TEKNOLOGI PAKAN FERMENTASI DAUN KERING UNTUK TERNAK RUMINANSIA
TEKNOLOGI PAKAN FERMENTASI DAUN KERING UNTUK TERNAK RUMINANSIA Pemanfaatan sumber daya pertanian tanaman pangan dalam bentuk limbah sebagai sumber pakan ternak merupakan salah satu langkah yang efisien untuk mengatasi kekurangan produksi rumput. Limbah pertanian berupa daun-daun kering yang selama ini belum dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak merupakan salah satu pakan alternatip yang mudah untuk diterapkan dalam penyediaan pakan dan untuk mendukung program kebersihan lingkungan. Kualitas daun-daun kering sebagai bahan pakan ternak dapat ditingkatkan kandungan proteinnya melalui teknologi silase yaitu proses fermentasi yang dibantu oleh jasad renik dalam kondisi anaerob (tanpa udara). Bahan Pembuatan :1. Daun-daun kering : 10 kg2. Bekatul : 2 kg3. Gaplek/Onggok : 2,5 kg4. Molases : 5 sendok makan5. Garam dapur : 10-15 gram6. Bioaktivator/SOC : 3 sendok makan7. Air : Secukupnya Cara Pembuatan :1. Molases campur dengan air dan Bioaktivator lalu diamkan kurang lebih 20 menit, lalu masukan dalam ember plastik/emrat.2. Campur daun-daun kering dengan bekatul, gaplek dan garam dapur sampai merata/homogen.3. Siram bahan tersebut dengan campuran Bioaktivator dan air, lalu siram pada daun-daun kering yang telah tercampur.4. Setelah tercampur masukan bahan tersebut dalam plastik atau tong plastik minimal 2 hari, lalu tutup rapat agar hampa udara.5. Pengalaman dilapangan dengan penutupan hampa udara fermentasi daun kering tahan sampai 8 bulan.6. Sebelum diberikan angin-angin dulu sehingga amoniak yang ada pada bahan pakan tersebut dapat hilang. Sumber : Team Instruktur Latihan Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Usaha Peternakan, 2016. "Teknologi Pengolahan HMT dan Limbah Pertanian untuk Pakan Ternak Ruminansia" dalam Modul Pelatihan Peningkatan Kapasitas Peternak Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Usaha Peternakan. Kabupaten Tasikmalaya : Dinas Peternakan Perikanan Dan Kelautan 2016.