Persemaian merupakan sebuah awal kehidupan yang memerlukan perhatian khusus dalam budidaya pertanian. Kesalahan dalam melakukan persemaian dapat berakibat menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Keberhasilan suatu usahatani didukung oleh kesuksesan dalam melakukan persemaian. Untuk itu dibutuhkan sebuah inovasi teknologi yang spesifik lokasi. Salah satu inovasi teknologi yang dapat diterapkan dengan menggunakan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Ada dua komponen teknologi dalam PTT yaitu komponen teknologi dasar dan komponen teknologi pilihan. Komponen teknologi dasar dalam PTT yaitu:1. Penggunaan varietas padi unggul atau varietas padiberdaya hasil tinggi dan atau bernilai ekonomi tinggi. 2. Benih bermutu dan berlabel. 3. Pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah (spesifik lokasi). 4. Pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT). Sedangkan komponen teknologi pilihan dalam PTT yaitu : 1. Penanaman bibit umur muda dengan jumlah bibit terbatas yaitu antara 1-3 bibit per lubang. 2. Peningkatan populasi tanaman (metode jajar legowo).3. Penggunaan kompos bahan organik dan atau pupuk kandang sebagai pupuk dan pembenah tanah. 4. Pengaturan pengairan dan pengeringan berselang.5. Pengendalian gulma.6. Panen tepat waktu.7. Perontokan gabah sesegera mungkin. Varietas Unggul Gunakan VUB (varietas unggul baru) yang mampu beradaptasi dengan lingkungan untuk menjamin pertumbuhan tanaman yang baik, hasil tinggi dan kualitas baik serta rasa nasi diterima pasar. Tanam VUB secara bergantian untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit. Saat ini telah tersedia berbagai varietas unggul yang dapat dipilih sesuai dengan kondisi wilayah, mempunyai produktivitas tinggi, dan sesuai permintaan konsumen. Benih Bermutu Benih sebagai jasad biologis yang hidup sebagai pembawa sifat/ karakteristik dari pertanaman produksi yang spesifik sesuai dengan jenis varietasnya , merupakan salah satu unsur produksi yang memiliki peranan penting, karena benih memiliki kemampuan yang dapat diarahkan dalam meningkatkan mutu dan jumlah produksi pertanian. Karena itu keberhasilan peningkatan produksi padi dimulai dari ketepatan dalam menggunakan benih.Benih bermutu adalah benih yang mempunyai kemurnian genetik, kemurnian fisik maupun physiologis yang cukup tinggi. Produksi benih harus melalui sertifikasi. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 1995 tentang Perbenihan Tanaman. Sertifikasi benih adalah satu cara pengawasan mutu benih baik di lapangan maupun di laboratorium, untuk menjamin tingkat kemurnian benih dengan pemberian sertifikat/label atas perbanyakan benih dengan peraturan/prosedur yang berlaku. Benih bersertifikat dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu : 1. Benih Penjenis (warna label putih) adalah benih yang diproduksi oleh dan dibawah pengawasan pemulia tanaman pencipta/penghasil benih tersebut atau instansinya, dan merupakan sumber untuk perbaikan benih dasar;2. Benih Dasar (warna label putih) adalah keturunan pertama dari benih penjenis, yang diproduksi dibawah bimbingan yang intensif dan pengawasan yang ketat, sehingga kemurnian varietas dapat terjaga. Benih dasar ini diproduksi oleh instansi/badan yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pertanian Tanaman Pangan dan produksinya harus disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB),3. Benih Pokok (warna label ungu) adalah keturunan dari benih penjenis atau benih dasar yang diproduksi dan dipelihara sehingga identitas dan tingkat kemurnian varietas yang ditetapkan dapat terjaga dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan, serta harus disertifikasi sebagai benih pokok oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih;4. Benih Sebar (warna label biru) adalah keturunan benih penjenis, benih dasar, atau benih pokok, yang diproduksi dan dipelihara sehingga identitas dan tingkat kemurnian varietas dapat dipelihara, dan memenuhi standar mutu benih yang ditetapkan dan harus disertifikasi sebagai benih sebar label biru oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.Keuntungan menggunakan benih bermutu:1. Benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak.2. Benih yang baik akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan seragam.3. Ketika ditanam pindah, bibit dari benih yang baik dapat tumbuh lebih cepat dan tegar.4. Benih yang baik akan menghasilkan hasil tingi. Cara Memilih benih yang baik:1. Buat larutan 30 gram garam dalam 1 liter air.2. Jumlah benih yang dimasukkan disesuaikan dengan volume larutan garam.3. Benih yang mengambang/mengapung dibuang Nah, mari kita jelaskan kenapa kita dapat menggunakan larutan air garam tersebut untuk menyeleksi benih ?Air garam memiliki massa jenis lebih tinggi daripada air tawar, dimana makin tinggi massa jenis cairan maka makin mudah bagi obyek melayang di dalamnya. Bisa dibahasakan kembali dengan