Loading...

Teknologi HASTON Budidaya Tanaman Padi Varietas Batutegi di Kec. Sumarorong Kab. Mamasa Prov. Sulbar

Teknologi HASTON Budidaya Tanaman Padi Varietas Batutegi di Kec. Sumarorong Kab. Mamasa Prov. Sulbar
TEHNOLOGI HASTON UNTUK BUDI DAYA TANAMAN PADIVARIETAS BATU TEGIPercontohan (DEMPLOT) Tehnologi HASTON (Hasil Berton – ton) yang di lakukan di BPP Sumarorong membawah angin segar Karenah hasilnya sangat Optimal.Pengembangan Budi Daya Tanaman Padi dengan menggunakan Tehnologi HASTON Sangat cocok di wilaya dataran tinggi , udara yang lembab dan cura hujan Tinggi. dengan keadaan Iklim tersebut membuat seragan hama putih palsuh sangat hebat padat Bibit padi yang umurnya masih muda sudah ditanam. Dengan adanya Tehnologi HASTON ini yaitu penanaman Bibit Padi pada umur Tua ( 1 Bulan ) sehingga mampu mengurangi dan menekan serangan Hama Putih Palsu dan pertumbuhan tanaman Padi Normal mulai dari sesudah Tanam sampai panen.Percontohan (Demplot) Tehnologi HASTON yang dilakukan di BPP Sumarorong bertujuan untuk melakukan penyuluhan secara tidak langgsung bagi petani atau pelaku utama. sehingga petani melihat secara langgsung dan belajar tentang tehnologi haston, sehingga diharapkan petani mau dan mamapu melaksanakan dan mempraktekan di areal masing – masing. Demplot Percontohan yang dilakukan di BPP Sumarorong menggunakan Varietas BATUTEGI dengan Tehnik budi daya HASTO Hasil 8,5 Ton / Ha.Adapun tehnik budi daya HASTON yang di lakukan di BPP Sumarorong adalah sebagai berikut :a. Pengolahan TanahPengolahan Tanah Tahap Pertama dilakukan dengan cara membajak ( Ditraktor ) atau Dicangkul sedalam 25 – 30 Cm, kemudian di istirahatkan selama 7 – 14 hari. Baru dilakukan Pengolahan Tahap kedua sekaligus dilakukan Pemupukan dengan menggunakan Pupuk Kandang dan pemberian Kapur Pertanian ( Dolomic ) lalu dilakukan penggemburan Tanah.b. PesamaianPembuatan Pesamaian dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah tahap pertama, dengan cara membuat bedengan arah utara selatan Lebar 1 m, Panjang sesuai kebutuhan, Drainase lebar 30 Cm, Tinggi 25 Cm. Kemudian dihamburi Pupuk Kandang dan di gemburkan sampai keadaan Tanah menjadi lumpur denagan kondisi macak – macak, Kemudian Benih Padi dihambur diatas bedengan.c. PenanamanPenanaman Bibit padi setelah mencapai umur cukup tua Yaitu ± 30 Hari ( 1 bulan ), dengan menggunakan metode Jajar Legowo 2 : 1, Jumlah Bibit 25 – 30 Perrumpun. d. PenyianganPenyiangan dapat di lakukan Dua Kali setelah umur tanaman 1 Bulan sesudah tanam dan 2 bulan sesudah tanam dengan cara menggaru, mencabut langsung atau mencungkil Gulma ( menggunakan alat Landak ) yang tumbu liar disamping tanaman , karenah bersaing degan tanaman menyerap Unsur Hara.e. PemupukanPemupukan pertama sudah dilakukan pada saat pengolahan tanah yaitu pemberian pupuk kandang Dan kapur pertanian ( Dolomic ).Pemupukan kedua (susulan) dapat dilakukan dengan menyesuikan BWD, sehingga pemberian pupuk tepat dosis.f. Pengendalian Organisme pengganggu tanaman- Pengendalian hama dan Penyakit setelah ada gejala serangan dengan menyemprotkan Pestisida nabati 1 minggu sekali .- Hama utama padi yaitu : tikus, Pengendalian Cara di pagar dengan Plstik Setinggi 1 m , Ujung bawahnya dibenamkan didalam Air Atau lumpur.g. Panen- panen dapat dilakukan saat biji masak fisiologis yaitu sekitar 135 Hari sesudah tanam atau sekitar 90 - 95 % malai telah menguning- Gunakan sabit alat pemotong yang tajam untuk mengurangi / memperkecil tingkat kerontokan gabah waktu panen.- padi yang sudah dipotong secepatnya dirontok menggunakan bantingan bertirai atau power tresher (mesi perontok).