Loading...

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI LAHAN GAMBUT PASIR SAKTI

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI LAHAN GAMBUT PASIR SAKTI
Penyiapan Lahan dan Pengelolaan Air dimulai dari penebasan rumput-rumput/belukar. Penebasan dilakukan dengan menggunakan parang. Rumput/belukar yang sudah ditebas dikumpulkan di suatu tempat kemudian dibakar. Pengelolaan air dengan membuat saluran drainase dengan ukuran lebar saluran 30 cm dan kedalaman 20 cm. Jarak antar saluran berkisar antara 6-10 m. Selain di dalam petakan, dibuat juga saluran di sekeliling petakan. Varietas padi yang dapat diusahakan di lahan gambut antara lain varietas Cisadane, Cisangarung, IR-42, IR-64, Kapuas, Lematang, Sei Lilin, Way Seputih dan sebagainya dengan umur 115 – 135 hari, potensi hasil 4 – 7 ton/ha.Benih yang dipakai hendaknya bermutu tinggi dengan daya kecambah lebih dari 90%, Tidak tercampur dengan jenis padi atau biji tanaman lain. Kebutuhan benih 30-45 kg per hektar. Persemaian dapat dibuat dengan dua cara yaitu persemaian basah dan kering Persemaian basah Benih direndam selama 12-24 jam, kemudian diangkat dan dibiarkan berkecambah selama 1-2 hari. Persemaian dibuat pada lahan yang berair (lembab). Luas lahan persemaian 300-500 m2 untuk setiap hektar. Tanah untuk persemaian diolah sempurna (dua kali), bersih dari rumput, belukar, sisa-sisa tanaman, kayu, batu, atau lainnya. Kemudian tanah diratakan dan diberi pupuk. Takaran pupuk untuk setiap meter persegi persemaian : 10 gr Urea + 14 gr SP36 + 10 gr KCl. Persemaian kering Persemaian kering pada dasarnya sama dengan persemaian basah. Tempat persemaian dibuat guludan. Benih langsung disemai tanpa direndam. Setelah disemai ditaburi dengan tanah halus atau abu sekam. Untuk mencegah serangan hama orong-orong, benih dicampur dengan insektisida seperti Furadan sebanyak 1 gr untuk 1 m2 persemaian. Untuk mencegah penyakit blas benih di campur dengan fungisida seperti Benlate 20 WP (Benomil) sebanyak 1 gr untuk setiap kg benih. Penanaman Untuk keberhasilan usahatani padi di lahan gambut berikut ini dianjurkan varietas-varietas yang ditanam menurut berbagai tipe lahan dan musim. Waktu tanam Musim tanam pertama, penanaman dilakukan pertengahan Oktober s/d awal Nopember. Musim tanam kedua. penanaman dilakukan pertengahan Maret s/d April. Cara penanaman tandur jajar Keuntungan; mudah melakukan penyiangan, mudah melakukan penyemprotan dan mudah melakukan panen. Kesulitan; tenaga kerja lebih banyak Penyiangan dan penyulaman Penyiangan dilakukan dua kali, yaitu umur 3 dan 6 minggu setelah tanam. Penyiangan dapat dilakukan dengan tangan (dicabut) kemudian dibenamkan, umumnya menggunakan herbisida pasca tumbuh. Penyulaman dilakukan umur 1-2 minggu setelah tanam. Pemupukan Takaran dan saat pemberian pupuk untuk tanaman padi pada tipologi lahan bergambut adalah sebagai berikut : - Saat tanam : Urea 1/3 bagian (dari 250 kg/ha) , 100 % SP-36 atau 135 kg dan 100% KCl atau 100 kg/ha- Umur 4 minggu sesudah tanam : 1/3 bagian Urea atau 83 kg- Umur 7 minggu sesudah tanam : /3 bagian Urea atau 83 kg- Cara pemberian pupuk disebar rata di permukaan lahan. Takaran kapur 1 ton per hektar, pemberian kapur 2 minggu sebelum tanam. Saat memupuk/ pengapuran keadaan air macak-macak. Perlindungan Tanaman Hama yang banyak menyerang pertanaman padi di lahan gambut adalah: Orong-orong, tikus, kepinding tanah, walang sangit, wereng coklat dan hama putih. Sedangkan penyakit utama di lahan gambut adalah blas.Hama orong-orong dapat dikendalikan dengan : a. Menggenangi lahan b. Merendam bibit sebelum tanam dengan larutan pestisida karbuforan (Curater 3G, Dharmafur, atau Furadan 3G). Hama tikus dikendalikan dengan : - Memelihara kebersihan lingkungan - Penanaman serempak - Pemasangan umpan beracun - Melaksanakan gropyokan. Kepinding tanah dikendalikan dengan : penyemprotan pestisida sebanyak 1 - 2 lt/ha. Penyakit blas dikendalikan dengan : 1. Menyemprotkan fungisida Beam atau Fujiwan sebanyak 1-2 kg/ha 2. Menanam varietas yang tahan blas 3. Tidak menggunakan pupuk N secara berlebihan/melebihi takaran. Panen dan Pascapanen Panen Panen dilakukan pada saat tanaman padi menunjukkan tanda-tanda sebagian besar gabah (90%) sudah berwarna kuning, bila digigit gabah patah. Panen dapat dilakukan dengan menggunakan alat sabit bergerigi, reaper atau stripper. Kehilangan hasil pada saat panen dapat dihindari dengan usaha-usaha sebagai berikut : a. Panen tepat waktu, b. Setelah dipotong langsung dirontok, c. Saat merontok menggunakan alas/tikar. Pascapanen Perontokan gabah dapat dilakukan dengan cara menggunakan tresher dan erekan. Setelah dirontok, gabah dijemur di atas terpal atau lantai jemuran. Ketebalan gabah pada saat dijemur tidak lebih dari 5 cm. Selama penjemuran, gabah dibolak balik. Lama penjemuran sekitar 2-3 hari dalam keadaan panas terik. Gabah yang sudah kering dibersihkan dari kotoran, gabah hampa, dan malai yang masih tersisa, alat pembersih gabah dapat digunakan tampah atau mesin pembersih. Gabah yang sudah kering dan bersih dimasukkan ke dalam karung untuk disimpan, digiling atau dipasarkan. (Erna Masiati, SP. Penyuluh Pertanian BPP Pasir Sakti)Sumber Bacaan : litbang.pertanian.go.id