Kedelai ( Glycine max ) merupakan sumber gizi protein nabati utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia, merupakan tumbuhan serbaguna karena akarnya memiliki bintil pengikat nitrogen bebas. Biji kedelai merupakan tanaman dengan kadar protein tinggi sehingga tanamannya dapat digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak, selain itu biji kedelai mengandung protein dan lemak serta beberapa bahan gizi lainnya misal vitamain ( asam fitat) dan lesitin. Olahan biji kedelai dapat dibuat menjadi berbagai bentuk seperti tahu,bermacam-macam saus penyedap ( salah satunya kecap,yang aslinya dibuat dari kedelai hitam ), tempe, susu kedelai ( baik bagi orang yang sensitif laktosa),tepung kedelai,minyak (dari sini dapat dibuat sabun, plastic, kosmetik,resin,tinta,krayon,pelarut dan biodiesel) serta taosi atau tauco. Produk kedelai yang paling dikenal oleh masyarakat adalah tempe. Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Namun demikian pemenuhan kebutuhan akan kedelai yang merupakan bahan baku utama tempe masih di harus diimpor dari luar,ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan jenis kedelai putih sedangkan kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Cina. Penyiapan lahan dapat dilakukan dengan tanpa olah tanah ( TOT),pada lahan sawah setelah panen biji kedelai langsung ditugalkan diantara bekas rumpun tanaman padi sehingga tidak memerlukan pemupukan lagi sehingga menghemat penggunaan pupuk. Untuk lahan yang belum pernah ditanami kedelai biji harus diinokulan dengan rhizobium atau biji dicampurkan dengan tanah bekas tanaman kedelai. Pada lahan tegalan/lahan kering perlu dilakukan pengolahan tanah secara intensif yaitu 2 kali dibajak sedalam 30 cm dan 1 kali digaru ( diratakan ). Sisa tanaman padi dapat digunakan sebagai mulsa yang sangat berguna untuk menjaga kelembaban tanah, mengurangi serangan lalat kacang dan menekan pertumbuhan gulma. Tanaman kedelai memerlukan air yang cukup dan tidak mengehendaki kelebihan air selama pertumbuhannnya, saluran drainase sangat diperlukan untuk mengalirkan air keareal pertanaman guna menjaga kelembaban tanah secara optimal dan mengalirkannya kelebihan air pada saat hujan turun. Jarak antara saluran ditentukan oleh jenis tanah, umumnya 2-5 m dengan lebar dan kedalaman sekitar 30 cm. Gunakan benih kedelai yang bermutu tinggi agar nantinya mendapatkan produktivitas biji kedelai seperti yang kita harapkan. Pada saat menanam biji bagi lahan yang belum pernah ditanami kedelai agar menggunakan inokulan baik berupa tanah bekas tanaman kedelai atau Rhizobium yang banyak dijual dipasaran. Cara menggunakan basahi biji kedelai yang akan ditanam dan campurkan merata dengan biji dalam ruangan yang sejuk serta teduh dan secepatnya ditanam dilapangan. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MSBalai Besar Pengakajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor, 16114E-mail : ksoehardi@yahoo.comSumber : Teknologi Budidaya kedelai,Badan Litbang Pertanian,2012