Loading...

TEKNOLOGI PEMUPUKAN PADA TANAMAN TEBU

TEKNOLOGI PEMUPUKAN  PADA   TANAMAN  TEBU
Maksud dan tujuan pemupukan : Pemupukan, baik dengan pupuk anorganik,organik, maupun pupuk-hayati, berperan sangat penting untuk meningkatkan dan mempertahankanhasil panen per satuan luas lahan.Di samping itu juga untuk meningkatkan danmempertahankan kesuburan tanah sehinggadapat dimanfaatkan seeara berkelanjutan.Pemupukan akan memberikan hasil yangdiharapakan jika dapat menjadikan "prasyarat"lingkungan tempattumbuh mencapai kesesuaianbagi tanaman sehingga penyerapan hara tidakmengalami hambatan. Prasyarat tersebutmencakup tiga faktor yang mensifatkan kesuburantanah, namun dapat diringkaskansebagai berikut :a. Faktor flsik. Faktor ini mencakup kedalamanefektiftanah (berkaitan dengan ruangjelajahakar), tekstur dan struktur tanah, kelancarandrainase, kelancaran pertukaran udara (difusi02 dan CO2), dan mudah tidaknya tanahdiolah. Keseimbangan antara air dan udaradalam tanah menentukan tingkat daya gunapupuk yang diberikan pada tanaman; b. Faktor kimia. Faktor ini meliputi kemampuantanah menyediakan unsur hara bagitanaman, keseimbangan jumlah unsur harayang dapat menimbulkan interaksi antagonistikatau sinergistik, reaksi (pH) tanah, danada tidaknya unsur yang bersifat racun bagitanaman; c. Faktor biologis.Populasi dan kegiatan mikroba didalam tanah sangat berperanpenting sebagai pembantu untuk pengurai(mineralisasi) unsur hara tanaman, maupunsebagai penyemat nitrogen (N) yang berasaldari udara atau sebagai pelarut P tanahsehingga tersedia bagi tanaman.Ketiga faktor tersebut turut menentukantingkat kesuburan tanah dan produktivitas lahanserta masalah pemupukan. Tingkat kesuburantanah merupakan hasil kerjasama antarafaktor-faktor fisik, kimia dan biologis tanahyang berlangsung secara serentak pada satulingkungan tempat pertumbuhan tanaman.Produktivitas lahan merupakan hasil akhir dariinteraksi ketiga faktor tersebut dengan sistempengelolaan dan agroklimat lingkungannya.Untuk memperoleh produktivitas lahan yangdiharapkan perlu diperhatikan beberapa tindakanyang dapat menopang, antara lain meneakup:1) Perencanaan penggunaan tanah yang tepal.2) Pengolahan tanah yang baik.3) Pengaturan air, baik dengan sistem irigasi /maupun berbandar langit (tegalan), drainaseperlu mendapat perhatian yang semuanyatergantung pada keadaan setempat dan iklim.4) Pemberian bahan organik untuk membantumemperbaiki sifat fisik dan biologis tanah,di samping sifat kimianya.5) Pengaturan pH tanah agar sesuai denganlingkungan yang dikehendaki tanaman danmemperbesar ketersediaan hara.6) Penambahan unsur hara yang kurang tersediauntuk mendapatkan keseimbangan hara optimumbagi tanaman.Dalam sistem pertanian dan perkebunanyang maju, produktivitas lahan dapat ditingkatkanmenjadi lebih tinggi, dengan cara memanfaatkanpengaruh interaksi antara pemupukandengan pengairan, pemupukan dengan varietasyang berpotensi tinggi, pemupukan denganpengolahan tanah, dan pemupukan denganpengendalian hamalpenyakit dan tanamanpengganggu. Hal ini sangat tergantung padasistem pengelolaan yang dianutnya.Pada kondisi kebun yang alami, perbandinganvolume air dan udara di dalam tanahyang berat sering bergeser, volume