A. Latar Belakang Secara umum, pemupukan unsur hara N (Nitrogen) dalam bentuk Urea diaplikasikan pada umur 7 – 10 hari setelah tanam sebanyak 20 % sebagai pupuk dasar, pupuk susulan ke-1 sebesar 40 % dan pupuk susulan ke-2 adalah 40 %. Mengapa pupuk dasar N cuma 20 % ?. Sebab tanaman padi yang berumur sekitar 7-10 hari masih kecil. Pertanyaannya : Apakah tanaman kecil dengan perakaran sedikit perlu banyak pupuk yang mengandung hara N ? jelas tidak. Sedangkan untuk hara yang mengandung P dan K aplikasinya adalah sebagai pupuk dasar 50 % dan pupuk susulan ke-1 sisanya 50 %. Mengapa banyak?.. sebab pupuk yang mengndung P atau K memiliki tingkat kelarutan yang agak lama. Bila pemakaian pupuk organik (kompos jerami) dan pemberian POC/hayati/MOL maka penggunaan pupuk anorganik dapat dikurangi. Bahkan dosis pupuk kimia bisa hanya sampai mencapai 50 % dari rekomendasi anjuran. B. Tujuan Untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan bagi petani tentang aplikasi pemupukan pada tanaman padi sawah. C. Manfaat Sebagai bahan referensi bagi penyuluh dalam merekomendasikan pemupukan berdasarkan kondisi lahan dan spesifik lokasi. D. Pembahasan Cara Pertama, 300 kg pupuk NPK Ponska dan 100-150 kg pupuk Urea ( kandungan haranya 113 kg N, 45 kg P2O5 dan 45 K2O ) . Pupuk dasar /pertama: 150 kg ponska. Ada 2 pendapat mengenai waktu atau kapan pemberian pupuk dasar ini: Diberikan pada awal/sebelum tanam dan Diberikan 7-10 hari setelah tanam Pupuk Urea yang mengandung unsur N (Nitrogen) pada pemupukan pertama diberikan sebagai bersamaan dengan pupuk dasar sebanyak 1/3 dari dosis pupuk ke-2 dan ke-3. Untuk pupuk NPK ponska, pupuk ini punya nilai lebih sebab terdapat kandungan Sulfur sekitar 10 %. Salah satu fungsi sulfur ini adalah merangsang pertumbuhan tanaman-tanaman muda. Pupuk 150 kg Ponska/ha = 150 kg/10.000 m² Artinya jika sebidang lahan luasnya 1.000 m² maka cukup 15 kg NPK Ponska saja. Untuk memaksimalkan fungsi pupuk, sebaiknya memperhatikan cara pemberian pupuk, yaitu jika memungkinkan air dipetakan dalam keadaan macak-macak dan pupuk diberikan secara vertikal atau kemiringan 60 % dan pastikan pupuk masuk kedalam tanah. Tujuannya adalah agar pupuk tidak terbawa air (erosi) atau karena penguapan. Pemupukan ke-2 : 150 kg ponska + Urea 50 kg. Diberikan sekitar pekan ke-3 atau 21 hst. Waktu aplikasi yaitu selesai penyiangan, sehingga anakkan yang dihasilkan bisa maksimal. Lebih baik lagi, dilakukan pemupukan kemudian dilanjutkan dengan penyiangan dan gulmanya dibenamkan ke tanah. Perlakuan tersebut akan menambah hara organik tanah sehingga pupuk menjadi multi guna. Bila lahannya cuma 1.000 m2 maka dosisnya sekitar Pupuk Ponska 150 kg/ha = 150 kg/10.000m² = 15 kg/1000 m² Ditambah Pupuk Urea 50 kg/ha = 50 kg/10.000 m² = 5 kg/1.000 m². Pemupukan ke-3 : 50-100 kg Urea. Diberikan sekitar 35-40 hst. Atau sebagai patokan sewaktu daun bendera atau daun terakhir keluar. Pada kondisi ini, tanaman padi membutuhkan energi dalam jumlah maksimal. Kenapa? sewaktu tanaman padi akan mengeluarkan malai maka daun perlu hijau, apalagi daun bendera. Berdasarkan pengalaman di lapangan, bila musim hujan, biasanya pemupukan terakhir sekitar 50 kg/ha. Tapi bila musim kemarau (karena adanya proses penguapan) dosis pupuk menjadi 75-100 kg/ha. Apakah pola di atas bisa dimodifikasi dosisnya? Bisa saja, sebab pemupukan bukan hitung matematika !!. Misalkan saja, pemupukan 1 (150 kg Ponska + 25 kg Urea), pemupukan ke-2 ( 150 Ponska + 50 kg Urea) dan pemupukan ke-3 ( 50-75 kg Urea). Pemupukan yang baik bagi tanaman ada 2 arah. Pertama lewat akar. Kedua lewat daun. Pemupukan lewat daun, bisa dipakai POC/MOL. E. Penutup Semoga materi ini bermanfaat bagi penyuluh dan petani padi sawah dalam upaya mendukung program kementerian pertanian dengan sasaran produksi minimal 6 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP). Ir. Dorri Sjukur, M.Si. Penyuluh Pertanian Madya DTPHBUN Prov. Sulsel