Teknologi Budidaya Tanaman Ubi Gembili Di BPP INERIE
Pertanian organik atau organic farming adalah tehnik budidaya pertanian yang berorientasi pada pemanfaatan bahan-bahan organik atau alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia atau sintetis. Sehingga pertanian organik akan sangat mendukung pertanian yang berkelanjutan karena ramah lingkungan dan selaras alam. Dengan pertanian organik maka akan menghasilkan produk-produk pangan yang sehat dan bermutu serta terjaminnya keamanan pangan karena tidak terkontaminasi dengan bahan bahan sintetis seperti: pupuk an organik, pestisida, herbisida dll. Ubi gembili merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang bernilai ekonomis tinggi dan sebagai bahan pangan pengganti beras atau makanan lokal karena merupakan sumber karbohidrat. Budidaya ubi gembili untuk wilayah kecamatan Inerie dan sekitarnya bukan hal yang baru, karena ubi gembili adalah salah satu pangan lokal yang ada di wilayah ini dan rata-rata petani pernah membudidayakannya. Selain itu juga tanaman ini membutuhan air sedikit sehigga sangat cocok dikembangkan di wilayah inerie yang memiliki curah hujan yang rendah.. Produktifitas ubi gembili secara nasional rata-rata 20 ton/ha sedangkan untuk produktifitas ubi gembili di wilayah Inerie rata-rata hanya mencapai 5-6 ton/ha. Salah satu permasalahan yang dirasakan saat ini adalah teknik penanaman yang masih secara tradisional. Selain itu hampir 10 tahun terakhir populasi gembili semakin berkurang bahkan hampir punah karena rendahnya minat kawula muda untuk kembali membudidaya serta masih ada anggapan bahwa tanaman gembili hanya dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada lahan yang baru dibuka. Oleh karena itu BPP Inerie melakukan demplot organik ubi gembili pada lahan BPP dengan memasukan input tehnologi dalam tehnik bubidaya yang benar, agar bisa dijadikan percontohan dan tempat belajar baik bagi penyuluh maupun petani disekitarnya. Sehingga dapat meyakinkan petani bahwa ubi gembili tidak hanya berproduksi baik pada lahan yang baru dibuka tapi juga pada lahan yang sudah digunakan yakni dengan mengembalikan semua unsur hara kedalam lubang tanam melalui :serasah, daun leguminosa, pupuk kandang dan bokasi. Cara penanaman ubi gembili secara organik: Melakukan pengajiran dengan jarak tanam 3x3 meter Menggali lubang tanam dengan dalam 20 cm dan lebar 50x50 cm Saat gali pisahkan tanah atas dan tanah bagian bawah, karena tanah atas masih mengandung humus Tanah dijemur selama 1-2 minggu untuk mematikan kuman Masukan serasah, kotoran ternak, daun hijau/leguminosa,pupuk kandang atau bokasi dicampur dengan tanah bagian atas Apabila menggunakan daun hijau/leguminosa maka biarkan selama 3-4 minggu sampai daun lapuk dibantu dengan penyiraman lubang tanam agar cepat lapuk, apabila tidak ada daun hijau cukup 1 minggu saja sudah dapat di tanam Tanam ubi gembili dengan jumlah bibit sebayak 3 buah per lubang dan ditanam membentuk tungku api Tutup benih dengan membuat gundukan Setelah 1 bulan benih sudah tumbuh siapkan lanjar untuk dipasang sebagai penahan Catatan:penanaman dilakukan pada bulan agustus sampai oktober sehingga pada saat hujan turu benih sudah tumbuh.