kerapatan air laut itu lebih tinggi dibandingkan air murni. Dengan demikian satu ember air laut massanya lebih besar dari pada satu ember air tawar, sebab kerapatan air laut lebih besar sehingga jumlah partikel dalam 1 ember air lautpun lebih banyak dari pada jumlah partikel dalam 1 ember air tawar. Nah, jumlah partikel yang banyak dalam air laut ini yang menjadikan telur bisa terapung. Persemaian Untuk keperluan penanaman seluas 1 ha, benih yang dibutuhkan sebanyak ± 25 kg. Benih bernas (yang tenggelam) dibilas dengan air bersih dan kemudian direndam dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 10 ml per liter air selama 10 menit hingga 8 jam tergantung jenis benihnya. Kemudian kering anginkan di tempat yang teduh sebelum dilakukan penanaman. PGPR adalah Promoting Rhizobakteri adalah sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat baik. Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya.Akar adalah sumber kehidupan, disana terjadi pertukaran udara, unsur hara, dekomposisi dll. Fungsi PGPR Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga. Fungsi lainnya yaitu sebagai tambahan bagi kompos dan mempercepat proses pengomposan. Pengurangan pestisida dan rotasi penanaman dapat memacu pertumbuhan populasi dari bakteri – bakteri yang menguntungkan seperti PGPR.Inokulasi benihAda banyak cara untuk menambah pertumbuhan tanaman. Salah satunya adalah dengan menginokulasikan agens hayati untuk membantu tanaman dalam memperoleh unsur – unsur hara yang dibutuhkan, misalnya untuk menambah nitrogen bisa diinokulasikan bakteri Rhizobium agar mampu memfiksasi nitrogen bebas. Cara inokulasi ini juga memungkinan untuk menambah manfaat nutrisi lainnya seperti menambah larutan phosphat, oksidasi belerang, melelehkan besi dan tembaga.Kandungan phosphor sangat terbatas bagi pertumbuhan tanaman. Meskipun di alam jumlahnya melimpah, tetapi masih dalam bentuk batuan yang keras, sehingga manfaat bagi tanaman sangat terbatas. PGPR mampu berperan sebagai bakteri pelarut phosphate. Kelompok bakteri PGPR ini yaitu Bacillus, Rhizobium dan Pseudomonas.Ada empat nutrisi utama yang dibutuhkan tanaman setelah N, P dan K adalah belerang (S). Unsur belerang juga tidak bisa langsung diserap oleh tanaman, tetapi harus melalui proses transformasi / oksidasi oleh bakteri sebelum diserap oleh tanaman. Kelompok bakteri yang mampu mengoksidasi belerang ini ialah kelompok bakteri yang hidup di tanah. Inokulasi pada benih tanaman yang membutuhkan unsur belerang tinggi, cukup berhasil menggunakan bakteri PGPR. KelebihanPGPRAplikasi PGPR mampu mengurangi kejadian dan keparahan penyakit. Beberapa bakteri PGPR yang diinokulasikan pada benih sebelum tanam dapat memberi pertahanan pada tudung akar tanaman. Hal inilah yang membuat bakteri PGPR mampu mengurangi keparahan dari penyakit dumping-off (Pythium ultimatum) di tanaman. Beberapa bakteri PGPR mampu memproduksi racun bagi patogen tanaman, misalnya bakteri Bacillus subtilis mampu melawan cendawan patogen.Berikut kelebihan dari PGPR diantaranya : - Menambah fiksasi nitrogen di tanaman kacang-kacangan- Memacu pertumbuhan bakteri fiksasi nitrogen bebas- Meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga- Memproduksi hormon tanaman- Menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan- Mengontrol hama dan penyakit tumbuhanCara Membuat PGPR 1. Biang PGPR Biang PGPR dibuat dari akar bambu sekira 250 gram yang direndam dalam air selama tiga tiga malam. Bahan:– 20 liter air– 1/2 kg dedak/bekatul– Terasi– 1 sdm air kapur sirih2. Caramembuat:– Campur semua bahan, kemudian didihkan.– Setelah dingin, campurkan 1 liter “biang PGPR”. Tutup rapat. Diamkan satu hingga dua mingggu.PGPR kelapaSelain cara di atas, biang PGPR juga dapat dikembangkan menggunakan air kelapa segar ditambah gula merah (tetes tebu lebih baik) dan kemudian difermentasi selama seminggu.Aplikasi PGPRPGPR dan PGPR kelapa yang telah jadi dapat diaplikasikan ke tanah sekitar tanaman dengan perbandingan; 200 cc PGPR untuk 14 Liter air.Benih yang direndam PGPR dapat merangsang pertumbuhan akar.Catatan:Bakteri PGPR adalah bakteri tanah yang masa hidupnya tidak panjang. Karena itu perlu mengembalikan populasinya setiap akan menebar benih.Selanjutnya benih diperam dalam karung selama 48 jam dan dijaga kelembabannya dengan cara membasahi karung dengan air. Untuk benih hibrida langsung direndam dalam air dan selanjutnya diperam. Luas persemaian sebaiknya 400 m2/ha (4% dari luas tanam). Lebar bedengan pembibitan 1,0-1,2 m dan diberi campuran pupuk kandang, serbuk kayu dan abu sebanyak 2 kg/m2. Penambahan ini memudahkan pencabutan bibit padi sehingga kerusakan akar bisa dikurangi. Antar bedengan dibuat parit sedalam 25-30 cm.Dengan pembuatan peresmaian padi yang benar dan baik ,maka langkah selanjutnya dalam budidaya akan lebih mudah dan berhasil.Oleh: Ardiyanti Nuswantari, SP. Penyuluh Pertanian PertamaBPP Purworejo DINPPKP Kab.Purworejo