yang baru ditanam sangat rentan terhadap sinar matahari yang terlalu terik. Penyiraman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari PemupukanUmumnya dosis pemberian pupuk tanaman karet dilakukan 2 kali dalam setahun. Pada tanaman karet berumur 6 – 15 tahun dosis pemupukannya adalah: 350 gr Urea, 260 gr SP, dan 300 gr KCL per hektar per tahun. Sedangkan untuk tanaman karet berusia 16-20 tahun dosis pemupukannya adalah : 300 gr Urea, 190 gr SP, dan 250 gr KCL per hektar per tahunBagi tanaman karet yang telah tua diatas 25 th hingga 2 tahun sebelum peremajaan dosis pemupukannya adalah : 200 gr Urea, 0 gr SP, dan 150 gr KCL per hektar per tahun. Sumber : Pedoman Budidaya Tanaman Karet, BBP2TP Ditulis kembali oleh : Kukuh Wahyu W (Penyuluh BBP2TP)e-mail : widjajantokukuh@yahoo.com