Loading...

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PEMBUATAN KERUPUK JAGUNG

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PEMBUATAN KERUPUK JAGUNG
Penanganan pasca panen merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kerusakan hal tersebut. Sebagai contoh banyak produk jagung di tingkat petani yang tidak terserap oleh industri yang disebabkan oleh beberapa hal seperti : kadar air tinggi, rusaknya butiran jagung, warna butir tidak seragam, adanya butiran yang pecah serta kotoran lain yang menyebabkan rendahnya kualitas jagung yang dihasilkan. Penanganan pasca panen secara garis besar dapat meningkatkan daya guna sehingga lebih bermanfaat bagi kesejahteraan manusia. Hal ini dapat ditempuh dengan cara mempertahankan kesegaran atau mengawetkannya dalam bentuk asli maupun olahan sehingga dapat tersedia sepanjang waktu sampai ke tangan konsumen dalam kondisi yang baik. Produk hasil pertanian bersifat bulky (segar dan mudah rusak), jagung merupakan sumber kalori penganti atau suplemen bagi beras. Pada akhir-akhir tahun belakangan ini tingkat komsumsi jagung cenderung menurun, pada hal jagung masih merupakan bahan makanan penganti atau suplemen bagi sebagian masyarakat pedesaan. Untuk mendukung program pemerintah tahun 2015-2019 dalam swa sembada jagung, maka perlu adanya teknologi pemanfaatan jagung secara optimal. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah produk jagung adalah dengan cara mengolahnya menjadi berbagai macam produk olahan jagung yang tahan lebih lama. Kandungan kimia jagung cukup baik untuk dijadikan bahan pangan. Komposisi kimia pada jagung sebagian besar terdiri atas pati 54,1 – 71,7 % protein 11,1 – 26,6 %, lemak 5,3-19,6%, serat 2,6-9,5%, abu 1,4-2,1%. Komposisi tersebut sangat tergantung pada faktor genetik, varietas dan dondisi penanamannya. Dengan demikian jagung disamping merupakan sumber gulaatau karbonhidrat juga mengandung protein dan lemak yang cukup tinggi. Di Indonesia industri kecil pengolahan berbasis jagung sudah cukup banyak diantaranya industri kerupuk jagung, tepung jagung, marning, brondong jagung, chiki, keripik, dan jagung goreng. Dalam hal ini untuk meningkatkan nilai tambah produk jagung , maka dapat kami sajikan salah satu inovasi teknologi pasca panen yaitu teknologi pengolahan pembuatan kerupuk jagung. Adapun inovasi tersebut adalah; Proses Pembuatan Kerupuk Jagung Sebagai contoh dalam proses pembuatan kerupuk jagung yaitu dengan cara menyiapkan bahan dan alat diantaranya ; Bahan yang digunakan; Tepung jagung sebanyak 2kgBawang putih sebanyak 2 siungLada secukupnyaGaram sekupnyaBaking soda secukupnya Peralatan yang digunakan adalah;Panci penguksTimbangan, penggilingan (penggilingan daging)Open/pengeringAlat penggiling mi dan lainnya Cara membuatnya antara lain;Tepung jagung dikukus sampai matang, kemudian dicampurkan dengan bawang dan garam yang tel;ah dihaluskan. Aduk sampai adonam rata hingga kalisAdonan yang sudah kalis kemudian digiling lagi menggunakan gilingan daging agar adonan lebih rata, baru dilakukan lagi penggilingan menggunakan gilingan miAdonan kemudian dicetak menjadi lembaran-lembaran menggunakan alat pengilingan mi. Pada tahap awal gunakan penggilingan dengan mesh besar, dan diulangai dengan pengaturan berulangpulang menggunakan ukuran mesh yang lebih kecil/tipis. Selanjutnya lembaran-lembaran adonan dilakukan pentetakan sesuai dengan bentuk yang diinginkanLakukan pengeringan, pengeringan dapat dilakukan dengan oven atau dikeringkan dengan dijemur langsung dibawah terik matahariKerupuk mentah bisa dikemas untuk dijual atau untuk disipan lebih lanjutKerupuk bisa juga dilakukan digoreng hingga matangKerupuk matang ditiriskan kemudian dikemas menggunakan aplstik/alumunium kertasKerupuk siap dikumsumsi atau dijual Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Badan Litbang Pertanian dan Balitserealia Maros dan BB PASCAPANEN Sumber gambar: Foto: Balitsereal Maros/BBPASCAPANEN dan lainnya