Teknologi Injeksi Batang Tingkatkan Produksi Buah Sawit
Teknologi Injeksi Batang Tingkatkan Produksi Buah Sawit Aplikasi Injeksi pemberian Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) dan Pemupukan NPK pada Tanaman Kelapa Sawit di luar Pulau Kalimantan mungkin sudah tidak asing lagi, namun di Kalimnatan khususnya di Kabupaten Tanah Laut masih belum banyak diketahui dan dilakukan petani. Aplikasi Injeksi untuk meningkatkan produksi buah dilakukan pada tanaman 4 tahun keatas dengan cara dibor, ketinggian dari permukaan tanah antara 90 – 100 cm. Kemiringan bor 45? dan sedalam 25 cm atau menurut besarnya batang. Kemudian larutan ZPT dan Pupuk dimasukan menggunakan alat sederhana yaitu botol aqua yang diberi slang kecil, pemberian ZPT dan Pupuk ini dilakukan 3 blan 1 kali. Dosis 30 ml/batang, dari campuran POC Hantu Ijo Royo Royo, Hantu ZPT Ratu Biogen dan Hantu NPK Jago Tani dengan perbandingan 1 : 1 : 1 atau dari ketiga bahan tersebut masing-masing 1 liter untuk 100 pohon kelapa sawit. Hasil yang dilakukan oleh Bapak H. Suryadi seorang pengusaha dan juga petani sawit di Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan sebagai berikut; Dari lahan ujicoba seluas 4,5 Ha sebelum perlakuan jumlah produksi berkisar 8 – 9 ton dan setelah perlakuan mencapai 10 – 11 ton. Berat tandan sebelum perlakuan 20 – 25 kg/tandan dan setelah perlakuan 40 – 70 kg/tandan. Sebelum perlakuan panen 18 kali/tahun (karena ada musim “trek”) dan setelah perlakuan 24 kali/tahun atau pada musim panen raya pemanenan bisa 5 kali/2 bulan. Selain itu tampilan pohon sawit bentuk pelepah lebih mekar (seperti payung) dan sebelumnya agak lurus kesamping atas membentuk sudut 45?, dodosan lebih renyah yang sebelumnya keras. Setelah perlakuan pekerja melakukan pembelahan tandan karena tidak kuat untuk mengangkat tandan utuh, pemanenan sebelumnya 20 hari sekali dan setelah pemberian ZPT dan Pupuk melalui injeksi 15 hari sekali. Oleh : Suliyo, S.Pt.UPT BPP Kec. Pelaihari