udaramenjadi kecil, tetapi pada tanah ringan (pasiran)adalah sebaliknya, karena sering bergeservolume udara menjadi lebih besar. Upaya untukmeningkatkan dayaguna pupuk pada tanamantebu, memerlukan tindakan untuk mendapatkanperbandingan yang berimbang, yaitu sekitar25 % udara dan 25 % air terhadap volume totaltanah. Maka macam tindakan yang diperlukanpada tanah yang kedua sifatnya berlainantersebut harns tidak sama, misalnya mengenaikedalaman got drainase, kedalaman kairan ataujuringan, dan frekuensi pemberian air, dantindakan-tindakan budidaya lainnya. Dengandemikian pemupukan tidak dapat berdirisendiri. Untuk memperoleh hasil yang baikharus dilaksanakan seeara terpadu denganteknik budidaya yang mendukungnya.Dari uraian yang telah dikemukakan, makamaksud dan tujuan pemupukan, yang dilaksanakanseeara terpadu yaitu:(I ) Mengoptimalkan manfaat pupuk atau bahanlain yang diberikan ke dalam tanah untukmeningkatkan ketersediaan hara danmemaeu pertumbuhan tanaman, sehinggamemperoleh sejumlah hasil usaha yangmenguntungkan.(2)Menghindari kemungkinan terjadinyapenurunan ("leveling off') hasii, sehinggapeneapaian hasil yang tetap tinggi ("sustainhigh yield") dapat terus menerus diperoleh.(3) Menjaga produktivitas sumberdaya tanahagar tetap dan berfungsi sebagai wahanauntuk memperoleh hasil pertanian ataupunperkebunan seeara berkelanjutan.Jelas bahwa tindakan pemupukan mencakuptujuan jangka pendek, jangka menengah, danjangka panjang. Oleh karena itu pemupukantidak hanya ditujukan pada tanamannya saja,tetapi juga pada tanahnya yang merupakanmedia pertumbuhan.Kegiatan penyerapan unsur hara : Tanaman tebu menghendaki jumlah harayang tinggi untuk menggantikan hara yangdiserap oleh tanaman yang terdahulu, adanyapenurunan kesuburan akibat budidaya tunggal,dan pemupukan yang tidak mencukupi serta dantidak terkembalikannya sisa-sisa tanaman.Jumlah unsur hara yang diserap olehtanaman tebu dipengaruhi oleh faktor dalamdan faktor luar. Faktor dalam merupakan sifatkhas varietas tebu yang ditemukan, sedangkanfaktor luar merupakan sifat lingkungan tumbuhtanaman yangmeneakup tanah dan iklim. Dalammasalah pemupukan yang lebih banyak dikajiadalah faktor luar, karena lebih terbukakemungkinan untuk direka dibandingkandengan sifat varietas tebu sebagai hasil rakitandari pemuliaan tanaman.Dari uraian mekanisme pengambilan haraoleh tanaman dan adanya interaksi di antaraunsur hara dapatdikemukakan bahwa kemampuan tanamanrnenyerap unsur hara merupakan suatu fungsisebagai berikut:F (A,V,L,P,G),dengan pengertian :A = luas permukaan akar aktif,V = kadar unsur hara,L = kemudahan lingkungan akar,P = cara dan waktu tersedianya hara,G = adanya unsur hara pengganggu.Luas permukaan akar aktif, kemudahanlingkungan akar, dan adanya unsur hara pengganggudapat diperbaiki dengan meningkatkanpengelolaan tanah dan pengelolaan air (irigasidan drainase). Sedangkan rnengenai kadar haradan cara dan waktu tersedianya hara akansangat berkaitan dengan efisiensi penggunaanpupuk, interaksi hara (pupuk) dengan varietas,dan sematan hara. Penulis : AgusSutarman,PenyuluhPertanianPusat.Email :agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.Sumber Gambar : setyandariwulanayu.blogspot.com