TEKNOLOGI PAKAN SILASE UNTUK TERNAK RUMINANSIA Silase adalah merupakan pakan ternak dalam bentuk awetan yang berasal dari tanaman segar yang diawetkan melalui proses ensilase. Alat dan bahan yang diperlukan1. Bahan utama berupa berbagai macam hijauan seperti rumput, legume.2. Bahan pelengkap sebagai stater yaitu : tetes, bekatul3. Tempat pembuatan berupa silo (diatas tanah / dibawah tanah) Cara pembuatan 1. Hijauan dilayukan dan dipotong-potong pendek sepanjang 5-10 cm, ditimbang sebanyak 100 Kg2. Bahan pelengkap sebanyak 5-10% dari jumlah bahan utama ditambahkan pada bahan utama3. Penambahan bahan pelengkap ada dua cara yaitu dicampur secara merata atau disusun berlapis-lapis4. Bahan utama dan pelengkap dimasukan kedalam silo atau dimasukan kedalam kantong plastik, diikat dan dimasukan kedalam silo5. Didiamkan selama 2-3 bulan, dan siap dipakai untuk pakan ternak setelah diangin-anginkan 5-10 menit Jumlah yang diberikan pada ternak 1. Karena bersifat asam, maka pemberian tidak boleh 100%2. Disarankan, pemberian sampai 75 % menggantikan total ransum Keuntungan pemakaian silase 1. Silase dapat dipakai sebagai sumber pakan bagi ternak apabila musim kemarau dimana hijauan sulit didapat2. Sapi dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik, meskipun berada pada masa yang sulit memperoleh pakan Sumber : Team Instruktur Latihan Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Usaha Peternakan, 2016. "Teknologi Pengolahan HMT dan Limbah Pertanian untuk Pakan Ternak Ruminansia" dalam Modul Pelatihan Peningkatan Kapasitas Peternak Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Usaha Peternakan. Kabupaten Tasikmalaya : Dinas Peternakan Perikanan Dan Kelautan 2016.